|

Tiga Bulan Beringharjo Ditopang Travo Sewaan

YOGYAKARTA(SI) – Pemkot Yogyakarta mengurungkan niat untuk langsung membeli travo baru sebagai ganti travo yang meledak guna menyalurkan penerangan listrik di Pasar Beringharjo.

Alat pengubah tegangan listrik ini hanya akan disewa untuk memenuhi kebutuhan listrik pedagang selama tiga bulan ke depan. ”Setelah berkoordinasi, akhirnya diputuskan untuk sementara kita menggunakan travo sewa,” kata Kepala Bidang Penggunaan Lahan dan Pengelolaan Retribusi Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Yogyakarta Dewi Tejorini kemarin.

Sewa ini akan berlangsung selama tiga bulan sambil menunggu proses pengadaan travo baru selesai. Sebab,harga alat pengubah tegangan listrik tersebut cukup mahal sekitar Rp300-400 juta. Sesuai aturan, pengadaan barang di atas Rp100 juta harus melalui lelang di Unit Layanan Procurment (ULP). Menurut Dewi, travo disewa dari PT Harko di Semarang dengan harga sewa sekitar Rp10 juta per bulan.

Dinlopas sendiri telah menganggarkan dana sewa travo selama tiga bulan sekaligus biaya pemasang sebesar Rp40 juta.Nilai itu jauh lebih murah dibandingkan dengan harga sewa generator set (genset) yang mencapai Rp9,1 juta per hari. ”Saat ini (kemarin) travo yang rusak sedang dibongkar.Nanti sore (kemarin) travo sewa datang dan langsung dipasang,”katanya.

Pada Jumat (2/4) pekan lalu,travo berkapasitas 240 KVA (kilo volt ampere) milik Dinlopas Kota Yogyakarta yang menyalurkan listrik ke Pasar Beringharjo meledak.Akibatnya, selama tiga hari pasar terbesar di DIY itu gelap gulita dan mengganggu aktifitas jual-beli. Asisten Sekretaris Daerah (sekda) Yogyakarta Bidang Adminitrasi Umum Tri Joko Susanto mengatakan, anggaran sewa travo dibebankan sepenuhnya kepada Dinlopas.

Sementara untuk pembelian travo baru akan dilakukan melalui proses pengadaan barang. ”Jika nanti kita sudah beli, travo yang rusak akan kita coba perbaiki untuk cadangan. Kami juga akan melakukan pengadaan genset. Sehingga nantinya kita punya cadangan travo dan genset,”katanya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Zuhrif Hudaya meminta kepada Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) untuk mengakaji persoalan pasokan listrik di Pasar Beringharjo pascatravo meledak. ”Kalau sewa pastinya akan lebih boros,”ujarnya. (abdul malik mubarak)

Posted by Wawan Kurniawan on 18.39. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels