|

700 Polisi Amankan Aksi Unjuk Rasa

RADAR JOGJA- Poltabes Jogja mempersilahkan masyarakat yang akan melakukan aksi unjuk rasa memperingati 100 hari pemerintahan SBY. Namun demikian, peserta aksi dihimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melanggar hak masyarakat yang lain.

Himbauan tersebut disampaikan oleh Kapoltabes Jogja Kombespol Drs Ahmad Dofiri didampingi Kabagops Kompol Parwoto. "Silahkan untuk menyampaikan pendapat didepan umum. Memberikan aspirasi dilindungi oleh undang-undang. Namun demikian kami menghimbau agar hal tersebut dilakukan dengan tertib dan tentunya tidak melanggar hak masyarakat lain yang ingin menggunakan jalan," kata Parwoto.

Dalam peringatan 100 hari pemerintahan SBY ini, Parwoto menjelaskan sudah ada tiga elemen masyarakat yang akan melakukan aksi unjuk rasa. Mereka adalah Aliansi Rakyat Merdeka (ARM), Aliansi Masyarakat Untuk Kedaulatan (AMUK) dan BEM SI. Dari tiga elemen tersebut rata-rata akan melibatkan 200 massa sehingg atotal diperkirakan ada 600 massa.

"Dalam pemberitahuan yang kami terima, aksi tersebut akan berada disekitar Malioboro dan berakhir di Kantor Pos Besar. Kami sudah mempersiapkan pengamanan untuk mengawal para pengujuk rasa," kata Parwoto.

Rencananya, Poltabes akan menerjunkan 700 personil yang terdiri dari Samapta Poltabes, Samapta Polda dan Brimobda DIJ. Untuk Brimob, pasukan akan disiagakan didalam Gedung Agung.

Sejauh ini, polisi belum akan melibatkan pasukan dari TNI untuk mengamankan aksi unjuk rasa. Namun untuk koordinasi, Poltabes mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Korem 072 Pamungkas.

"Untuk pasukan dari TNI belum akan kami libatkan langsung dilapangan. Namun demiakian kalau memang situasi membutuhkan, pihak TNI sudah siap dihubungi. Istilahnya, pasukan TNI dalam posisi on call," kata Parwoto.

Dalam menghadapi aksi unjuk rasa, Poltabes bertekad akan menggunakan langkah-langkah persuasive. Pihaknya menjamin tidak akan terjadi tindakan represif terhadap aksi unjuk rasa.

"Saya yakin peserta unjuk rasa sudah tahu batas-batasnya. Kalaupun mereka melakukan hal-hal yang diluar batas, kami akan tegur dengan cara-cara yang santun. Saya yakin mereka akan malu kalau tidak mau mengindahkan teguran kami. Prinsip kami akan menjamin semua kepentingan masyarakat, baik yang demo maupun masyarakat umum tetap bisa menggunakan hak-hak mereka," imbuh Parwoto. (ufi)

Posted by Wawan Kurniawan on 20.31. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented