|

Sampah Naik Empat Kali Lipat

YOGYAKARTA(SINDO) – Perayaan tahun baru 2011 yang meriah juga meninggalkan sampah yang begitu banyak.Hanya dalam satu malam,volume sampah di Kota Yogyakarta naik empat kali lipat dari biasanya.

Peningkatan sampah terjadi di sejumlah titik pusat keramaian.Salah satunya di kawasan legendaris Malioboro yang menjadi lokasi favorit masyarakat merayakan tahun baru. Kepala UPT Malioboro Kota Yogyakarta Purwanto menuturkan, untuk mengatasi peningkatan volume sampah maka pihaknya menerjunkan 13 personel tambahan. ” Biasanya kami hanya menerjunkan 6-8 orang sehari. Namun berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya maka personel terpaksa harus ditambah,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pembersihan sampah di kawasan Malioboro dimulai sejak pukul 02.00 hingga 06.00 kemarin. Jenis sampah yang paling banyak pun berupa bekas pembungkus makanan,plastik dan sisa-sisa terompet.”Dari sore,biasanya kami sudah mulai membersihan sampah.Namun dikarenakan sejak sore saja Malioboro sudah padat,kemungkinan sampah yang terkumpul adalah akumulasi sejak siang harinya,” imbuhnya. Tak hanya sampah,petugas dari UPT Malioboro pun mengurusi tanaman hias yang berada di sepanjang Jalan Malioboro.Mereka berkeliling meninjau tanaman yang rusak dan perlu diganti karena terinjak warga yang berdesakan memenuhi Jalan Malioboro.

”Kerusakan kali ini tampaknya tidak separah waktu Jogja Java Carnival (JJC) yang waktu itu bisa mencapai 75% tanaman yang adarusak.Dengansedikitperawatan dan penggantian, tanaman bisa tumbuh kembali,” jelasnya. Purwanto mengatakan, kerusakan tanaman paling banyak terdapat di kawasan titik 0 km. ” Paling banyak kerusakan di taman depan Monumen Serangan Oemom 1 Maret dan di depan Istana Negara Gedung Agung,” ujarnya. Dia mengungkapkan, jenis tanaman yang rusak antara lain rumput kacang-kacangan, kemuning dan sansifera (pedang-pedangan). Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Suyana menuturkan, seusai perayaan malam tahun baru,volume sampah di kawasan Malioboro naik 100%. Volume tersebut memang tidak sama tiap tahunnya. Tergantung cuaca pada malam tahun baru.

“Tahun ini memang cukup banyak sampah usai perayaan tahun baru yakni mencapai 20 meter kubik,” ujarnya. Disinggung mengenai volume sampah Kota Yogyakarta secara keseluruhan,Suyana menjelaskan bahwa berdasarkan data terakhir November 2010 kemarin, setiap harinya terkumpul 280 ton sampah. ”Penambahan jumlah petugas kebersihan menggunakan tenaga outsorching,” ujarnya. Sementara itu, perayaan tahun baru di sejumlah hotel berbintang di Kota Semarang benar-benar memanjakan tamu. Pihak manajemen menggelar perayaan dengan mengusung berbagai tema untuk memberikan hiburan meriah dan menarik bagi tamu.

Hotel Ciputra misalnya, mengusung tema ’Kampoeng Djawa’ dengan mengangkat nuansa kampung tradisional Jawa tempo dulu. Lobi hotel yang terletak di kawasan Simpang Lima ini disulap menjadi sebuah kampung yang asri dengan janur di sudut- sudut ruangan. Nuansa semakin kental dengan adanya penjual jamu gendong yang terlihat berkeliling lobi menawarkan jamu kepada tamu. Public Relation Manager Hotel Ciputra Semarang, Nuki Dhamayanti mengatakan, tema menyambut tahun 2011 berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya. ”Para pengunjung juga bisa menikmati berbagai jajanan tradisional yang biasa dijajakan di kawasan perkampungan, kami ingin menghadirkan suasana baru dalam perayaan tahun baru kali ini,” kata Nuki.

Tak jauh berbeda, Hotel Ibis Simpang Lima mengusung ’Night in Simpanglima’.Tamu dibuai dengan pernak- pernik khas Semarang. Sebagai contoh, gerobak ”gilo- gilo” , sebutan masyarakat Kota Semarang untuk penjual aneka jajanan tradisional tersebut. Gerobak ” gilo-gilo” dihadirkan lengkap dengan jajanan pasarnya, seperti gethuk, jadah, gorengan dan beragam makanan tradisional lainnya yang bisa langsung dinikmati oleh para pengunjung. La Table Resto and Bar Hotel diberi sentuhan kumbang antik, lampu minyak yang disebut senthir ditambah dengan pemandangan berbagai ikon Kota Semarang yang ditampilkan lewat dua layar berukuran besar. ”Pemilihan tema Night in Simpanglima dilakukan sebab selama ini banyak tamu hotel dari luar kota yang menanyakan ikon Kota Semarang itu,” kata Marketing Communication Hotel Ibis Semarang Tri Laksmi.

Sedangkan Hotel Horison mengusung tema ’Night In Persia’ dan menggelar kemegahan itu di La Luna Western and Garden Resto yang terletak di roof top Hotel Horison. ” Tahun- tahun sebelumnya, pesta tahun baru digelar di Krakatau Grand Ballroom.Berbeda,tahu ini digelar La Luna dengan sentuhan yang berbeda,” ucap Public Relation Hotel Horison Vita Rantyasari. Eksotis Persia benar-benar dieksplorasi oleh hotel yang terletak di jantung Kota Semarang.”Nuansa Persia semakin diperkuat dengan Belly Dance (tari perut) maupun tarian atraktif lainnya. Selain itu, penonton juga akan disuguhi atraksi Juggling Parade,Magic Illusion, aneka Fun Game dan Door Prize,” beber Vita lagi. Sedangkan di Solo, suasana tahun baru sepi dari perayaan kembang api.

Ribuan masyarakat yang mulai menyemut menghabiskan waktu menanti bergantinya tahun 2010 ke 2011 dengan arak-arakan kendaraan bermotor di sejumlah ruas jalan utama. Banyaknya kendaraan ditambah ulah sejumlah warga yang berhenti untuk berjoget membuat arus lalu lintas berjalan tersendat. Selain itu,suasana juga menjadi sangat bising karena beberapa knalpot sepeda motor telah dimodifikasi menjadi bersuara nyaring, sehingga memaksa warga harus menutup telinga.Kepulan asap dari kendaraan bahkan membuat dada terasa sesak dan mata perih. Even menyambut tahun baru lebih banyak digelar di hotel-hotel dan tempat hiburan. Sedangkan Pemerintah Kota Solo, seperti tahun- tahun sebelumnya, tidak menggelar acara perayaan,kecuali peresmian pelataran Taman Sriwedari.

Wali Kota Solo Joko Widodo menuturkan, selama ini pemerintah kota memang tidak pernah menggelar perayaan tahun baru.Namun, ke depan telah disiapkan acara untuk menyambut tahun baru demi mengubah kebiasaan masyarakat yang cenderung hura-hura dalam menyambut tahun baru. ”Sebenarnya ide itu muncul sebulan yang lalu,mau kita terapkan sekarang waktunya terlalu mepet,” ungkapnya,Jumat malam (31/12). Dia menuturkan, even tersebut tidak seperti acara-acara perayaan tahun baru yang selama ini banyak dilakukan seperti pesta kembang api. ” Kita lebih ke sisi budaya,bukan pesta kembang api. Nanti kita gelar karnaval budaya di sepanjang Jalan Slamet Riyadi,” ujarnya. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solo Eny Tyasni Susana mengungkapkan, Pemkot lebih mengedepankan kegiatan yang lebih prorakyat, bukan hurahura.

Dalam kalender even tahunan untuk mendukung pariwisata yang itu disusun pada tahun sebelumnya, juga tidak ada kegiatan menyambut malam pergantian tahun. ”Saya lihat kalender even tahunan juga tidak ada. Kalaupun ada agenda perayaantahunbaru,misalnya pesta kembang api, itu dilakukan oleh pihak swasta,” urainya. (ratih keswara/ hendrati hapsari/ fefy dwi haryanto)



Posted by Wawan Kurniawan on 15.26. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels