|

Tunggakan Klomtan Capai Rp2,65 miliar

HARIAN JOGJA - WONOSARI: Unit Pengelola Permodalan Kelompok Petani (UPPKP) Gunungkidul tidak akan melakukan pemutihan pada kelompok tani (Klomtan) yang menunggak membayar angsuran kredit angsuran kredit dana bergulir penguatan modal.

Nilai tunggakan kredit melalui program tersebut mencapai Rp2,65 miliar dari Rp3 miliar dana yang belum dibayarkan sejumlah Klomtan yang terdaftar di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Gunungkidul antara 2000 sampai 2002.

“Proses penagihan tetap kita lakukan karena bentuknya pinjaman. Kami sangat menghargai itikad baik Klomtan yang masih mengangsur karena keberadaan mereka sulit dilacak,” ungkap Pramanto, Manajer UPPKP Gunungkidul, kemarin.

Menurut dia, ketiadaan daftar Klomtan penerima dana bergulir antara 2000 sampai 2002 dari DPTPH Gunungkidul membuat pelacakan keberadaan Klomtan penunggak menjadi terhambat.

Imbasnya, UPPKP memakai sistem gethok tular dengan para Klomtan yang tercatat di UPPKP untuk mengetahui keberadaan Klomtan yang menunggak. Dengan sistem itu, UPPKP sudah berhasil mengumpulkan uang tunggakan sekitar Rp350 juta.

Menurut Parmanto, dana bergulir itu mesti dikembalikan karena akan digunakan kembali untuk menggulirkan dana bantuan ke Klomtan lainnya yang tercatat di UPPKP dan sifatnya pinjaman modal usaha bergulir.

Dan UPPKP, imbuh dia, tidak memiliki daftar Klomtan yang masih menunggak itu karena pada antara 2000 sampai 2002 UPPKP belum terbentuk sehingga arsip Klomtan dilakukan Dinas Pertanian.

“Dana bergulir ini dulu ditangani Dinas Pertanian karena diberikan pada petani untuk kegiatan peningkatan usaha tani. Klomtan yang belum bayar ini biasanya menganggap dana bergulir itu sebagai hibah,” ujar Parmanto.

Direktur Global Care Indonesia Bektiwibowo mengatakan, DPTPH Gunungkidul semestinya memiliki catatan Klomtan yang masih menunggak dana bergulir dan memberikan salinannya ke UPPKP.

“Sehingga kalau sampai di DPTPH itu sampai tidak ada catatan siapa saja yang memakai dana bergulir itu, UPPKP ya tentu kesulitan mencari tunggakan yang belum dibayar itu,” ungkapnya.(Galih Eko Kurniawan)


Posted by Wawan Kurniawan on 16.34. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels