|

Hari Pahlawan : Prajurit Keraton Tak Mau Kalah Gagah

HARIAN JOGJA - Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Tidak jauh beda dengan kondisi saat ini, 64 tahun lalu para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan peralatan seadanya. Perjuangan itu tetap harus dikenang dan dihargai.Saat ini meski telah banyak kemajuan peralatan perang di Indonesia, alat-alat tersebut jumlahnya belum memadai dan masih jauh tertinggal dibanding negara lain, bahkan dengan negeri jiran sekalipun.

Usai memproklamirkan kemerdekaan, NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris yang kerap dikenal Agresi Militer Belanda I. Perlawanan rakyat sontak berpadu yang mulanya hanya spontan dan tidak terkoordinasi, tapi kian hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran di Surabaya, memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Peristiwa berdarah di Surabaya yang merenggut banyak nyawa pejuang dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah, yang kemudian dikenang dan ditetapkan sebagai Hari Pahlawan. Semangat arek-arek Surabaya itu, harus dikembangkan untuk dapat melahirkan ide-ide yang kreatif dan cemerlang, sehingga Indonesia jadi bangsa besar. Peristiwa itu kembali dikenang Selasa, kemarin. Bunyi sirine dari kendaraan polisi, ambulans dan sirine kuno yang terletak di Pasar Beringharjo dibunyikan serempak, menandakan peringatan hari bersejarah itu.

Berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya, upacara peringatan Hari Pahlawan ke-64, di Alunalun Utara tersebut diikuti oleh prajurit- prajurit Keraton Jogja. Mereka tak mau kalah dengan polisi dan militer. Tampil dengan segala kegagahan mereka. Hadir dalam upacara tersebut, Wakil Gubernur Paku Alam IX, para pejabat militer, kepolisian, pejabat sipil, serta perintis kemerdekaan.

“Peringatan ini bukan seremonial semata. Semangat para pahlawan perlu diteladani, diamalkan dalam kehidupan seharihari, guna mengatasi tantangan dan permasalahan bangsa, karena apa yang dihadapi bangsa sekarang ini tidak ringan,” seru Marsekal Muda TNI, BS Silaen, sang inspektur upacara.

Oleh Andreas Tri Pamungkas
WARTAWAN HARIAN JOGJA

Posted by Wawan Kurniawan on 14.40. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented