|

250 Ha Lahan Jadi Hutan Beton dalam 5 Tahun

VIVAnews - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X mengkhawatirkan pengalihan fungsi lahan hijau pertanian menjadi lahan beton atau bangunan di wilayahnya. Kekhawatiran ini tercermin dalam data yang dimilikinya. Dalam kurun waktu 5 tahun seluas 250 hektar lahan hijau di DIY jadi hutan beton.

“Fenomena perubahan lahan hijau menjadi bangunan dalam setiap tahunnya mencapai 50 hektar untuk setiap kabupaten dan kota yang ada di DIY ini. Sehingga dalam kurun waktu satu kali masa kepemimpinan selama 5 tahun terjadi pengalihan fungsi lahan mencapai 250 hektar,” ujarnya, Selasa, 2 Maret 2010

Menurut Sultan, fenomena pengalihan fungsi lahan hijau yang digunakan untuk pertanian ke fungsi perumahan atau pembangunan fisik lainnya tidak jauh berbeda dengan wilayah lain di Indonesia.

“Bagi DIY sendiri dengan fenomena peralihan fungsi lahan, maka salah satu langkah yang ditempuh adalah mengembangkan penghijauan di lahan kering atau lahan pasir seperti yang ada di kabupaten Bantul," kata dia.

Namun Sultan mengakui masih terdapat kendala yaitu Peraturan Daerah (Perda) Rencata Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang belum dirilis.

Padahal Peraturan Daerah (Perda) Rencata Tata Ruang Wilayah (RTRW) sangat mendesak untuk dibuat agar jangan sampai terjadi istilah Kerawang Bekasi gudang beras. Sekarang isinya cuma industri dan beton. “Istilah itu jangan sampai terjadi di DIY,”pintanya

Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan (DPKP) Pemkab Bantul, Edi Suhariyanta menyatakan penghijauan di lahan pasir kawasan pesisir Pantai Selatan Bantul masih belum optimal. “Dari luas lahan pasir mencapai 600 hektar baru tergarap sekitar 150 hektar lahan pasir,” terangnya

Petani di sekitar pantai selama ini hanya mengapling lahan pasir saja, tetapi mereka belum mau mengolahnya. “Dalam upaya mengembangkan lahan pasir menjadi lahan hijau atau untuk pertanian, masih terkendala tenaga kerjanya. Tetapi kita akan terus mengajak mereka untuk menggarap lahan pasir ini,” kata Edy.

Laporan: KDW | Yogyakarta

Posted by Wawan Kurniawan on 17.30. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented