|

Menjurus Pornografi, Patung Ajang Biennale Dirazia Pol PP

YOGYA (KRjogja.com) - Salah satu patung instalasi karya seni dalam ajang Biennale X di taman simpang tiga Demangan, Jalan Affandi Yogyakarta, dirazia oleh Satpol PP dari Dinas Ketertiban Yogyakarta, Jumat (11/12). Patung tersebut dianggap menyalahi norma, karena menjurus pornografi, yakni patung dengan bentuk menyerupai alat kelamin pria, yang pangkalnya menyerupai alat kelamin wanita.

Menurut Kepala Dinas Ketertiban Yogyakarta, Wahyu Widayat, pihaknya mendapat laporan dari Camat Gondokusuman, tempat didirikannya patung tersebut, yang mengeluhkan dari warga atas keberadaan patung tersebut. Atas keluhan dari masyarakat, akhirnya pihaknya segera merazia patung tersebut.

"Tadi pagi kami copot, setelah mendapat laporan dari kecamatan, bahwa ketua RT dan RW disana meminta kami menertibkan patung tersebut. Kami langsung menurunkan dan menyimpannya di gudang kami. Patung tersebut boleh diambil, namun jangan dipasang lagi di tempat umum, karena menyalahi norma dan melanggar KUHP pasal 282 ayat 1 dan 2. Kami juga sudah menyusur Yogyakarta, mengamati karya seni lain dan baru menemukan satu itu yang bersifat porno," ujarnya.

Sementara itu, Seniman Butet Kertaradjasa yang juga sekaligus Direktur Biennale X 2009 menjelaskan, karya seni garapan Agus Setiyoko Lampah tersebut tidak semestinya diturunkan. Dijelaskannya, Walikota Yogyakarta sudah mendukung penuh pemasangan beberapa karya instalasi di beberapa titik di Yogyakarta.

"Manusia-manusia yang otaknya ngeres pasti melihat sesuatu dalam tafsir pornografi. Kalau kita berpikirnya sehat dan menjunjung prinsip keadaban, tidak akan berpikir ngeres dalam melihat karya seni. Kalau gitu, nanti tiang listrik dikira penis atau gua selarong dikira vagina," ujar Butet.

Diakuinya, saat ini pihaknya kini sedang melihat duduk persoalannya dahulu secara seksama, baru kemudian akan menempuh langkah-langkah berikutnya. "Kalau dilarang dipasang, itu cara berfikir yang salah. Wong walikotanya saja mendukung dan dia berpikir waras kok. Kalau aparatnya seperti itu, ini menunjukkan tidak ada koordinasi yang baik di pemerintahan Kota Yogyakarta," kata Butet. (Den)

Posted by Wawan Kurniawan on 02.21. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented