|

2011, Stadion Kridosono Akan Dirombak Jadi Area Publik

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogjakarta memiliki rencana besar terhadap kawasan Stadion Kridosono, di Kotabaru. Lahan milik keraton atau Sultan Ground (SG) tersebut akan ditata menjadi area publik yang lebih hijau dan rapi. Direncanakan, tahun 2011 mendatang, proses sosialisasi sudah mulai dilakukan.

"Saat ini prosesnya sampai pada detil tata ruang yang sedang kami lakukan kaji bersama stakeholder di Jogjakarta termasuk, praktisi," kata Aman Yuriadjaya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kemarin (4/6), di komplek balai kota.

Diungkapkan Aman, proses kajian yang dilakukan pihaknya tersebut masih dalam proses awal. Maka, soal detil pengembangan kawasan tersebut, ia belum bisa memastikan lebih jelas. "Bentuknya seperti apa, kami masih melakukan kajian. Tapi, prinsip dasarnya, setelah mendapatkan restu dari pemilik tanah tempat tersebut akan menjadi ruang publik yang nyaman, hijau, dan lebih indah dari nilai estetikanya," ungkapnya.

Seperti telah diketahui, Stadion Kridosono sebagai stadion tertua di DIJ sudah lama tak terurus. Alhasil, lapangan sepakbola maupun warung-warung Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di sekitar stadion bukan menambah indah dan nyaman. Fungsi Kridosono yang semula menjadi sport center pun tak tergarap dengan maksimal. Ini menambah buruk nilai estetika stadion terkuno di DIJ itu.

Stadion tersebut pengelolaannya juga terbagi menjadi dua. Yakni, PT Anindya yang mengelola aset sepakbola dan PKL. Satu lagi, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Jogja yang mengelola kolam renang Umbangtirta.

Mengenai kemungkinan adanya perubahan bentuk stadion, Aman mengaku hal tersebut bisa saja terjadi. "Semua serba mungkin. Berbagai pengembangan Stadion Kridosono mau menjadi apa sedang kami lakukan," ujar Aman.

Ia juga menambahkan, pembangunan Kridosono nantinya, tak akan keluar dari fungsi saat ini. Salah satunya, sangat mungkin kawasan tersebut bakal menjadi ruang publik seperti Lapangan Menteng, di Jakarta Pusat. Sebagai pusat berolahraga masyarakat tanpa melupakan potensi ekonomi yang ada.

"Dua aspek itu menjadi perhatian utama kami saat ini. Yakni ruang publik yang memang berpotensi ekonomi," tandasnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT Anindya Gatot Murcahyo selaku pengelola mengaku sudah pernah diajak berdiskusi soal pengembangan kawasan Stadion Kridosono. Namun, Gatot menyerahkan pengembangan kawasan tersebut kepada pemkot yang memiliki hak administratif. "Kami menunggu konsep dari pemkot nanti seperti apa," katanya.

Soal adanya pembongkaran stadion, Anindya, kata Gatot, tak mempersoalkannya. Ia menilai rendahnya daya okupanasi penonton dan buruknya kualitas lapangan, membuat Kridosono tak menarik pelaku olahraga. "Kami serahkan semuanya kepada pemkot. Mau dibongkar temboknya saja, atau seluruh kawasan dibongkar," terangnya.

Pihaknya, sambung Gatot, hanya berharap pengembangan kawasan Stadion Kridosono ini tak keluar dari fungsi utamanya saat ini. "Jika ada penataan kami setuju tanpa harus membongkar atau merelokasi PKL. Intinya hanya menambah fungsinya saat ini," ujarnya. (eri)


Posted by Wawan Kurniawan on 04.45. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels