|

PEREDARAN UPAL MELONJAK DUA KALI LIPAT ; Penukaran Uang Rp 2.000 Capai Rp 2,4 M

YOGYA (KR) - Menjelang Lebaran 2009, Bank Indonesia (BI) Yogyakarta memberikan layanan khusus penukaran uang bagi masyarakat umum. Untuk mengantisipasi tingginya permintaan masyarakat, BI Yogyakarta menyiapkan uang pecahan Rp 2.000 sebesar Rp 10,4 miliar. Sejak Senin (24/8) BI Yogya juga menambah nomor antrean dari 500 menjadi 600 nomor/hari.

"Hingga Kamis (27/8), jumlah uang pecahan Rp 2.000 yang telah ditukarkan di BI Yogyakarta mencapai Rp 2,4 miliar. Angka ini dipastikan terus meningkat, mengingat tingginya permintaan masyarakat, terutama terhadap uang pecahan Rp 2.000 yang baru diluncurkan 10 Agustus lalu" kata Kepala Seksi Operasional Kas BI DIY, I Nyoman Dharma S kepada KR di ruang kerjanya, Kamis (27/8).

Menurut Nyoman, agar penukaran dapat terdistribusi merata, pihaknya membatasi jumlah uang yang ditukarkan maksimal sebesar Rp 3,7 juta untuk setiap nomor antrean. Uang Rp 3,7 juta yang ditukar itu terdiri masing-masing 100 lembar pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 2.000.
Nyoman mengatakan, lonjakan permintaan biasanya terjadi pada dua minggu hingga beberapa hari sebelum lebaran. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan meningkatkan layanan khusus pada 7 hingga 17 September 2009 setiap Senin hingga Kamis. "Mulai 7 September, kami akan menyiapkan uang pecahan Rp 1.000 untuk ditukarkan. Nomor antrean juga akan ditambah menjadi 800 nomor/hari," ujarnya.
Selain menambah layanan khusus penukaran uang di dua loket, BI Yogyakarta juga menyediakan mobil Kas Keliling di pasar-pasar di DIY dua kali seminggu setiap Selasa dan Rabu, serta satu bulan sekali ke wilayah Wonosari.

Nyoman juga mengungkapkan penemuan uang palsu (upal) di DIY yang melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hingga akhir Agustus 2009, jumlah uang palsu yang ditemukan sebanyak 851 lembar dari berbagai nominal, dengan nilai total mencapai Rp 74,005 juta. Sedangkan jumlah uang palsu yang ditemukan sepanjang 2008 tercatat 474 lembar dengan nilai total Rp 36,765 juta.
"Naiknya penemuan upal mengindikasikan masyarakat Yogya sudah mulai mengetahui ciri-ciri upal dan dapat membedakannya dengan yang asli. Hingga akhir Agustus tahun ini, upal terbanyak ditemukan pada pecahan Rp 100.000 sebanyak 639 lembar," jelas Nyoman.

Ditambahkan, peredaran upal cenderung meningkat pada momen-momen besar seperti pilpres dan lebaran. Karena itu masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi beredarnya upal. (M-6)-f

Posted by Wawan Kurniawan on 04.13. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels