|

Anggaran Buku Segera Dievaluasi

HARIAN JOGJA: Dana anggaran pengadaan buku untuk perpustakaan Kota Jogja kemungkinan akan dievaluasi pada anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2010. Evaluasi dilakukan jika dana pengadaan buku dinilai masih kurang.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja M Ali Fahmi menyebutkan turunnya jumlah anggaran pengadaan buku untuk Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Jogja sebesar Rp100 juta pada 2010 disebabakan adanya penurunan dana perimbangan dari pemerintah pusat. Menurutnya dana pengadaan buku dapat ditambah jika masih belum mencukupi.

”Kami akan berkoordinasi dengan Bu Sri Sulastri [Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Jogja] tentang anggaran pengadaan buku. Jika tidak cukup mungkin saja bisa dievaluasi dalam APBD Perubahan,” ujar Fahmi Sabtu (13/3).

Meski jumlah anggaran pengadaan buku turun, APBD 2010 menganggarkan dana cukup besar untuk mengembangkan perpustakaan di tingkat rukun warga (RW) yaitu Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Menurut Fahmi tahun ini APBD menganggarkan Rp250 juta untuk sekitar 140 TBM di Kota Jogja.

Tiap perpustakaan RW, imbuh Fahmi, menerima uang sebesar Rp3 juta- Rp4 juta. ”Persentasenya adalah 60 persen untuk pengadaan buku dan sisanya untuk pengembangan sarana prasarana. Jumlah TBM di Jogja terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Pada 2007 hanya ada 109 TBM,” paparnya.

Sayangnya dari ratusan perpustakaan RW, hanya sekitar 15 yang benar-benar aktif. TBM yang aktif saat ini terus mendampingi puluhan TBM yang kurang berfungsi optimal. Selain mengembangkan TBM, Dewan juga mendorong peningkatan fasilitas perpustakaan di tiap sekolah.

”Banyak masukan dari ma syarakat yang menginginkan fasilitas teknologi informasi di tiap perpustakaan sekolah. Kami harap itu dapat segera terwujud,” ungkapnya. Tidak memadai Sebelumnya, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Jogja Sri Sulastri memgungkapkan turunnya anggaran pengadaan buku pada 2010 sebesar Rp100 juta (Harian Jogja, 12/3).

Tahun ini dana pengadaan buku hanya sebesar Rp100 juta. Dana sebesar itu dinilai tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan buku yang terus meningkat seiring peningkatan kunjungan ke perpustakaan daerah. Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Jogja Budi Asrori mengungkapkan, tahun ini tidak ada anggaran pengadaan buku di instansinya.

Menurutnya pengadaan buku untuk tiap siswa masuk dalam anggaran bantuan operasional sekolah daerah (bosda). ”Kami rasa jumlah buku yang ada di perpustakaan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan siswa. Tidak ada kekurangan buku di Kota Jogja,” katanya saat dihubungi Harian Jogja.(dic)

Posted by Wawan Kurniawan on 06.30. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented