|

Dokter RS Sardjito Patenkan Pompa Hidrosefalus

SETELAH tiga tahun menunggu, akhirnya Dr dr P Sudiharto SpBS memperoleh Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), didaftarkan 11 Oktober 2006 dan baru lolos 3 September lalu. Perjalanan paten ‘Sistem Pirau Katup Celah Semilunar untuk Terapi Pasien Hidrosefalus’ (kepala besar) di Kantor HaKI ini cukup panjang sejak penelitian untuk menyusun disertasi yang hasilnya lulus cum laude 2004.

Alat ini untuk memompa cairan yang ada di dalam otak supaya tidak mendesak otak yang membuat kepala menjadi membesar. Temuan alat pirau atau pompa katub celah semilunar untuk pasien hidrosefalus ini terdiri dari 5 komponen. Pertama, kateter ventrikel yang menyatu dengan tabung pompa di bagian ujung masuk ke rongga ventrikel tertutup dan terdapat 8 lubang kecil.

”Sedang ujung lainnya terdapat satu katub celah semilunar, di antaranya terdapat tonjolan antislip,” ujar Dr Sudiharto di Ruang Komite Medis RSUP Dr Sardjito kepada wartawan Jumat (18/9) didampingi Wakil Dekan FK-UGM Prof Suhardjo, Direktur Pelayanan Medis RS Dr Sardjito Prof Budi Mulyono dan Ketua Perhimpunan Dokter Bedah Saraf dr Indro Basuki.
Kedua, tabung pompa berbentuk silindris, di dalamnya terdapat 2 buah katup celah semilunar bagian proksimal dan distal, di antaranya ada ruang untuk memompa cairan. Ketiga, pipa penyambung menyatu dengan tabung pompa, keempat konektor yang terbuat dari stainless steel dan kelima keteter peritoneal mempunyai ujung tertutup dengan satu katup celah semilunar.
Sebagian besar komponen sistem pirau terbuat dari karet silikon medical grade, kecuali konektornya. Bahan karet silikon dipilih sebagai bahan utama pembuatan sistem pirau katup karena mempunyai sifat biokompatibel dan dapat ditanam dalam tubuh jangka waktu lama. Alat ini berfungsi untuk mengalirkan kelebihan cairan otak dari rongga ventrikel menuju rongga perut.
Cairan otak di dalam rongga perut akan diserap kembali masuk ke dalam sistem peredaran darah sistemik. Alat ini telah diujicoba dan dibandingkan dengan alat sejenis buatan Amerika jumlahnya sekitar 60 unit, ternyata tidak satupun alat itu yang sama dengan temuan dokter RSUP Dr Sardjito dan dosen Fakultas Kedokteran (FK) UGM yang menghasilkan gelar doktor ini.
Alat pompa cairan otak hidrosefalus ini lebih efisien dan ekonomis, karena bisa dibuat sendiri, alat serupa yang ditanamkan dalam tubuh melalui belakang telinga ini, buatan Amerika harganya Rp 16 juta, paling murah Rp 8 juta dan buatan Jepang Rp 4 juta. Buatan Prof Sudiharto hanya Rp 1,5 juta dengan kualitas yang sama. Observasi dilakukan selama 3 tahun dengan 118 subjek penelitian 5 di antaranya meninggal.
Alat pompa cairan hidrosefalus buatan Sudiharto ini sudah dipasang pada 7.400 pasien hidrosefalus se Indonesia, sekitar 80-90 di antaranya pasien RS Dr Sardjito. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil komplikasinya hanya 8 persen, mekanik 50 persen. ”Alat pompa cairan hidrosefalus ini dihasilkan karena keprihatinan terhadap pasien yang meninggal di depan saya,” ujar Dr dr P Sudiharto SpBS. (Asp)-n

Posted by Wawan Kurniawan on 16.34. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented