|

Rehab Pasar Tradisional Pacu Pendapatan Parkir

BANTUL, KOMPAS.com - Rehab fisik bangunan sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bantul berdampak positif bagi realisasi pendapatan parkir. Dalam kegiatan rehab, pemerintah menyediakan lahan parkir khusus sehingga pengelolaannya lebih memadai.

"Sebelum direhab pasar tidak punya lahan parkir khusus sehingga pengelolaan parkir liar dan dananya tidak jelas ke mana larinya. Sekarang, semuanya lebih terkoordinasi karena semua juru parkir terdata oleh kami," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Mardi Ahmad, Senin (12/4/2010).

Realisasi pendapatan parkir tahun 2009 tercatat Rp 42 juta. Tahun pemerintah mentargetkan sebesar Rp 54,8 juta. "Dulu realisasi pendapatan parkir sangat rendah, bahkan sulit mencapai angka Rp 25 juta," katanya.

Ada dua jenis parkir yang ditarik retribusi yakni parkir tepi jalan umum dan parkir khusus. Parkir khusus berada di tempat-tempat fasilitas publik milik pemerintah seperti rumah sakit, pasar tradisional, dan wilayah perkantoran.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2009, tarif parkir di tepi jalan umum sebesar Rp 300 untuk sepeda, Rp 500 untuk motor, dan Rp 1.000 untuk mobil. Untuk parkir tempat khusus tarifnya Rp 500 untuk sepeda, Rp 1.000 untuk motor, dan Rp 2.000 untuk mobil.

Meski realisasi pendapatan parkir terus naik seiring dengan pertumbuhan kantong-kantong parkir baru, namun kontribusinya dalam perolehan pendapatan di dinas perhubungan masih rendah. Dari total realisasi pendapatan dinas perhubungan sebesar Rp 591 juta, sekitar 80 persennya disumbang oleh pendapatan dari pengujian kendaraan bermotor.

Posted by Wawan Kurniawan on 05.51. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented