|

PENYELESAIAN RUUK DIY TERANCAM MUNDUR ; Sultan Kecewa Sikap Pemerintah

YOGYA (KR) - Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengatakan kecewa pada sikap pemerintah, yang menyebabkan tertundanya pembahasan RUU Keistimewaan DIY, sehingga kemungkinan besar tidak bisa selesai tepat waktu. Sultan juga kecewa dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu, agar dalam memutuskan UUK DIY tidak perlu terburu-buru.

”Bagi saya, masalahnya bukan terburu-buru atau tidak, melainkan soal kemauan dan itikad baik dari pemerintah untuk bisa menyelesaikan RUUK tepat waktu. Pasalnya dari awal sudah ada kesepakatan antara pemerintah dan DPR, sudah ada jadwal hingga RUUK diplenokan tanggal 29 September. Berarti, kalau ada perbedaan harus diselesaikan secara maraton agar selesai tepat waktu,” kata Sultan kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Yogya, Selasa (15/9).

Menurut Sultan, Depdagri dan DPR sudah sepakat menyelesaikan pembahasan sesuai jadwal. Namun presiden ingin menunda dengan menyatakan tidak perlu terburu-buru. Pembahasan RUUK tidak selesai karena jadwal yang disepakati kedua pihak tidak dipenuhi dan ada pihak yang ingin mengambil momentum lain.
”Pemerintah dan DPR sudah menyepakati jadwal. Sekarang jika ada pihak yang tidak memenuhi jadwal berarti ingin mengambil manfaat lain. Contohnya, Senin (14/9) kemarin mestinya ada sidang, tapi eksekutif sudah memastikan tidak hadir. Berarti tidak ada itikad untuk menyelesaikan,” tandas Sultan.
Menanggapi rencana sekelompok masyarakat Yogya untuk memasang bendera setengah tiang Rabu (16/9) sebagai ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah, Sultan mengatakan hal itu wajar. ”Saya memaklumi sikap masyarakat. Jadi wajar saja, saya pun juga kecewa,” katanya. (M-6)-n

Posted by Wawan Kurniawan on 19.03. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels