|

2011, Pesisir Gunungkidul Masih Gelap

| GUNUNGKIDUL: Harapan sebagian warga masyarakat di wilayah pesisir untuk merasakan pijar cahaya dan saluran listrik tidak akan terwujud tahun ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul masih menyusun perencanaan pengusulan jaringan listrik untuk kawasan pesisir ke Pemerintah Pusat dan PLN. Usulan serupa sebenarnya pernah diajukan pada 1986, namun hingga kini belum dikabulkan.

Warga pesisir yang masih akan merasakan kegelapan kala malam hari sepanjang tahun ini adalah yang tinggal di sebagian Kecamatan Tepus dan Tanjungsari. Usulan pemasangan jaringan listrik di dua wilayah itu kemungkinan baru dapat dipastikan pada 2012.

“Untuk tahun 2011 dipastikan belum akan bisa. DED [Detailed Engineering Design] penambangan jaringan listrik baru akan disusun,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Gunungkidul Fransiswa Andriyanti usai melakukan koordinasi tindak lanjut usulan warga pesisir, akhir pekan lalu.

Penambahan jaringan listrik untuk wilayah pesisir beberapa kawasan pantai di Gunungkidul mungkin akan dibarengkan dengan program jaringan listrik dalam pembangunan Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS).

Anggota Lembaga Perempuan Penggerak Ekonomi Rakyat (Pukat), Rino Caroko yang selama ini mendampingi warga pesisir mengaku belum mendapatkan jawaban atas tuntutan warga atas penambahan jaringan listrik.

“Kami segera menyampaikan informasi itu kepada tokoh masyarakat setempat,” kata Rino.

Sebelumnya, beberapa tokoh perwakilan masyarakat pesisir pantai selatan di wilayah Tepus dan Tanjungsari tiga kali mendatangi DPRD dan UPJ PLN Wonosari untuk menyampaikan usulan penambahan jaringan listrik. Selama puluhan tahun mereka belum meresakan terangnya aliran listrik.

Masyarakat mewakili kelompok sadar wisata (Pokdarwis), masyarakat, juga paguyuban pedagang dan pengusaha warung dan penginapan di Pantai Krakal, Sundak dan beberapa pantai lain didampingi Pukat menyatakan pentingnya kebutuhan jaringan listik bagi peningkatan usaha ekonomi dan pembangunan yang kurang merata di Gunungkidul. Listrik sangat penting untuk kawasan pariwisata yang selama ini menjadi objek utama pendulang pendapatan asli daerah.

Juru bicara warga pesisir bahkan menyampaikan penolakan warga atas pembangunan jaringan listrik sistem tenaga surya karena dinilai tidak akan menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di sektor pariwisata Gunungkidul. Selain karena sulitnya perawatan, tenaga surya tidak akan memberikan daya yang stabil dengan iklim cuaca yang kerap mengganggu kemampuan maksimal pijar.

UPJ PLN Wonosari Larto beberapa kali mengatakan pihaknya tidak berani memberikan kepastian realisasi penambahan jaringan listrik rumah tangga bagi masyarakat pesisir di Gunungkidul. PLN Wonosari hanya berhak mengusulkan ke PLN pusat. Smentara PLN pusat berwenang memutuskan penambahan jaringan listik di beberapa wilayah nasional. PLN juga menyampaikan target memeratakan jaringan listrik di wilayah nasional akan selesai pada 2022, tepat pada hari ulang tahun ke 75.(Harian Jogja/Endro Guntoro)


Posted by Wawan Kurniawan on 17.00. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels