|

Polda DIY Bekuk Pelaku Trafficking

HARIAN JOGJA | SLEMAN: Jajaran Reskrim Polda DIY berhasil menangkap Slamet Rahayu dan Dwi Astuti warga Gunungkidul, Kamis (8/4) malam, dalam kasus trafficking. Korban dari aksi keduanya adalah Ngatini, 21, warga Brosot, Kulonprogo. Dalam aksinya keduanya mengaku sebagai penyalur jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) ke Malaysia.

Hanya, saat penangkapan terungkap, suratsurat PJTKI yang mereka miliki palsu. Terungkap, mereka sudah beraksi sejak 2005 yang lalu. Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti kepada Harian Jogja di ruang kerjanya Jumat (9/4) menjelaskan kuat dugaan, sindikat ini menjual korban ke luar negeri untuk dipekerjakan sebagai wanita panggilan.

Anny melanjutkan, pihak penyidik sudah memiliki cukup bukti untuk meneruskan kasus ini. “Dokumen-dokumen yang disita untuk merekrut tenaga kerja ternyata palsu,” jelasnya. Dijelaskan perwira menengah Polda DIY ini, sasaran mereka biasanya daerah-daerah pelosok di mana orang-orangnya yang mudah diperaya dengan bujuk rayu. Kedua pelaku ini pun dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 2 UU No.21/2007 tentang Traffi cking serta Pasal 4 UU No.39/2004 tentang PJTKI.

“Penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap pelaku-pelaku lainnya,”pungkas Anny. Terpisah Ngatini, 21, warga Kulonprogo yang hampir dijual ke tempat prostitusi di Malaysia mengungkapkan, awalnya dirinya diiming-imingi dengan gaji yang tinggi jika mau bekerja di luar negeri seperti di Malaysia.

Setelah itu, sesampai di negeri Jiran, mereka diperlakukan tidak manusiawi dan dijual ke tempat prostitusi. Ditemui di Hotel Borobudur Jumat (9/4) pagi, istri Sungging, 27, ini terlihat gembira karena sudah bebas dari cengkraman sindikat traffi cking.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Harian Jogja di Mapolda DIY, pihak penyidik juga telah menahan seorang warga negara asing asal Turki terkait dengan sindikat PJTKI ilegal. Namun hingga kini belum diperoleh informasi mengenai identitas WNA tersebut, dan apakah ada keterlibatan dengan 2 orang agen yang ditangkap di Gunungkidul.

Sebelumnya diberitakan bahwa TKI di Malaysia, Ngatini warga Nepi Brosot Kabupaten Kulonprogo nasibnya tidak diketahui. Diduga telantar dan kehilangan kontak dengan keluarga. Dia berangkat bekerja di Malaysia atas tawaran Dwi Astuti dan seorang temannya bernama Slamet Rahayu warga Bantul dengan iming-iming gaji yang menggiurkan.

Suami Ngatini, Sungging Probo Asmoro menjelaskan istrinya sebenarnya tidak bermaksud menjadi tenaga kerja. Tetapi Dwi Astuti dan Slamet Rahayu datang ke rumahnya untuk kerja menjadi TKI. Semula menjanjikan kerja di kilang emas Malaysia dengan gaji 600 ringgit Malaysia dengan konsekuensi bisa pindah tempat kerja dan komunikasi secara pribadi, tapi hal itu diingkari.(mag)

Posted by Wawan Kurniawan on 18.52. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented