|

Penyebaran Kunci Jawaban Palsu

Sekolah Harus Bisa Yakinkan Siswa
RADAR JOGJA- Hasil Ujian nasional (Unas) utama SMP/MTs/SMPT DIJ mengalami perubahan mencolok. Seperti pada tingkat SMA, prosentase ketidaklulusan melonjak. Bila tahun lalu prosentase ketidaklulusan Unas SMP DIJ sebesar 6,54 persen, tahun ini melonjak menjadi 21,98 persen.

Persiapan ujian yang dilakukan sekolah seperti menggelar try out dan memberikan tambahan pelajaran dinilai sudah cukup maksimal. Meski demikian, diakui kunci jawaban palsu yang beredar di kalangan siswa memang menjadi keprihatinan tersendiri. Karenanya, sekolah harus bisa meyakinkan siswa agar tidak memanfaatkan sms berisi kunci jawaban.

Saat mengumumkan hasil Unas utama SMP kepada wartawan di Kantor dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) kemarin (6/5), Kepala Disdikpora DIJ Suwarsih Madya membenarkan besarnya peran sekolah untuk meyakinkan siswanya. Bila sekolah berhasil meyakinkan siswa untuk percaya pada kemampuan diri sendiri, maka kunci jawaban yang beredar tidak akan ditanggapi serius oleh siswa.

Suwarsih cukup prihatin dengan nilai kelulusan di DIJ yang turun dibanding tahun lalu. Dari 514 sekolah, terdapat tujuh sekolah yang tingkat ketidaklulusannya mencapai 100 persen. Namun, secara kuantitas, sekolah yang angka ketidaklulusannya sempurna hanya memiliki sedikit murid. "Semua sekolah yang tidak lulus 100 persen jumlah peserta ujiannya antara 2-4). Jadi secara kuantitas, tidak begitu banyak," jelasnya.

Usia peserta Unas SMP/MTs, lanjut Suwarsih, masih sangat muda, sekitar 15 tahun. Karena itu, penguatan dan dukungan mental dari orangtua dan sekolah memegang peranan penting. "Kalau banyak tidak lulus, kita tidak bisa sembarang mengatakan siapa yang salah. Yang jelas, sekolah dan orangtua harus memberikan dukungan moral yang besar kepada anak," paparnya.

Guru besar UNY ini menceritakan pengalaman di salah satu sekolah yang guru-gurunya benar-benar membesarkan mental anak didiknya. Mereka meyakinkan kemampuan setiap anak cukup untuk membawa mereka pada kelulusan.

"Karena sekolah benar-benar meyakinkan kepada para siswanya, ketika ujian tiba, para siswa tidak ada yang mempercayai kunci jawaban yang beredar. Ini karena mereka berhasil diyakinkan pada kemampuannya sendiri. Saya kira semua sekolah idealnya seperti ini," terangnya.

Disdikpora belum akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Unas sebelum ujian ulangan dilakukan. Untuk SMA/MA, ujian ulangan dilakukan mulai tanggal 10, sedangkan bagi siswa SMP, Unas ulangan akan digelar mulai tanggal 17.

Meski belum melakukan evaluasi menyeluruh, Suwarsih sudah memberikan beberapa criteria evaluasi. Menurutnya, cara pengajaran guru, respon siswa terhadap materi yang diberikan, dan pengamatan kepala sekolah akan dinilai. Selain itu, pengalaman sekolah juga akan dimasukkan sebagai referensi.

"Misalnya sekolah yang prestasinya bagus. Apa saja tipsnya. Dan sekolah yang prestasinya turun di mata pelajaran tertentu, penyebabnya apa? Apa karena gurunya?" tuturnya.

Dalam pelaksanaan Unas SMP/MTs/SMPT tahun ini, 27sekolah mendapat hasil 100 persen kelulusan. Sekolah ini tersebar di lima daerah kabupaten/kota, baik negeri maupun swasta. SMP Negeri 5 Jogja menempati peringkat pertama sebagai sekolah dengan nilai total rata-rata terbaik. Nilai rata-rata sekolah yang terletak di kotabaru itu adalah 36,93.

Peringkat kedua ditempati SMP Negeri 4 Pakem, Sleman dengan total rata-rata 36,81. Peringkat ketiga adalah SMP Negeri 1 Godean dengan nilai rata-rata 36,22, sedangkan SMP Negeri 1 Galur, Kulonprogo, berada di peringkat empat DIJ dengan 35,75. "Keempat sekolah dengan peringkat teratas itu lulus 100 persen. Peringkat keenam, yaitu SMP Negeri 1 Sanden, Bantul, juga lulus 100 persen. Peringkat kelima, SMP Negeri 8 Jogja, malah tidak semuanya lulus," paparnya.

Matematika masih menjadi matapelajaran tersulit. Tingkat ketidaklulusan pada mata pelajaran ini mencapai 12,13 persen atau sebanyak 5.957 peserta ujian. "Yang terbanyak mengulang setelah Matematika adalah Bahasa Inggris. Kemudian IPA. Bahasa Indonesia hasilnya paling baik," jelasnya.

Uniknya, Matematika juga merupakan matapelajaran yang menempati posisi pertama dalam perolehan nilai terbaik. "Ada 519 anak yang mendapat nilai sempurna, yaitu 10. Lainnya tidak sebanyak itu. Bahasa Indonesia ada 32 anak, Bahasa Inggris ada 52 anak, dan IPA ada 181 anak," tambahnya.

Unas ulangan akan berlangsung mulau tanggal 17. "Bagi siswa, kami harap tidak lagi percaya pada kunci jawaban. Bagi siswa yang sudah lulus, kami mengimbau mereka merayakan kelulusan dengan cara yang santun. Kelulusan bukan dirayakan, tapi disyukuri. Kita juga harus berempati pada teman-teman yang belum lulus," tegasnya. (luf)

Posted by Wawan Kurniawan on 01.12. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels