Jumat, 04 Maret 2011


REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Artina Prastiwi menemukan vaksin flu burung atau Avian Influenza H5N1 dengan memanfaatkan ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). "Vaksin tersebut terbukti mampu menghambat perkembangan virus Avian Influenza (AI) hingga 87 persen. Selain telah teruji dalam skala laboratorium, vaksin itu juga lebih murah dibandingkan dengan vaksin kimia yang dijual di pasaran," kata Artina di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, vaksin AI di pasaran biasanya dibanderol Rp200.000 per 100 dosis, sedangkan vaksin temuannya hanya Rp75.000 per 100 dosis. "Meskipun terbilang efektif dan murah, vaksin itu belum dipasarkan secara massal, karena masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti hasilnya," katanya.



Ia mengatakan, vaksin itu memanfaatkan buah mahkota dewa, potensi lokal Indonesia, yang secara ilmiah telah terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh sebagai antivirus AI. Kandungan saponin dalam buah mahkota dewa bermanfaat selain dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan vitalitas, juga bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri dan antivirus.

Menurut dia, untuk mendapatkan senyawa saponin, buah mahkota dewa dibuat ekstrak melalui penyulingan. Cara membuat antivirus dari ekstrak mahkota dewa itu diawali dengan penimbangan sesuai dosis yang dibutuhkan. "Untuk dosis 10 mililiter diperlukan buah mahkota dewa kering sebanyak 100 gram per 100 mililiter air, atau kelipatannya yakni 100 gram per 1.000 mililiter. Selanjutnya, dilakukan penyulingan untuk mendapatkan ekstrak," katanya.

Setelah memperoleh ekstrak, dilakukan pengujian kadar saponin di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM. Ekstrak mahkota dewa harus mengandung kadar saponin 10 persen.
"Hasil saponin yang diperoleh itu yang digunakan sebagai bahan baku yakni pelarut suspense antigen virus AI. Kemudian yang digunakan sebagai vaksin adalah ekstrak mahkota dewa 0,2 mililiter," katanya.

Ia mengatakan, pada awalnya uji coba dilakukan pada 30 telur ayam berembrio. Dari hasil uji tersebut diketahui telur yang diberi virus AI dan diberi tambahan saponin 10 persen dari ekstrak buah mahkota dewa 0,2 ml, setelah diinkubasi selama 35 hari diketahui embrio tidak mati, sehat, dan tanpa bekas luka.

Namun, telur yang disuntik dosis yang lebih tinggi 15 persen dan 20 persen, ternyata semua embrio mati dengan bentuk perdarahan seluruh tubuh, kekerdilan, dan cairan alantois keruh .
Menurut dia, sepuluh persen merupakan hasil terbaik untuk menghambat virus flu burung. Hal itu membuktikan bahwa kadar saponin yang digunakan harus tepat karena bisa menimbulkan keracunan jika diberikan dalam dosis besar.

"Setelah teruji aman pada telur, vaksin mengujikan pada ayam usia kurang dari 21 hari, dan hasilnya cukup menggembirakan. Ayam yang telah divaksin tidak ada satu pun yang mati," katanya. Hasil penelitian itu akan dipresentasikan dalam seminar internasional yang digelar Amstecs di Jepang pada 19-20 Maret 2011.

Red: Krisman Purwoko
Sumber: antara


UGM Students Find Avian Influenza Vaccine


REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Students of the Faculty of Veterinary Medicine, Gadjah Mada University Artina Prastiwi finds bird flu or avian influenza H5N1 by utilizing the gods crown fruit extract (Phaleria macrocarpa). "The vaccine was shown to inhibit virus growth Avian Influenza (AI) to 87 percent. Also have been tested in laboratory scale, the vaccine has also cheaper than chemical vaccines sold in the market," said Artina in Yogyakarta, on Thursday.

According to him, AI vaccine on the market are usually priced Rp200.000 per 100 doses, whereas only vaccine discovery Rp75.000 per 100 doses. "Although somewhat effective and inexpensive vaccine has not been marketed in bulk, because it still needs further research to know for certain the outcome," he said.

He said the vaccine was used the fruit crown of god, the local potential of Indonesia, which has been scientifically proven to increase endurance as antivirus AI. The content of saponins in the fruit crown gods useful addition to boost the immune system and vitality, can also be used as an antibacterial and antiviral.

According to him, to get the compound saponin, fruit extract gods crown made through distillation. How to make antivirus an extract from the crown of the god was preceded by weighting according to the dosage required. "For a dose of 10 milliliters needed dried fruit gods crown as much as 100 grams per 100 milliliters of water, or the multiplication of 100 grams per 1,000 milliliters. Next, do refining to get the extract," he said.

After obtaining the extract, was examined levels of saponin in the Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) GMU. Extracts crown god must contain saponin content of 10 percent.
"The results obtained by saponin was used as a raw material that is solvent suspense AI virus antigen. Then that is used as the vaccine is 0.2 milliliters extract gods crown," he said.

He said, in the first trial conducted at 30 embryonated chicken eggs. From the test results are known egg AI virus and given an additional 10 percent of saponin extract of the fruit crown the god of 0.2 ml, after incubation for 35 days found no dead embryos, healthy, and without scarring.

However, eggs injected with the higher dose 15 percent and 20 percent, turned out all the embryos die with a form of bleeding throughout the body, dwarfism, and alantois turbid fluid.
According to him, ten percent is the best result to prevent the bird flu virus. It was proved that the saponin concentration used should be appropriate because it can cause poisoning if given in large doses.

"Once proven safe in the eggs, testing this vaccine in chickens aged less than 21 days, and the results are quite encouraging. Vaccinated chickens that had none of the dead," he said. The results will be presented at an international seminar held in Japan Amstecs at 19 to 20 March 2011.


EmoticonEmoticon