|

Tekan Angka Peredaran Narkoba, Kampung Bersih Narkotika Dilaunching

RADAR JOGJA - Pengguna dan bandar Narkoba di Jogja kini harus berhati-hati saat bersinggungan dengan masyarakat. Saat ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) punya cara jitu menanggulangi sebaran narkoba ini. BNN kerja sama dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) mulai memberdayakan kampung-kampung untuk memerangi narkoba.

BNP akan mengajak masyarakat semakin peduli memberantas wilayah mereka dari narkoba. "Narkoba menyasar pelajar dan mahasiswa. Ini disebabkan kondisi masyarakat yang semakin permisif terhadap lingkungannya. Akibatnya, kontrol sosial terhadap peredaran narkoba pun lemah," kata Ketua BNP Pakualam IX di gedung societet Taman Budaya Yogyakarta (TBY) saat melaunching Lomba Kampung Bebas Narkoba (LKBN), kemarin (10/5).

Menurut Wakil Gubernur DIJ ini, kepeduliian masyarakat mencegah daerahnya dari narkoba menjadi hal yang penting memerangi peredaran barang haram ini. "Butuh peran masyarakat menangkal dan menanggulangi narkoba," tegas Pakualam.

LKBN ini merupakan upaya menangkal dan menanggulangi peredaran narkoba di DIJ. LKBN ini diikuti 99 kampung yang tersebar di seluruh DIJ. Jumlah 99 kampung ini terdiri dari satu RW dan 38 pedukuhan. Lomba digelar sejak 19 April sampai 24 Juni.

Seperti telah diketahui, DIJ menempati peringkat kedua nasional dalam hal penyalahgunaan narkoba. Ini berdasarkan data prevalensi jumlah penduduk dengan penggunaan narkoba. Ini juga diperkuat dengan survei Universitas Indonesia (UI).

DiLKBN ini, BNP bekerja sama dengan Badan Narkotika Kota/Kabupaten (BNK) menilai aspek kaderisasi masyarakat mencegah peredaran narkoba. "Setiap kampung, kami harapkan dapat mengkader tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, dan organisasi masyarakat. Saat ini, pada LKBN ini telah melibatkan 500 kader di kota dan 300 kader di kabupaten," ujarnya.

Bambang Abimanyu, Sekretaris Umum BNN, menjelaskan LKBN ini termasuk dari usaha mencegah dan memerangi narkoba. "Ada empat upaya memerangi narkoba. Salah satunya imunitas masyarakat. LKBN ini menjadi bagian dari imunitas ini dengan meningkatkan daya tahan masyarakat dari peredaran narkoba," terangnya.

Selain imunitas, tiga usaha lain dikatakan Bambang antara lain, meningkatkan layanan rehabilitasi sesuai dengan UU no 35 tahun 2009 pasal 54. Ketiga, memberantas sindikat narkoba yang masuk ranah dari kepolisian. "Dan keempat pemberdayakan masyarakat. Poin ini yang juga menginspirasi adanya LKBN," katanya.

Diharapkan dengan dimulai program pemberantasan narkoba sejak dari satuan terkecil di masyarakat, tahun 2015, impian Indonesia bebas dari narkoba tercapai. "Bukan hanya Indonesia. Program ini juga bertujuan membebaskan negara di Asia Tenggara bebas dari narkoba," tandas Bambang.

Kabag Humas BNN, Sumirat Dwiyanto menjelaskan, peningkatkan imunitas ini sudah terbukti mampu menurunkan prosentase pengguna narkoba. Hanya, saat ini baru kalangan pelajar dan mahasiswa yang sering mendapatkan sosialisasi akan bahaya narkoba. "Penuruannya cukup tajam. Saat ini kaum pelajar dan mahasiswa yang menggunakan narkoba turun menjadi 4,7 persen dari 5,3 persen," ujarnya. (eri)

Posted by Wawan Kurniawan on 01.00. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels