|

Ratusan Pengungsi di Glagaharjo Diungsikan, Radius Bahaya 15 Km

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN--Menyusul aktivitas Merapi yang terjadi sepanjang sore ini, ratusan warga yang menempati barak Glagaharjo diungsikan. Zona bahaya pun diperpanjang menjadi 15 Km dari puncak.

Kepala Badan Penyelidikan dan Penelitian Kegunungapian Yogyakarta, Subandrio mengatakan, sejumlah zona pengungsi yang berjarak sekitar 15 Km dari puncak telah dipindah. "Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya, Rabu (3/11).

Dalam pengamatan Republika di sepanjang jalan Kaliurang, masyarakat mulai meninggalkan daerah puncak menuju arah Pakem.

Menurut informasi dari petugas jaga pengungsian Kepuharjo, Serti Saipudin, pengungsi di Kepuharjo kocar-kacir karena awan panas mengarah ke barak pengungsi. "Awalnya awan panas tertutup awan putih. Tiba-tiba muncul di hadapan. Warga kocar-kacir., begitu juga relawan dan TNI," ujarnya saat dihubungi wartawan.

Suasana makin mencekam karena kondisi Merapi tertutup kabut gelap dan hujan deras mendera kawasan Merapi hingga Yogyakarta.

Bupati Sleman, Sri Purnomo langsung memantau perkembangan terakhir di posko bencana Pakem. Dia masih berkoordinasi dengan Kepala Badan Penelitian Mitigasi dan Vulkanologi Geologi (BPMVG), Surono.

Kejadian meletusnya Merapi terjadi beberapa saat setelah rombongan Presiden SBY dan para menteri meninggalkan posko utama Pakem. Belum ada yang bisa memprediksi arah letusan mengingat kamera pemantau terhalang kabut akibat hujan deras.

Red: Endro Yuwanto
Rep: Abdullah Sammy

Radius Aman Merapi Jadi 15 Kilomater Dari Puncak

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas yang cukup signifikan pada Rabu (3/11). Luncuran awan panas dari puncak Merapi berlangsung dalam durasi 2 jam 22 menit.

Dari ruang monitoring Pengamatan Gunung Merapi, di kantor BPPTK Yogyakarta terpantau luncuran awan panas terjadi sejak pukul 14.27 WIB. Hanya saja pengamatan secara visual di seluruh Pos Pengamatan Gunung Merapi terganggu oleh mendung tebal.

Untuk mengantisipasi dampak aktivitas ini, pada pukul 16.05 WIB, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah merekomendasikan agar radius wilayah aman diperluas dari 10 kilometer menjadi 15 kilometer dari puncak Merapi.

Artinya seluruh aktivitas di area 10 kilometer harus dihentikan dan diimbau untuk menjauh dari puncak Merapi hingga 15 kilometer. Termasuk aktivitas pengamatan di pos pengamatan yang berada pada radius di bawah 10 kilometer untuk segera dikosongkan.

"Pengamatan aktivitas Merapi harus di lakukan dalam radius minimal 15 kilometer. Hal ini merupakan titik aman dari jangkauan luncuran awan panas," ungkap Surono. Demikian pula, seluruh pemukiman di wilayah 10 kilometer juga harus dikosongkan. Demikian pula warga yang masih tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu di puncak Merapi.

Berdasarkan pantauan pengamatan Gunung Merapi, luncuran awan panas sudah sejajar dengan lapangan golf di kawasan Umbulharjo dan Kepuh, Kabupaten Sleman. Bahkan pengamatan dari Sawangan Kabupaten Magelang terpantau letusan merapi dengan ketinggian awan panas hingga 3.000 meter arah vertikaln pada pukul 16.15 WIB.

Red: Siwi Tri Puji B
Rep: S Bowo Pribadi

Posted by Wawan Kurniawan on 04.39. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels