|

Siswa Optimistis Lulus

HARIAN JOGJA: Sejumlah siswa SMA/SMK di DIY mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) ulangan di masing-masing pokja sekolah penyelengara, Senin (10/5). Dari seluruh siswa yang tidak lulus UAN utama, tercatat sedikitnya 28 siswa tidak mengikuti UAN ulangan, masing-masing dari Kota Jogja (10), Gunungkidul (5), Bantul (5) dan Kulonprogo (8).

Beberapa siswa SMA di Kota Jogja dan Gunungkidul yang mengikuti UAN ulangan pada hari pertama kemarin, mengaku tenang dan tidak tegang dalam menghadapi ujian kali ini. Selain persiapan matang, soal UAN ulangan hampir sama dengan UAN utama.

Seorang siswi dari SMA Muhamadiyah 1 Jogja, Lucky dan Pangestu, siswi dari SMA 4 Jogja yang mengulang UAN Bahasa Indonesia mengaku optimistis mereka akan lulus UAN ulangan kali ini.

Lucky mengatakan soal-soal UAN ulangan ada yang mirip dengan UAN utama. Sementara itu, dari bobot soalnya pun sama dengan UAN utama. “Saya lebih tenang mengerjakan soal UAN ulangan ini. Persiapan yang dilakukan matang karena dalam bimbel yang diberikan sekolah semua materi sudah dibahas dengan seksama. Selain itu, kami mendapat dukungan penuh baik dari orangtua, teman, dan sekolah,” papar Lucky yang memperoleh nilai UAN utama Bahasa Indonesia 3,5.

Hidayat dari SMAN 4 Jogja yang mengerjakan soal UAN ulangan di SMA 3 Jogja mengaku lebih termotivasi pada UAN Ulangan kali ini. Pasalnya dukungan secara materi maupun psikologis diberikan kepadanya secara optimal baik dari sekolah, orangtua, dan guru.

Sebaliknya kegelisahan dan rasa tak nyaman dialami oleh AT, 20, seorang siswa salah satu SMA swasta di Jogja saat mengerjakan soal UAN ulangan Bahasa Indonesia dan Sosiologi, di Rutan Wirogunan, Jogja, kemarin. Suara berisik warga rutan ditambah dengan pengawasan ketat dari 2 orang dari pengawas dan pihak rutan, membuatnya tak konsentrasi dalam mengerjakan soal UAN ulangan.

“Waktu UAN utama kemarin saya mengerjakan soal ujian di sekolah. Malah lebih tegang mengerjakan UAN di rutan ketimbang sekolah. Ditunggui pengawas secara sendirian, malah membuat konsentrasi saya terganggu,” ungkap siswa yang terjerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Meski demikian AT mengaku optimis lulus dalam UAN ulangan kali ini.

Tidak hadir
Ketua Tim Pemantau Independen Rochmat Wahab menyatakan, UAN ulangan hari pertama kemarin berlangsung lancar dan kondusif. “Sedangkan berkaitan dengan peredaran kunci jawaban, kami juga melarang siswa menggunakan ponsel. Kita buat se-kondusif mungkin UAN kali ini,” tutur Rochmat.

Ketua komisi D DPRD DIY, Nuryadi saat melakukan pemantauan pelaksanaan UAN ulangan di SMA 3 kemarin, mengatakan, bahwa pelaksanaan UAN berjalan lancar dan baik.

Sementara itu panitia UAN Kota Jogja, Rohmat mengatakan, ketidakhadiran siswa disebabkan beberapa hal. Diantaranya, tanpa keterangan, nilai siswa sudah bagus, serta ada beberapa siswa peserta ujian paket C. Rohmat menegaskan, bagi siswa yang tidak hadir dalam UAN ulangan ini dinyatakan tidak lulus UAN.

Sedangkan lima siswa SMK Kulonprogo yang tidak lulus UAN utama dan tidak hadir pada UAN ulangan beralasan telah bekerja. “Guru sekolah sudah mendatangi siswa agar mereka mau mengikuti ujian ulangan. Sayangnya, mereka tidak bisa hadir dengan alasan sudah bekerja,” kata Masharun saat dihubungi Harian Jogja, Senin (10/5). Menurut Masharun, siswa yang tidak lulus ujian ulangan bisa mengikuti Kejar Paket C atau mengulang tahun depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Syamsury menjelaskan, pelaksanaan UAN ulangan di masing-masing pokja dimaksudkan agar lebih efisien dan mempermudah pengawasan.

Di Sleman pihak sekolah ternyata harus nombok kekurangan anggara UAN ulangan. Ketua Pokja 2 di SMAN 1 Godean, Bagus Sukendro mengatakan anggaran untuk kebutuhan UAN susulan sekitar Rp 8 juta – Rp 10 juta, pihaknya saat ini baru menerima bantuan Rp 3.870.000 dari Provinsi DIY. Menurut dia, dana dari provinsi tersebut digunakan untuk honor pengawas saja. “Terpaksa kami harus nombok dulu kami juga akan semampunya menutup anggaran tersebut,” kata Sukendro kepada wartawan Senin (10/5) di ruang kerjanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman Suyamsih mengatakan pihak sekolah tidak perlu khawatir akan kekurangan anggaran pelaksanan UAN susulan, karena pihaknya sudah menyediakan anggaran.

Oleh Olivia Lewi Pramesti & Theresia T. Andayani
Harian Jogja

Posted by Wawan Kurniawan on 03.53. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels