|

LINDUNGI PEDAGANG KECIL ; Batasi Jarak Minimarket-Pasar Tradisional

SLEMAN (KR) - Menjamurnya minimarket bisa mengancam keberadaan pedagang pasar tradisional. Karenanya, sudah saatnya pemerintah daerah turun tangan melakukan penataan minimarket. Terutama masalah jarak antara minimarket dengan pasar tradisional, harus ada pembatasan.

"Perlu perhatian serius dari pemerintah, terutama di Yogya untuk mengatur jarak minimarket baik yang ada di jalan besar maupun kecil. Peraturan tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk Perda," kata Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Propinsi DIY GKR Pembayun di Yogyakarta kemarin.

Pemerintah, menurut GKR Pembayun, juga diminta untuk melakukan pencermatan ketika akan memberikan izin pendirian minimarket baru. "Ini mestinya jadi perhatian, tidak hanya sekadar memberi izin," ucapnya. Bagi pengelola minimarket yang melanggar ketentuan pun harus ditegur.
Menurutnya, penurunan omzet pedagang pasar tradisional akibat kalah bersaing dengan minimarket ini terjadi sejak 2 tahun terakhir. Namun tahun ini kondisinya makin parah. "APPSI Pusat sebenarnya sudah membahas permasalahan ini sejak tahun lalu," tuturnya.
Banyak pasar tradisional yang dikepung minimarket. Di Piyungan misalnya, satu pasar dikepung 6 minimarket. Akibatnya pembeli lebih suka belanja di minimarket yang lokasinya lebih nyaman.
APPSI, lanjutnya, senantiasa memperjuangkan agar pasar tradisional kembali menjadi tempat wisata. Antara lain dengan menggelar lomba pasar sejak 2 tahun terakhir. Tahun ini ada 20 pasar yang dinilai, tahun lalu hanya 5. Kecuali itu APPSI juga membuat rating bagi 328 pasar se-DIY pada Desember mendatang. Mulai dari pasar kabupaten, pasar desa dan pasar heritage seperti Beringharjo, Ngasem dan Srowolan. Pasar tersebut nantinya akan dibuat seperti halnya hotel, ada bintang 1-5.
Sedang untuk menekan harga jual, APPSI mencoba merumuskan distribusi center. Bagaimana pedagang pasar bisa mendapatkan barang langsung dari produsen. Dengan memotong mata rantai distribusi harapannya harga barang di pasar tradisional bisa lebih murah dan keuntungan pedagang meningkat. "Kami selalu berupaya agar masyarakat tetap tertarik berkunjung ke pasar tradisional. Tapi kalau jarak dan aturan tidak dikencengi kita juga susah," tandasnya. (Ast)-g

Posted by Wawan Kurniawan on 19.55. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented