|

Akhirnya, Alumni UGM Jadi Wapres

Tetap Harapkan Kagama Tidak Eksklusif
RADAR JOGJA - Munas Kagama XI kemarin (24/7) dibuka secara resmi oleh Gubernur DIJ HB X di Grha Sabha Pramana. 782 pengurus cabang dan daerah Kagama dari seluruh Indonesia hadir di Grha Sabha Pramana.

Boediono yang hadir sebagai pembicara dialog kebangsaan menjadi salah satu tokoh yang paling dicari. Banyak yang meminta kesempatan untuk foto bersama atau hanya bersalaman. "Mumpung belum begitu ketat pengamanannya. Nanti kalau sudah wapres betulan, susah foto bareng," tutur salah seorang peserta.

Ketua Kagama Djoko Kirmanto menyampaikan rasa gembiranya atas terpilihnya Boediono, alumnus UGM, sebagai capres. "Mari kita dukung Pak Bud menjalankan amanah selama lima tahun ke depan," tuturnya. Dia berkata pilpres 2009 berjalan lancar, dan itu adalah hal yang patut disyukuri. "Di luar kebangaan kami terhadap pak Bud, saya bersyukur pilpres berjalan lancar," ujarnya.

Anies Baswedan yang menjadi moderator dialog kebangsaan juga mengutarakan pendapat serupa. "Akhirnya, ada juga alumni UGM yang jadi capres," tuturnya singkat.

Munas Kagama yang berlangsung di kampus UGM, selain menjadia ajang temu alumni, juga memberikan kesempatan para peserta untuk bernostalgia di kampusnya dahulu. "Selama kuliah dulu, pasti ada kisah-kisah yang sampai saat ini masih menarik untuk dikenang. Apalagi sekarang tempatnya di kampus sendiri," katanya.

Dalam dialog kebangsaan, salah seorang peserta berkata Kagama harus mengurangi ekslusifitasnya. Meski faktanya anggota Kagama yang terdaftar sekitar 200 ribu, tidak banyak yang aktif di dalamnya. Keikutsertaan alumni muda terhitung sedikit, meski Kagama sendiri mengaku terbuka pada setiap alumni.

Sebagian besar pengurus adalah pejabat atau alumni yang sudah menjadi "orang besar". "Hal yang dibahas dalam munas juga kebanyakan berhubungan dengan birokrasi. Jarang sekali membahas bidang UKM dan ekonomi mikro lain. Padahal banyak juga alumni yang masih butuh bantuan dalam mengembangkan usahanya," katanya.

Karena itu, dia berharap Kagama tidak akan menjadi ekslusif, meski anggotanya adalah wakil presiden. "Juga mohon diperhatikan keadaan di daerah-daerah," tambahnya.

"Kesempatan untuk aktif dalam Kagama adalah hak setiap alumni. Jadi tidak harus menteri atau orang besar lain yang boleh berperan di sini. Aturan main kami jelas, setiap alumni UGM adalah anggota Kagama. Itu saja," terang Sekretaris Kagama Bambang Praswanto. (luf)

Posted by Wawan Kurniawan on 20.06. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels