|

Sultan: DIY Tidak Perlu KLB Flu Babi

YOGYA (KR) - Pemprop DIY memutuskan untuk tidak memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) atas kasus serangan penyakit influenza A H1N1 atau flu babi di DIY. Pasalnya, pemberlakuan KLB secara tergesa-gesa justru akan berdampak buruk bagi kondisi politik dan ekonomi di wilayah ini.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan hal itu kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Kamis (23/7). Keputusan merupakan hasil rapat koordinasi sejumlah instansi terkait, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, RS Dr Sardjito Yogya dan wakil kepala pemerintahan kabupaten/kota se-DIY.

"Kondisi kesehatan para suspek maupun pasien flu babi yang pernah dirawat di RS Dr Sardjito sudah membaik. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dan saya kira status KLB tak perlu diberlakukan. Yang penting bukanlah ada status KLB atau tidak, melainkan bagaimana tindakan untuk menanggulangi penyebaran flu tersebut," ujar Sultan.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Bondan Agus Suryanto mengatakan, penetapan status KLB flu babi justru dapat menimbulkan dampak politik dan ekonomi yang kurang menguntungkan bagi masyarakat DIY.
Sementara itu Staf Humas RS Dr Sardjito, Banu Hermawan menjelaskan, RS Dr Sardjito Yogya pada minggu depan bakal memiliki Polymerase Chain Reaction (PCR) atau alat untuk mendeteksi keberadaan virus influenza A H1N1 penyebab flu babi, yang berada di darah, lendir hidung, dan lendir tenggorokan. Staf Humas RS Dr Sarjito, Banu Hermawan menjelaskan, tesnya deteksi virus influenza A H1N1 dilakukan tiga kali, yakni tes sampel darah, tes sampel lendir hidung, dan tes sampel lendir tenggorokan. "Biaya pemeriksaan dengan alat tersebut bisa mencapai 1 juta rupiah satu kali tes, namun untuk sementara sampai sekarang, biaya untuk tes itu masih gratis," ungkapnya. (M-6/R-1)-f

Posted by Wawan Kurniawan on 07.49. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented