|

Satu Jam Menikmati Keindahan Gedung Agung

Mengisi liburan tidak harus selalu mengunjungi tempat-tempat rekreasi seperti biasanya. Berkunjung ke pantai, pusat perbelanjaan atau ke tempat rekreasi lainnya mungkin sudah sangat wajar. Sekadar melepas kepenatan setelah berhari-hari bergulat dengan kesibukan sehari-hari bisa juga dilakukan di tempat lain.

Yakni melakukan kunjungan ke Gedung Agung Jogja. Tidak hanya bisa melepas penat, kita juga bisa mendapatkan banyak pengetahuan usai melakukan telusur di Istana Negara Kepresidenan di Jogja itu sekitar 1 jam lamanya.

Berkeliling dan melihat secara dekat Gedung Agung bukan hal yang mustahil dilakukan. Sejak beberapa tahun yang lalu, kebijakan dari Kepala Istana Negara telah memperbolehkan kalangan umum untuk bisa berkunjung ke sejumlah Istana Negara Kepresidenan yang tersebar di Indonesia. Salah satunya adalah di Jogja.

Syaratnya mudah, hanya dengan mengajukan surat permohonan untuk melakukan kunjungan selama hari kerja kepada Sekretariat Rumah Tangga Keresidenan Istana Jogja. Di dalam surat tersebut mencantumkan waktu pelaksanaan kunjungan serta jumlah peserta kunjungan. Maka dalam hitungan hari, jika memang tidak ada agenda kepresidenan semisal ada kunjungan dari Presiden, Wakil Presiden atau tamu negara di Istana Negara, maka permohonan kunjungan yang diajukan pasti akan terealisasi.

“Proses pengajuan surat permohonan cepat dan tidak berbelit-belit. Bahkan bisa ditunggu. Dan yang paling menarik tidak ada biaya yang kami kenakan dari kunjungan yang dilakukan oleh masyarakat,” terang staf Sekretariat Rumah Tangga Keresidenan Istana Jogja, Bambang kepada Harian Jogja, saat open house Gedung Agung, pekan lalu.

Selama ini, kunjungan Istana Negara telah banyak dilakukan oleh para pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA hingga mahasiswa baik dari Jawa atau luar pulau. Bahkan ada beberapa pengajuan kunjungan dari lembaga masyarakat dari beberapa daerah di Indonesia.

Ruangan
Paket wisata telusur Istana Negara yang akan dipandu oleh salah satu staf rumah tangga istana tersebut dimulai dari penjelasan pemandu akan sejarah singkat keberadaan Istana Negara Jogja. Kemudian, penjungjung akan dibawa masuk ke dalam salah satu ruangan resmi yang biasanya digunakan untuk melakukan pembicaraan dengan tamu negara. Yakni Ruang Diponegoro dan Ruang Soedirman [letaknya berhadap-hadapan].

Masuk, melalui koridor sisi sebelah kanan pengunjung akan ditunjukan sejumlah kamar yang biasa digunakan oleh Wakil Presiden atau tamu negara yang datang bermalam di Istana Negara Jogja. Yakni dalam urutan kamar nomor 5-8. Sedangkan di sisi sebelah kiri, ada terdapat 4 kamar yakni kamar nomor 1-4 yang hanya digunakan untuk akomodasi Presiden (RI 1) beserta keluarga.

Di antara kedua lajur kamar akomodasi tersebut, terdapat Ruang Garuda [ruang tamu resmi yang berukuran jauh lebih luas daripada Ruang Diponegoro dan Soedirman] yang digunakan untuk menerima tamu-tamu negara.

Setelah itu, pengujung akan dibawa menuju ruang perjamuan resmi. Di sana, perjamuan dari makanan pembuka dan makanan penutup dilakukan secara resmi. Dan selanjutnya rombongan akan dibawa masuk ke dalam ruang kesenian. Sebuah ruangan yang cukup luas, terdiri dari panggung dan ruang penonton. Dengan dilengkapi seperangkat alat musik gamelan yang sering “ditabuh” untuk menghibur tamu-tamu istana.

Tidak hanya itu, pengunjung juga akan dibawa masuk untuk melihat taman istana, kamar-kamar untuk para ajudan, kamar untuk awak media massa, kamar untuk pasukan pengawal keamanan presiden dan sejumlah ruang-ruangan lain yang kesemuannya merupakan bangunan asli peninggalan zaman kolonial Belanda. (Yuspita Anjar Palupi)

Posted by Wawan Kurniawan on 19.12. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented