|

Nilai UAN Pas -Pasan Ketar Ketir, Nilai Tinggi Aman

RADAR JOGJA - Hari terakhir PPDB SMA kemarin benar-benar membuat banyak orang tua dan calon siswa dibuat ketar-ketir. Khususnya bagi mereka yang punya nilai pas-pasan. Diantaranya adalah tampak di SMAN 1 Kalasan. Daya tampung sekolah ini adalah 192, dengan perincian 124 disediakan untuk casis dalam kabupaten, 48 untuk luar daerah dan 20 orang sudah diterima melalui jalur khusus andalan. Total ada sekitar 400 lebih formulir yang terjual hingga hari terakhir. Namun hingga pukul 10.30 saja sudah ada sekitar 200 casis yang mengembalikan formulir. Dari jumlah itu, hingga rangking 150, nilai terendah yang mendaftar adalah 32,5. Tak heran bila banyak orang tua yang dengan perasaan cemas melihat pergerakan nilai-nilai yang sudah masuk.

Salah satunya adalah Triwinarti dari Kalasan. "Kebetulan anak saya NEM nya cuma 31, tapi saya akan tetap tunggu hingga pukul 11.00. Siapa tahu ada perubahan nilai dan anak saya bisa masuk disini," harap Triwinarti. Namun jika tidak keterima, Tri terpaksa mendaftarkan anaknya ke sekolah lain. "Ya, ini memang berkejaran dengan waktu juga. Soalnya jam 14.00 kan pendaftaran sudah ditutup," sambungnya dengan mimik muka tegang.

Hal serupa juga terlihat di SMAN 1 Prambanan. Ratusan orang tua siswa tampak masih banyak yang menunggu dan serius memandangi layar pergerakan nilai yang disediakan sekolah. "Wah, pusing dan bingung banget nih. Habis anak saya nilai UANnya cuma 25. Padahal pergerakan nilai disini lumayan cepat," kata salah satu orang tua murid yang kemarin sedang mengantar anaknya mendaftar di sekolah tersebut Hastuti Widyawati.

Saat itu, hingga pukul 11.30 sudah ada 246 pendaftar yang mengembalikan formulirnya dari total 387 casis. Padahal daya tampung sekolah ini sekitar 216,dengan kuota untuk dalam kabupaten sebanyak 174. Sedangkan sisanya jatah bagi casis luar daerah. Saat itu, rangking pendaftar urutan 196, nilai terendahnya adalah 26,6. Tak heran, bila aksi cabut berkaspun mewarnai pendaftaran hari terakhir kemarin. Terhitung ada sekitar 10 berkas lebih yang dicabut, dengan range nilai 22,10 - 25,00.

Kendati begitu, hal yang sedikit berbeda tampak di beberapa sekolah negeri favorit kota Jogja. Diantaranya adalah SMAN 6 Jogjakarta. Total pendaftar di sekolah ini adalah 374 yang berasal dari dalam kota dan 140 dari luar daerah. "Untuk nilai terendah dan tertinggi belum bisa dikalkulasikan, karena nilai-nilai ini masih terus bergerak," ujar Ketua PSB SMAN 6 Jogjakarta Sukarman. Di hari terakhir pendaftaran kemarin, penjualan formulir justru sepi. Karena kebanyakan dari mereka hanya tinggal memasukkan berkas.

Demikian halnya dengan SMAN 3 Jogjakarta yang hari terakhir pendaftaran kemarin justru tampak lenggang. "Kalau disini yang ramai memang hari pertama dan kedua saja. Kalau hari terakhir memang sepi," ujar Ketua PSB SMAN 3 Jogjakarta Hamid Sp. M.Ag.

Menurut Hamid, hingga hari ketiga total ada 406 formulir keluar, dengan jumlah pendaftar yang sudah mengembalikan formulir sebanyak 319. Tapi khusus kemarin tercatat hanya 3 formulir saja yang keluar. "Ya, rata-rata yang mendaftar disini adalah kebanyakan dari mereka yakin akan nilainya. Jadi kalau merasa nilainya nggak nyampe, otomatis mereka sudah daftar di tempat lain," kata Hamid. Adapun data yang sudah jelas terlihat adalah jumlah casis yang diterima sebanyak 243. Terdiri dari 170 berasal dari dalam kota dengan nilai tertinggi 39,0 dan nilai terendah adalah 36,6. Sedangkan yang diterima dari luar daerah adalah sebanyak 73 dengan nilai tertinggi adalah 39,8 dan terendah adalah 37,05. Salah satunya adalah Niko Prasetyo Adi Nugroho. "Saya sudah tenang bisa mendaftar disini, karena kan sekolah negeri yang bagus," kata Niko asal Banyuwangi yang memiliki nilai UAN 38,10.

Sedangkan pengumuman penerimaan siswa secara resmi akan dilakukan pada Senin 6 Juli pukul 08.00. Medianya bisa melalui internet dan melihat di papan pengumuman sekolah.

Untuk itu, Hamid mengingatkan bahwa bagi yang sudah diterima, pendaftaran ulang akan dimulai pada 6,7 dan 9 Juli. Adapun syarat-syarat yang diperlukan adalah fotocopy STTB dan SKHUN yang sudah dilegalisir, mengisi formulir data diri siswa yang besok akan disediakan sekolah dan mengisi surat-surat pernyataan. Seperti tidak mengedarkan narkoba, mengikuti agama tertentu dan mematuhi tata tertib sekolah. "Semuanya dibuat di atas kertas bermaterai. Jadi paling tidak orang tua perlu menyediakan 3 materai senilai 6000," jelasnya. (cw2)

Posted by Wawan Kurniawan on 17.43. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels