|

Sabtu & Minggu Malioboro `ditutup`

HARIAN JOGJA: Penataan kawasan di sejumlah tempat terus direncanakan. Jika di Jombor akan dibangun fly over dan under pass, wacana menutup Malioboro dari kendaraan bermotor kembali dikemukakan. “Soal Malioboro pada hari Sabtu dan Minggu akan kita terapkan green area, jadi Malioboro akan bebas dari kendaraan roda dua maupun roda empat,” ungkap Direktur lalu lintas (Dirlantas) Polda DIY, Kombes M. Ikhsan, saat ditemui seusai acara sosialisasi Undang-undang (UU) No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di aula Plaza Informasi, Rabu (25/11).

Ikhsan yakin, penerapan green area tersebut dapat berjalan, meski pada satu tahun sebelumnya, di Malioboro juga pernah diberlakukan hal serupa pada Minggu pagi dan gagal.Meski begitu, pada permulaannya, kata dia, green area mungkin dapat diterapkan pada Sabtu dan Minggu Pagi, atau Sabtu dan Minggu Sore.

“Minimal green area dapat dilakukan. Kalau Malioboro ikonnya wisata Kota Jogja, monggo itu digunakan sebagai tempat wisata, sehingga hari Sabtu Minggu perlu kita tutup dan mengalihkan arus kendaraan,” jelas dia. Dia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, mulai dari pemerintah, swasta dan LSM agar green area tersebut dapat berlaku.

Menurutnya, pemberlakuan tersebut dapat secepatnya dilakukan, mengingat kajian akademis sudah dilaksanakan. “Selanjutnya mungkin kita nanti akan koordinasi dengan Pemda, kapan kajian itu akan dilaksanakan seluruhnya,” kata dia. Koordinasi itu menurutnya juga untuk mengatur bagaimana sistem parkir, penataan PKL, parkir andong dan becak bagaimana becaknya.

Termasuk area pejalan kaki. “Itu yang akan kita tata ke depannya. Green area bukan berarti akan menyengsarakan para stake holder, justru akan semakin menguntungkan,” kata dia. Ikhsan kembali menegaskan untuk dapat melaksanakan green area tersebut tinggal komitmen dari pemerintah daerah.

“Kalau Walikota besok menandatangani tentu kita akan melaksanakannya. Paling tidak akhir tahun ini sudah dapat diterapkan,“ kata dia. Setelah diterapkan, pihaknya berjanji akan melakukan pengawasan yang lebih maksimal. Kepala Bidang Lalu Lintas Darat dan Laut, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika DIY, Rudi Soelistiyono mengaku koordinasi telah dilakukan.

Hanya, soal kapan pelaksanaannya pihaknya belum bisa memastikan. “Waktu pelaksanaan kami sesuaikan agar tidak berdampak dengan kondisi sosial, misalnya parkir, PKL agar mereka merasa tidak digusur,” jelas dia.

Oleh Andreas Tri Pamungkas
HARIAN JOGJA

Posted by Wawan Kurniawan on 05.36. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented