|

Di Yogya, Baru 30 Persen Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Pendidikan Salafiah Kantor Wilayah Departemen Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ridwan Priyanto mengatakan baru sekitar 30 persen dari 280 pondok pesantren di provinsi ini yang telah menerapkan program wawasan lingkungan.

"Meskipun program pesantren berwawasan lingkungan itu sudah dilaksanakan sejak tiga tahun lalu, belum semua ponpes di DIY melaksanakannya, karena dari 280 ponpes di provinsi ini, baru sekitar 90 ponpes yang sudah melaksanakan program tersebut," katanya di Yogyakarta, Jumat (6/11).

Menurut dia, sekitar 190 ponpes masih terus dibina untuk memenuhi standar kebersihan lingkungan, terutama bagi pesantren yang memiliki lahan sempit, namun berpenghuni sangat banyak. "Jika dulu ponpes selalu identik dengan lingkungan yang kumuh, kotor, dan tidak terawat karena banyaknya penghuni, kini anggapan itu mulai sirna dengan upaya pemerintah melalui program tersebut, yang juga dilakukan pengelola serta penghuni pesantren," katanya.

Ia mengatakan pemerintah mulai menggalakkan gerakan ekopesantren, yakni pesantren berwawasan lingkungan yang wajib memperhatikan keadaan lingkungannya terutama dalam hal kebersihan. "DIY merupakan provinsi pertama di Indonesia yang menggalakkan program tersebut. Sejak tiga tahun lalu setiap tahun Kanwil Depag DIY bersama pemerintah kabupaten maupun kota memberikan bantuan dana stimulan kepada pesantren terpilih untuk meningkatkan kualitas di bidang lingkungan hidup," katanya.

Selain itu, menurut dia, ada juga program khusus berupa pelatihan kepada ponpes mengenai pengelolaan lingkungan dan pengolahan limbah cair, mengingat limbah cair di lingkungan ponpes menjadi limbah terbanyak yang dihasilkan dari banyaknya santri yang menghuni. "Dibanding lima atau 10 tahun lalu, kondisi ponpes di DIY saat ini sudah jauh lebih bersih. Jika dulu kita masuk ke ponpes selalu terkesan kumuh dengan bau yang kurang sedap, dan pakaian yang digantung di sembarang tempat, kini sudah tidak ada lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pondok Pesantren Kanwil Depag DIY Mas’amah mengatakan ponpes yang sudah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) jumlahnya masih sedikit. "Jika yang sudah punya IPAL mungkin hanya beberapa ponpes, terutama ponpes besar yang jumlah santrinya lebih dari seribu orang, ini karena terkendala biaya," katanya.
XVD
Editor: primus

Posted by Wawan Kurniawan on 06.02. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels