|

RUUK DIY Kian Tak Jelas?

HARIAN JOGJA: Sedianya April lalu, Rancangan Undang-Undangan Keistimewaan (RUUK) DIY mulai dibahas di DPR. Namun hingga saat saat ini kelanjutan RUUK belum dibahas oleh para wakil rakyat tersebut.

Seusai melakukan kunjungan kerja menggali aspirasi mengenai Perubahan Pengganti UU Nomor 10 tahun 2004 Nomor 10 tahun 2004 di Kompleks Kepatihan hari Selasa (4/5), Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Sunardi Ayub menyampaikan hal tersebut kepada wartawan.

“RUUK masih dalam proses semua. Kami akan usahakan Mei-Juni ini mulai dibahas,” tutur dia.

Meski terkesan tertunda, Sunardi mengatakan pembahasan RUUK akan dilakukan tahun ini. Mengenai keterlambatan pembahasan, dia beralasan hal ini disebabkan banyaknya agenda yang harus dihadapi oleh pihak terkait.

“Ada banyak hal yang harus diselesaikan dan mendesak dibahas DPR RI seperti RUU Pemilu, UU Partai Politik dan lainnya. Tapi bukan berarti RUUK DIY tidak menjadi prioritas, hanya perlu waktu lagi,” tambah dia.

Dihubungi terpisah Ketua Badan Legislatif DPRD DIY Edhi Wibowo menjelaskan DPRD DIY sudah bertemu langsung dengan DPR RI seperti Dimyati dan Edy Mihati.

"Kami dengar RUUK akan dibahas dengan nomor urut 37 pada bulan April -Mei ini tapi sampai sekarang saja belum ada pembahasan sama sekali,” ujar dia.

Edhi berharap persoalan RUUK ini segera dapat diselesaikan. Mengenai opsi memilih dan menetapkan, semua dapat diatur. Yang terpenting, masyarakat tidak diombang-ambingkan.

“Mbok ndang rampung, apapun hasilnya kita tinggal menjelaskan. Kalau diputuskan ada pemilihan tapi masyarakat penetapan, tinggal diatur bagaimana pemilihan sama dengan penetapan. Jadi kami tidak terombang-ambingkan,” pungkas dia.

Agar masalah ini segera tuntas, dia mengaku DRPD DIY serta anggota DPR dan DPD dari Jogja selalu mendesak penyelesaian RUUK. Menurutnya dalam setiap kesempatan, baik bertemu atau via telepon, Edhi selalu menanyakan hal ini.

“Kami selalu menanyakan dan mendesak agar RUUK segera diselesaikan, setiap telepon atau ketemu. Jawabannya sama kayak tahun kemarin. Sudah mau dibuat tapi kalau tahun kemarin DPR sudah ganti periode,” kata dia.

Oleh Mediani Dyah Natalia
HARIAN JOGJA

Posted by Wawan Kurniawan on 22.04. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels