|

Stok Darah di Yogyakarta Minim

Liputan6.com, Yogyakarta: Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) cabang DI Yogyakarta kurang sejak April lalu. Permintaan kebutuhan darah rata rata 3.000 sampai 4.000 kantong darah per bulan. Kebutuhan ini hanya bisa terlayani 60 persen. Lonjakan permintaan terjadi karena Maret hingga April lalu, permintaan darah untuk kebutuhan pasien demam berdarah sangat tinggi.

Selain itu, kurangnya stok darah ini juga karena dipicu sedikitnya warga yang mau datang langsung ke kantor PMI untuk mendonorkan darah. Untuk mengatasi hal ini PMI melakukan kerjasama dengan instansi dan kantor-kantor lembaga swaday masyarakat untuk mengerahkan staf dan karyawannya melakukan donor darah massal
secara berkala. (YUS)


Pesona Yogyakarta di Mata Walesa

Mantan Presiden Republik Polandia Lech Walesa agaknya terpesona dengan kecantikan perempuan Yogyakarta, sehingga merasa tertarik untuk tinggal di daerah tersebut. "Namun, keinginan itu harus saya pendam karena usia saya sudah tidak muda lagi," kata Walesa saat berkunjung di rumah seni Rudi Pesik di Mondorakan, Kotagede, Yogyakarta, Kamis (13/5).

Mantan Ketua Serikat Buruh Independen dan Bebas Solidaritas di Polandia itu terpaksa harus mengurungkan keinginannya. Usianya yang telah mencapai 66 tahun tidak memungkinkan untuk mewujudkan keinginannya itu. Meski demikian, pria berkumis kelahiran Popowo, Polandia, pada 23 September 1943 itu merasa senang bisa melihat dan mengagumi kecantikan perempuan Yogyakarta.

Menurut penerima Nobel Perdamaian 1983 itu, perempuan Yogyakarta memiliki wajah yang cantik seperti sebagian besar perempuan di Eropa. "Kendati hanya sekilas, saya senang dapat melihat dan mengagumi kecantikan perempuan Yogyakarta yang tidak kalah dengan perempuan Eropa," kata Walesa yang kini memimpin Institut Lech Walesa.

Walesa berada di Yogyakarta selama dua malam dengan agenda bertemu Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan kuliah umum di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Selama di Yogyakarta, pria ramah itu tidak bersedia menginap di hotel, tetapi memilih bermalam di rumah sahabatnya, Rudi Pesik.(ADO)

Posted by Wawan Kurniawan on 20.45. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels