|

Tidak Boleh Ada Sekolah Tarik Sumbangan Qurban

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta tidak akan mengeluarkan aturan apapun yang mewajibkan siswa sekolah membayar iuran atau sumbangan untuk pelaksanaan qurban pada Idul Adha nanti. Dinas Pendidikan memang memberikan kesempatan bagi siswa yang ingin mengumpulkan sumbangan untuk qurban di sekolah masing-masing, namun seiklhlasnya, tanpa adanya batasan nominal secara kuantitaif.

"Kalau untuk latihan bagi siswa bolah saja dilaksanakan hal semacam itu. Tapi jangan sampai muncul paksaan. Jumlahnya tidak boleh ditentukan," tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Syamsury di Taman Pintar Yogyakarta, Sabtu (14/11).

Ditambahkannya, aturan semacam ini memang sudah sesuai dengan instruksi Walikota Yogyakarta. Jika guru, memang dibolehkan, namun untuk siswa tidak boleh ada paksakan. "Kalau ada kesepakatan komite orang tua ya boleh-boleh saja, tapi yang tidak mampu jangan dipaksa. Silakan lathan seiklasnya, seribu, dua ribu, boleh-boleh saja, jangan dipatok harga tertentu. Tapi kalau ada orang tua yang mampu, dan mau menyumbang ke sekolah ya boleh-boleh saja," paparnya.

Hari ini (Sabtu, 14/11) Surat Kabar Harian (SKH) Kedaulatan Rakyat (KR) menampilkan SMS pembaca dari seorang wali murid siswa sebuah SD di Lempuyangan. Dalam SMS tersebut dinyatakan, wali murid merasa keberatan, karena sekolah mewajibkan siswanya menyumbang sebesar Rp 60.000 untuk pelaksanaan Kurban. Mendengar laporan ini, Kepala Dinas Pendidikan berujar bahwa dirinya akan segera menindaklanjuti hal ini.

"Akan saya kroscek ke kepala sekolahnya, apakah aturan itu dari sekolah, atau dari komite orang tua. Kalau kesepakatan dari orang tua ya silakan, tapi jangan disamaratakan. Kalau yang tidak mampu ya jangan dipaksa," pungkasnya. (Den)

Posted by Wawan Kurniawan on 19.04. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels