|

3 Desa Maju Ajang Festival Budaya

SLEMAN- Pengembangan potensi desa bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satu upaya dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIJ. Melalui "Festival Desa Budaya". Selain untuk menunjang pelestarian kekayaan khas desa, kegiatan tersebut bertujuan nguri-nguri dan menumbuhkan kembali eksistensi budaya Jawa yang lambat laun mulai meredup.

"Budaya adalah warisan adiluhung nenek moyang. Karenanya harus terus dikembangkan agar tidak punah," ujar Kepala Seksi Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Provinsi DIJ Bugisworo, kemarin (4/8).

Menurut Bugisworo saat ini ada 32 desa budaya yang tersebar di wilayah Provinsi DIJ. Untuk Kabupaten Sleman, acara festival desa budaya diwakili oleh tiga desa. Yakni, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, dan Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan. Penilaian peserta festival di Sleman dilakukan dua kali. Kemarin (4/8) hanya Desa Wedomartani yang langsug dinilai oleh panitia. Sedangkan dua desa lainnya akan dinilai pada 10 Agustus mendatang. "Kegiatan ini sekaligus sebagai pembinaan dan memfasilitasi desa, serta untuk mengekpresikan berbagai potensi budaya yang ada," terang Bugisworo.Kriteria penilaian meliputi adat istiadar, seni pertunjukan, kerajinan, dan arsitektur bangunan yang ada. Penilaian masih dibagi tiga hal, 50 persen ekspresi, 35 persen konservasi atau pelestarian ke generasi muda, dan 15 persen sisanya untuk potensi budaya. "Sebagai juri, ditunjuk para budayawan, seniman, pendidik, dan pengkaji budaya," tutur Ketua panitia festival Joko Haryanto. Ragam seni budaya yang ditampilkan di Desa Wedomartani, diantaranya, penampilan bregodo Pamong dan punakawan, srikandi , karangtaruna. Selain itu penampilan prosesi wiwit, gunungan tani, upacara mitoni, srandul, dolanan anak, jathilan, Wayang wong, ketoprak ongkek, dan ketoprak gebang dll.

Posted by Wawan Kurniawan on 20.25. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels