|

PEMKOT TETAP TERUSKAN PROGRAM KMS ; Kuota untuk Sekolah Negeri Tak Terpenuhi

YOGYA (KR) - Kendati kuota siswa pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) untuk sekolah negeri tidak terpenuhi 100 persen, namun Pemerintah Kota (Pemkot) akan terus melaksanakan program ini. Pasalnya bagi Pemkot yang terpenting kesempatan warga miskin untuk melanjutkan ke sekolah negeri semakin terbuka lebar.

”Dengan kebijakan ini kami berharap bisa memberi kesempatan bagi warga miskin untuk bersekolah di sekolah negeri. Soal kuota yang tak terpenuhi merupakan fakta yang harus diterima,” kata Wakil Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Rabu (1/7).

Haryadi mengimbau pada guru-guru di sekolah favorit untuk tidak membedakan antara siswa pemegang KMS dan siswa reguler. Sementara untuk menangani siswa yang memiliki nilai terlalu jauh dari rata-rata, pihaknya meminta sekolah untuk mencoba dahulu dan melakukan koordinasi dengan dinas Pendidikan.
”Pokoknya sekarang di coba dulu dan jangan mengeluh, karena dari dinas pendidikan akan memberikan kebijakan lain, jalan dulu,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Yogya, Syamsury menuturkan jika Dinas Pendidikan akan bekerjasama dengan Taman Pintar untuk memberikan pelajaran tambahan secara gratis bagi siswa pemegang KMS supaya tidak ketinggalan dengan teman-temannya.

Terpisah Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Yogya Ardianto meminta tidak ada diskriminasi terhadap siswa KMS. Terkait dengan keluhan input siswa KMS nilai rata-rata rendah terutama yang masuk ke sekolah favorit ia minta tidak disikapi berlebihan. ”Kami yakin baik siswa KMS atau yang mampu memiliki potensi sama. Justru dengan kuota ini agar memberi kesempatan sama kepada mereka. Kami juga minta sekolah dan dinas jangan melakukan diskriminasi

Kasek SMPN 5 Yogya, Drs Suparno MPd menyatakan, selisih nilai antara siswa KMS dan reguler yang cukup mencolok secara tidak langsung menjadi problem serius bagi sekolah. Fenomena ini menjadikan sekolah termotivasi mengoptimalkan potensi yang dimiliki agar kesenjangan tersebut bisa diatasi. ”Sejak dulu SMPN 5 tidak pernah membeda-bedakan siswa KMS jadi kami selalu berusaha memberikan layanan yang terbaik. Memang tantangan yang harus dihadapi tidak mudah, tapi kami selalu berusaha melaksanakan sebaik-baiknya,” terang Suparno terhadap siswa miskin,” katanya.

Kasek SMPN 15 Yogya Drs Sukirno SH didampingi Ketua Komite Sudarsono SH MHum mengungkapkan, dari 90 kuota casis KMS di SMPN 15 Yogyakarta dapat terpenuhi. Ada 78 casis menempatkan SMPN 15 dan 12 casis lemparan dari sekolah lain. Dari total pendaftar 208 casis, pihaknya juga melemparkan 9 casis ke sekolah lain.
Beberapa orang tua casis KMS yang tidak diterima di SMPN 15 mengakui kekeliruan mereka dalam menentukan pilihan. Mereka hanya melihat daya tampung, dan NEM yang dipunyai anaknya.

Sedangkan di SMPN 4 Yogya 36 kuota siswa KMS telah terpenuhi, dengan nilai tertinggi 27,95 dan terendah 20,80. Pihaknya juga melemparkan 1 siswa ke sekolah lain dan menerima 5 casis dari sekolah lain. Untuk SMK N 6 Yogya, kuota yang disediakan untuk pemegang KMS telah penuh kecuali Busana Butik yang menyisakan 3 kursi dari 22 kursi yang disediakan. SMKN 6 Yogya menerima siswa dari sekolah lain sejumlah 12 siswa dan melempar 9 siswa ke sekolah lain. (*-2/Ria/*-3/War/Nik)-b

Posted by Wawan Kurniawan on 06.18. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented