|

Sudah 7 Hari Tak Ada SMS dari Mesir ke Yogya

Orangtua mahasiswa asal Yogyakarta berharap Pemerintah mencari keberadaan anak mereka.
VIVAnews - Krisis politik di Mesir membuat sejumlah orangtua di Yogyakarta mengkhawatirkan nasib anak-anak mereka yang menimba ilmu di Negeri Seribu Menara itu. Sejak Kairo digoyang aksi yang menuntut turunnya Hosni Mubarak dari jabatan Presiden, para orangtua ini tidak lagi mendengar kabar tentang anak-anak mereka.

"Hampir sepekan ini saya kehilangan kontak," kata KH Aliy As'ad, yang anaknya menuntut ilmu di Kairo dalam perbincangan di Yogyakarta, Selasa, 1 Februari 2011. Saat ini sedikitnya ada 50 mahasiswa asal Yogyakarta yang menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi di Kairo.

Menurut Aliy, putranya Rajif Dienal Maula sudah tiga tahun kuliah di Fakultas Ushuluddin, Universitas Al Azhar. Ia berangkat bersama tujuh temannya dari Yogyakarta.

Aliy menyatakan sebelum kehilangan kontak dengan putranya, keluarga selalu rutin mendapatkan kabar lewat SMS, facebook, telepon atau email. Namun setelah Mesir bergolak, komunikasi sama sekali terputus. "Apalagi saat jaringan internet dan telepon mati, maka komunikasi praktis mati," kata dia.

Aliy menambahkan bersama beberapa keluarga yang anaknya kuliah di Mesir telah menanyakan keberadaan putra-putri mereka, namun tidak ada jawaban pasti dari Pemerintah. "Keluarga berharap perwakilan pemerintah Indonesia di Mesir berhasil mencari keberadaan anak-anak kami," kata dia.

Proses evakuasi warga RI di Mesir kini tengah dimulai. Kedutaan Besar RI di Kairo telah mengumpulkan warga dari tempat tinggal mereka ke titik kumpul di Nasr City. Selanjutnya mereka akan dibawa ke Bandara Internasional Kairo.

Untuk tahap pertama, mereka akan diangkut dengan maskapai Garuda Indonesia yang sudah mendapat izin mendarat di Kairo. Diharapkan rombongan bisa terbang ke Jakarta pukul 20.00 waktu setempat atau pukul 01.00 WIB. Rombongan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 10.00 WIB.

Selain Garuda, WNI juga akan dievakuasi oleh Batavia Air dan Lion Air. Tiga maskapai ini menggunakan Boeing 747 berkapasitas 428 orang. Di Mesir sendiri ada lebih dari 6.000 warga Indonesia. Sebagian besar mahasiswa yang menimba ilmu di negeri piramida itu.

Laporan: Juna Sanbawa | Yogyakarta



Posted by Wawan Kurniawan on 18.16. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels