|

BPSK Penuhi Sebagian Tuntutan

Sengketa Nasabah dan PT Bank Century Tbk
JOGJA - Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Jogja kemarin (8/8) kembali menyidangkan kasus sengketa antara Veronica Lindayati (pengadu/penggugat) dan PT Bank Century Tbk Cabang Kota Jogja (teradu/tergugat).

Dalam sidang yang dihadiri puluhan nasabah dari PT Bank Century Tbk dari sejumlah di tanah air itu, majelis hakim BPSK yang dipimpin Basuki Hari Saksono SH, Anton Sudibyo S.Sos SH, dan Tri Kirana H itu mengabulkan sebagian dari tuntutan penggugat.

Majelis hakim juga mempersilahkan kepada pihak tergugat untuk mengajukan keberatan ke PN Jogja setelah keluarnya keputusan tersebut.

"Ini keputusan final dari BPSK," terang Anton Sudibyo usai sidang yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu.

Menurutnya, dari keseluruhan isi gugatan yang diajukan memang hanya sebagian saja yang dikabulkan. Diantaranya dana yang ditanam di PT Antaboga Delta Securitas senilai Rp 5,4 milliar.

Usai persidangan, sejumlah nasabah berharap agar keputusan BPSK ini bisa menyadarkan PT Bank Century Tbk. Dengan keputusan tersebut diharapkan bisa dipakai untuk melakukan eksekusi terhadap PT Bank Century Tbk.

"Kami tetap pada pendirian, bahwa Bank Century harus tetap mengembalikan uang kami," ancam Edo Rahman seorang nasabah asal Madura mewakili nasabah yang lain.

Mereka juga mengancam akan mengadukan kasus ini ke DPR RI. Alasannya, kasus ini melibatkan banyak korban dengan nilai kerugian sekitar Rp 1,4 triliun.

"Kalau mereka tidak mau membayar, mereka harus hancur," tegas mereka.

Sedangkan kuasa hukum dari PT Bank Century Tbk Feizal Syahmenan SH menjelaskan, atas keputusan BPSK tersebut pihaknya masih akan mempelajarinya dan menyatakan pikir-pikir untuk menentukan langkah selanjutnya. "Keputusan BPSK Kota Jogja itu sesuai dengan kemampuan BPSK," terang Feizal.

Menurutnya, pihaknya masih punya banyak waktu untuk menentukan langkah strategis selanjutnya. Sebab, langkah yang dilakukan tidak sesederhana yang dilakukan.

"Masih ada waktu kok. Kami masih akan melakukan evaluasi lagi," terangnya.

Sebelumnya, dalam pembelaannya kuasa hukum teradu/ tergugat menyakan bahwa produk yang dibeli pengadu/penggugat adalah produk PT Antaboga Delta Securitas Indonesia dan bukan produk teradu/ tergugat. Mereka juga menyatakan, bahwa PT Antaboga Delta Securitas Indonesia adalah pelaku usaha yang harus bertanggung jawab sesuai dengan UU No 8/1999 tentang perlindungan konsumen.

Feizal menambahkan, proses ini diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang.

Sebelumnya usai kasus Bank Century mencuat sebenarnya ada proses mediasi antara nasabah, Bank Century dan kepolisian. Pasca bank ini diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pengelola di bawah manajemen baru juga tidak lepas tangan. Beberapa langkah telah dilakukan manajemen Bank Century dengan terus memberikan laporan kepada yang berwajib. Manajemen bank tersebut terus berkoordinasi dengan Bareskrim dan aparat terkait seperti Bank Indonesia, Bapepam-LK agar kasus segera Antaboga Securitas segera dilepaskan.

Langkah memfasilitas pertemuan antara nasabah dengan LPS, BI serta ke DPR sebenarnya bukanlah upaya cuci tangan tetapi membantu nasabah yang tengah dirugikan dengan tetap berpegangan pada jalur hukum.

Kasus Antaboga Securitas yang melibatkan oknum di Bank Century telah mengakibatkan ratusan nasabah tertipu akibat produk sekuritas fiktif dengan modus penerbitan reksadana palsu. Kasus tersebut mulai terungkap November 2008 lalu dan mengakibatkan kerugian sebesar Rp 1,4 triliun di pihak nasabah. Kini 100 persen kepemilikan Bank Century diambil alih oleh LPS dan dikelola oleh manajemen baru. (din/hes)

Posted by Wawan Kurniawan on 05.53. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels