|

Jelang Lebaran, Tak Ada Kerusakan Jalan

RADAR JOGJA- Sarana prasarana pendukung kelancaran arus mudik dan balik di wilayah DIJ dinyatakan dalam kondisi baik. Salah satunya terkait prasana fisik jalan. Jalan kelas nasional maupun provinsi dinyatakan tak ada kerusakan berarti.

"Jalan nasional kita sepanjang 168,81 km bisa dilalui. Tak ada kendala berarti," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan ESDM Provinsi DIJ Rani Sjamsinarsi kemarin (31/8).

Kalau pun ada perbaikan, Rani mengatakan sebelum lebaran akan kelar.Saat ini perbaikan jalan berlangsung di Jembatan Kalibayem Jalan Jogja-Wates dan saluran drainase Jalan Laksda Adisutjipto. "Sebelum lebaran sudah dapat dilalui dua arah. Jadi kondisi akan normal kembali," kata mantan kepala Biro Umum ini.

Demikian pula untuk jalan Provinsi sepanjang 690,25 km, dalam kondisi siap dilewati kendaraan dua arah. Untuk jalan provinsi juga tak ada jembatan atau gorong-gorong yang dalam proses perbaikan sehingga dapat mengganggu arus lalu lintas.

Membantu kelancaran selama lebaran, Rani telah menyiapkan posko listrik, posko bina marga dan posko alat berat. Posko-posko tersebut disiapkan agar bisa mengatasi gangguan listrik, jalan raya dan keperluan alat berat dengan cepat.

Sebelumnya saat menggelar rapat koordinasi pimpinan daerah (Muspida), Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengintruksikan agar koordinasi dan integrasi layanan antarposko dimatangkan. Tujuannya agar layanan kepada masyarakat, yang memerlukan penanganan cepat, bisa dilayani dengan baik.

Rakor Muspida di Gedung Gadri Kepatihan itu dihadiri Ketua DPRD Provinsi DIJ Yoeke Indra Agung Laksana, SE, Kapolda DIJ Brigjen Pol Ondang Sutarsa, Sekprov DIJ KPH Tri Harjun Projonegoro dan bupati serta wali kota se DIJ.

Dalam rakor itu, gubernur juga mengingatkan agar posko polisi disiapkan di jalur-jalur strategis. Juga ambulan disiagakan agar pelayanan kepada masyarakat atau pengguna jalan yang memerlukan pertolongan dan tindakan medis yang cepat, bisa dilakukan dengan cepat.

Selain itu, HB X juga mengingatkan posko yang bertugas di objek wisata pantai, seperti Pantai Parangtritis menyiapkan obat-obatan yang diperlukan bila ada pengunjung yang terserang ubur-ubur.

"Bila terkena ubur-ubur akan terasa panas, sehingga perlu disiapkan obat yang diperlukan", pintanya.

Kapolda DIJ Brigjen Pol Ondang Sutarsa menjelaskan dalam rangka pengamanan lebaran pihaknya menggelar operasi Ketupat Progo 2010. Polda juga menyiapkan 34 Pos yang melibatkan 2.500 personil.

Di sisi lain, seminggu menjelang dan pascalebaran, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) DIJ akan mengaktifkan Posko Bantuan Komunikasi Lebaran 2010. Posko ini bertujuan membantu para pemudik dalam bentuk bantuan komunikasi .

" Banyak pemudik menggunakan radio komunikasi, ketika masuk Kota Jogja. Mereka kita bantu selama perjalanan bila terjadi kemacetan karena ada yang tak hafal jalur jalan," ujar Ketua Pengurus Daerah Rapi DIJ Agus Sulistiyono di Sekretariat RAPI DIJ Jalan Jlagran Lor 243 Jogja saat meluncurkan Bantuan Komunikasi Lebaran (29/8)

Peluncuran itu dihadiri semua pengurus wilayah di empat kabupaten dan kota se DIJ. Menurut anggota DPR RI itu Posko RAPI berada di lima titik yaitu Jalan Wates, Jalan Solo, Prambanan, Bantul dan Tempel, dengan frekuensi Senkom RAPI Daerah Radio Pancar Ulang 143.550 MHz duplex -01,55 MHz. Posko RAPI ditempatkan di tempat-tempat strategis supaya masyarakat yang membutuhkan mudah untuk mengaksesnya.

Dalam acara itu, Agus juga menyerahkan bantuan berupa lima unit perangkat radio komunikasi tipe atau merek ICOM -IC-2200 H VHF Transceiver, diterima pengurus RAPI Kabupaten dan Kota se DIJ. Mantan wakil ketua DPRD DIJ itu juga memberikan bantuan operasional Bankom sebesar Rp 1 juta . Agus juga menyerahkan SK kepada Pengurus RAPI Kabupaten/kota.

Agus berharap peralatan itu dijaga dengan baik guna membantu pemerintah dan masyarakat selama masa lebaran. "Mudah-mudahan bermanfaat," harapnya.

Sebagai pelaksana harian ketua RAPI DIJ ia ingin segera diadakan musyawarah daerah memilih pengurus RAPI DIJ yang definitif. "Selaku caretaker tugas saya mengantarkan sampai Musda hingga ada pengurus baru," ujarnya.

Agus menerangkan peran serta RAPI dalam Bankom Lebaran sebagai satuan tugas komunikasi (Satgaskom) dengan tugas mengirim dan menerima berita, khususnya berita laporan arus mudik dan arus balik lebaran.

Peluncuran Bankom Lebaran RAPI DIJ mengacu kepada RAPI Pusat. Ini berdasarkan surat Pengurus Pusat RAPI yang diteken Ketua III Iffrad Bachtiar dan Sekretaris Umum Kemas Benyamin. Dalam surat itu, RAPI Daerah diinstruksikan mengaktifkan posko-posko bantuan guna membantu para pemudik. Ketua RAPI Wilayah Sleman R Suprapto mengatakan kesiapannya mengoperasionalkan posko bantuan tersebut. Ia mengatakan selama masa lebaran keberadaan posko RAPI banyak membantu masyarakat. "Setiap lebaran anggota kita sering terjun ke lapangan," katanya. (kus)



Posted by Wawan Kurniawan on 18.39. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels