|

Tiket Arus Balik KA Mulai diburu

HARIAN JOGJA - DANUREJAN: Meski Lebaran masih sekitar satu bulan, tiket arus balik dari Stasiun Tugu mulai diserbu pembeli. Pemesanan tiket arus balik pada H+2 Lebaran sudah mencapai 75persen dari kursi yang tersedia. PT Kereta Api (KA) Daop VI, Jogja memprediksi puncak pemesanan tiket arus balik akan terjadi pada 27 Agustus.

Kepala Humas PT KA Daop VI, Jogja, Eko Budiyanto berujar, pihaknya mulai melayani pemesanan tiket arus balik kelas bisnis dan eksekutif sejak satu bulan sebelum keberangkatan. Menurutnya, dalam satu hari, tiket kelas bisnis dan eksekutif untuk arus balik langsung habis dipesan. Cepatnya penjualan tiket arus balik itu karena kemudahan pemesanan tiket melalui sistem online.

“Jadi yang memesan tiket arus balik dari Jogja bisa saja memesan dari luar kota, seperti Surabaya dengan sistem online. Sehingga, tiket arus balik cepat terjual,” terang Eko, Senin (24/8) di kantornya. Dia menambahkan, tiket arus balik H+2 Lebaran yang mulai dibuka kemarin sudah terjual sebanyak 75 persen. Pihaknya memprediksi, puncak pemesanan tiket arus balik akan berlangsung pada 27 Agustus mendatang.

Pada tanggal itu, PT KA mulai membuka pemesanan tiket arus balik untuk 26 September atau H+5 lebaran. “Kami memprediksi tanggal 26 September adalah puncak arus balik. Pemesanan tiket untuk tanggal tersebut pasti cepat terjual,” lanjutnya.

Menurut Eko, pihaknya akan menambah tiga kereta api saat Lebaran dari dan ke Jogja. Ketiganya adalah Bengawan Lebaran untuk kelas ekonomi, Senja Utama Lebaran untuk kelas bisnis, dan Argolawu Lebaran untuk kelas eksekutif. Dia berkata, tambahan tempat duduk melalui tiga kereta itu sebanyak 1.934 kursi. Adapun, total tempat duduk yang tersedia dalam pengoperasian kereta tiap hari sebanyak 8.320 kursi.

“Sehingga, selama Lebaran, total tempat duduk yang tersedia mencapai 10.254 kursi. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang melebihi kapasitas kursi, kami memperbolehkan penumpang kereta api berdiri dalam gerbong. Tiap kelas memiliki persentase yang berbeda mengenai penumpang yang boleh berdiri selama naik kereta,” lanjutnya.

Penumpang yang boleh berdiri dalam kereta kelas ekonomi, imbuh Eko, sebanyak 50persen dari kapasitas kursi. Adapun, penumpang kelas bisnis yang boleh berdiri maksimal sebanyak 20persen dari kapasitas kursi. Sementara, untuk kelas eksekutif, pihaknya memberlakukan kebijakan khusus bagi penumpang yang ingin berdiri karena telah kehabisan kursi.

“Jika mereka harus berdiri, karena kehabisan kursi misalnya, mereka tidak boleh menuntut apa pun,” tegasnya. Tahun lalu, selama lebaran, penumpang kereta api di Jogja mencapai 224.968 orang. Tahun ini, PT KA Daop VI memperkirakan kenaikan sebasar 5 persen, yakni menjadi 236.888 penumpang.

Oleh Budi Cahyana
HARIAN JOGJA

Posted by Wawan Kurniawan on 06.40. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented