|

Dakwah Kultural Masjid Sulthoni Wotgaleh

BERBAH (KR)- Masjid Sulthoni Wotgaleh Kelurahan Sendangtirto Kecamatan Berbah merupakan masjid Kagungan Dalem. Jadi mereka yang mengurusi masjid tersebut merupakan abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Menurut Mas Ngabehi Muhammad Jamroni yang menjadi pimpinan abdi dalem di situ, ada 11 abdi dalem yang bertugas. Masjid Sulthoni menjadi satu kompleks dengan Kagungan Dalem Pesareyan Wotgaleh makam Panembahan Purubaya I - IV.

Tetapi untuk penanganan masjidnya, takmir disamping dari abdi dalem juga ada orang luar. Masjid ini pada jam salat, ramai dengan jamaah. Disamping dari warga sekitar juga ada orang lewat yang menyempatkan salat di tempat itu. Termasuk dipakai pula untuk salat tarawih pada malam Ramadan. Tetapi untuk pelaksanaan salat Idul Fitri maupun Idul Adha, dilaksanakan di halaman masjid, biasanya jamaah membludak sampai ke luar pagar/ benteng masjid. Ada bedug di serambi masjid. Namun menurut Jamroni jarang dibunyikan, karena masjid sudah dilengkapi sound system, sehingga kumandang azan dari muazin bisa terdengar sampai jauh. Ada juga dakwah kultural melalui nyadran agung.

"Persisnya tahun berapa dibuat saya tidak hafal, tetapi pada abad 16," kata Jamroni tentang kapan masjid itu dibuat. Di belakang masjid terdapat makam Wotgaleh, disitulah Panembahan Purubaya I-IV dimakamkan. Panembahan Purubaya merupakan sentana dalem raja Mataram, oleh karena itu kompleks masjid dan makam masuk dalam kagungan dalem Kraton Ngayogyakarta.

Sesuai fungsinya sebagai masjid, maka Masjid Sulthoni disamping untuk salat juga untuk dakwah menyebarluaskan agama Islam. Termasuk pula dengan cara kultural. Masjid Sulthoni menjadi tempat nyadran agung warga Kelurahan Sendangtirto, yang dikemas sedemikian rupa dengan harapan bisa menjadi salah satu peristiwa budaya yang bisa menarik perhatian wisatawan. Kegiatan tersebut mendapat suport baik dari Pemerintah Desa Sendangtirto maupun Kecamatan Berbah.

"Nyadran agung rutin tiap tahun, untuk tahun ini dilaksanakan Senin 10 Agustus yang lalu," kata Jamroni kepada KR di masjid Sulthoni Kamis (20/8). Terkait dengan pencarian jati diri Kecamatan Berbah, Camat Krido Suprayitno menggelar sarasehan menggali dan menanamkan nilai kepahlawanan yang ada pada Panembahan Purubaya di masa hidupnya. Tokoh Panembahan Purubaya (sebelumnya bergelar pangeran), adalah sosok senapati kerajaan Mataram. Mengantisipasi jumlah jamaah di Masjid Sulthoni dan peziarah di makam Wotgaleh yang cenderung meningkat, maka takmir masjid sedang membangun tempat parkir baru. "Dananya dari infak jamaah, dan peziarah," kata Jamroni.(War)

KR-WARISMAN
Masjid Sulthoni Wotgaleh

Posted by Wawan Kurniawan on 03.15. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels