|

6 Suporter Ditahan...

HARIAN JOGJA - SLEMAN: Melalui gol tunggal Muhammad Eksan menit ke-59, PSS Sleman sukses menundukkan saudara tuanya, PSIM Jogja, pada laga derby DIY di Stadion Maguwoharjo, dalam lanjutan Liga Joss Indonesia 2009-2010 Wilayah Timur. Kekalahan ini membuat posisi PSIM di klasemen sementara kian rawan.

Laskar Mataram kini berada di zona degradasi. Seusai pertandingan, pendukung PSS, Slemania, dan pendukung PSIM, Brajamusti, terlibat aksi saling lempar batu. Kerusuhan ini terjadi di berbagai sudut stadion. Untuk mengantisipasi meluasnya kerusuhan, Polda DIY dan Polres Sleman menurunkan ratusan personelnya untuk mengamankan pertandingan berikut suporternya.

Bahkan dua unit mobil water cannon harus stand by di samping stadion untuk menghalau suporter yang bersitegang. Sementara itu, rentetan kerusuhan yang berakibat pecahnya kaca-kaca stadion dan rusaknya sejumlah motor, Polsek Depok Timur mengamankan enam supporter. Selain itu juga ditemukan supporter kedapatan membawa senjata tajam yang masih berstatus pelajar.

Dalam lapangan, sejak peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup wasit Hasanudin dari Sidoarjo, pertandingan ini langsung berjalan keras. Kedua tim sama-sama tampil ngotot meski Stadion Maguwoharjo diguyur hujan lebat. Meski kedua tim tampil ngotot, tidak banyak peluang matang yang terjadi di sepanjang babak pertama ini. Alhasil hingga turun minum kedudukan tidak berubah, tetap 0-0.

Di babak kedua, tempo permainan tidak banyak berubah. PSS dan PSIM tetap tampil ngotot. Namun, PSS kali ini mampu mendapatkan sejumlah peluang. Puncaknya adalah saat M. Eksan mampu menyambar bola crossing Sahid Widianta. Dengan memanfaatkan kelengahan pemain belakang PSIM, Abdullah Rifa’i, Eksan akhirnya menaklukkan kiper PSIM, Agung Prasetya. Dengan posisi tertinggal, pelatih PSIM, Yefri Yanes langsung melakukan perombakan di lini depan. Santosa ditarik keluar, digantikan Dicky Hidayat yang ditandemkan dengan Wawan Sucahyo.

Namun, upaya PSIM mengejar ketertinggalan terganjal lantaran Dicky dikartumerah wasit karena melakukan pelanggaran keras terhadap Ananghadi. Usai pertandingan, Manajer PSS, Rumadi, mengatakan para pemain tampil konsisten dan disiplin sehingga mampu merebut kemenangan dari tim satu daerah PSIM. Sedangkan manjer PSIM, Aji Sutarto, mengatakan para pemain tampil cukup bagus, namun kurang beruntung.

Tak sportif Seperti diprediksi sebelumnya, laga derby DIY ini kembali menyajikan sejumlah kerusuhan di dalam dan luar lapangan. Di dalam lapangan, pemain kedua tim sering melakukan tindakan kurang sportif dan membuat pelanggaran terhadap lawannya. Puncak dari kekisruhan yang terjadi adalah dihentikannya laga oleh wasit di menit ke- 65 lantaran pendukung PSIM, Brajamusti, melemparkan beberapa besi ke lapangan hijau dan hampir membuat beberapa pemain PSS terluka.

Meski laga dilanjutkan setelah aparat keamanan melakukan penertiban, aksi anarkis tetap saja terjadi. Beberapa petasan dan kembang api tetap saja dinyalakan selama jalannya pertandingan. Hal yang sama juga dilakukan pendukung PSS, Slemania, dengan melemparkan botol air mineral ke lapangan. Panasnya duel terlihat dari 7 kartu kuning oleh wasit.

Empat kartu kuning diberikan kepada pemain PSS, yakni Agus setiawan, Patrick Domal, Ari Kusnandar, dan Fachrudin. Sedangkan dari kubu Laskar Mataram, PSIM, tiga kartu kuning diberikan kepada Topas Pamungkas, Santosa dan Hasan Basri Lohy. Kartu merah diberikan kepada Dicky Hidayat. (Jumali & Akhirul Anwar)

Posted by Wawan Kurniawan on 17.17. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels