Selasa, 08 Maret 2011

Sleman - Kasus perjokian ujian tulis tes masuk perguruan tinggi kembali terjadi. Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta berhasil mengungkap kasus perjokian.


Sebanyak tujuh orang peserta yang menggunakan jasa joki oleh panitia langsung dibatalkan keikutsertaannya. Semuanya mendaftarkan untuk masuk ke Fakultas Kedokteran (FK) UII.


"Cara perjokian yang dilakukan ini tergolong canggih menggunakan alat HT (handy talky-red) bukan Handphone," kata Ketua Panita PMB UII, Nur Jihad di Kampus UII di Jl Kaliurang Km 14 Sleman, Yogyakarta, Senin (7/3/2011)

Jihad mengatakan ketujuh peserta menjadi joki untuk dirinya sendiri. Bukan menjadi joki untuk calon lain. Mereka juga bisa disebut sebagai korban perjokian. "Kasus ini pasti ada yang mengkoordinir dan yang mengatur. Terbukti dari alat-alat yang digunakan," katanya.


Menurut dia, terungkapnya kasus ini saat panitia PMB melaksanakan ujian tulis tahap I pada hari Minggu 6 Maret. Saat ujian HT milik salah satu calon terjatuh. Karena panitia curiga kemudian memeriksa sejumlah peserta yang mencurigakan.


"Hasilnya ada tujuh calon peserta, semuanya perempuan yang kita curigai telah berbuat kecurangan," katanya.


Modus yang digunakan itu lanjut dia, tergolong pintar. Sebab mereka tidak menggunakan HP. Kalau menggunakan HP pasti gagal karena sinyal HP selama ujian telah diacak oleh panitia. HT yang digunakan peserta itu disambungkan ke HP. Selanjutnya dari HP disambungkan ke kabel headset yang dipasang di telinga.


"Headset yang terpasang ditelinga tidak kelihatan. Kerudung yang dikenakan untuk menyembunyikan earphone. Sedangkan HT dan HP ada yang diselipkan dalam perut atau paha. Kalau tidak jatuh mungkin panitia tidak akan tahu dan curiga," kata Jihad.


Dia mengatakan tujuh orang yang dicurigai itu ada yang berasal dari Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi dan Jawa Timur. Keikutsertaan mereka pada tes tahap I langsung dibatalkan. "Kasus ini sudah kami laporkan ke polisi dan biarlah polisi yang menyelidikinya," kata Jihad.


(bgs/her)





Jockey Reveals UII Entrance Test with HT Use mode


Sleman - Case perjokian written exam tests college entrance re-occur. New Student Admission Committee (PMB), Indonesian Islamic University (UII) Yogyakarta cracked the case perjokian.


A total of seven participants who use the services of jockey by the committee immediately be disqualified. Everything register to enter the Faculty of Medicine (FK) UII.


"How do perjokian is quite sophisticated use of HT (handy talky-red) is not mobile," said Chairman of PMB Panita UII, Nur Jihad on Campus UII on Jl Kaliurang Km 14 Sleman, Yogyakarta, on Monday (03/07/2011)


Jihad said the seven participants to jockey for himself. Not be a jockey for another candidate. They can also be referred to as the victim perjokian. "This case must have a coordinating and regulating. Proved from the tools used," he said.


According to him, the unfolding of this case when the committee PMB implement a written test the first stage on Sunday 6 March. When the HT exam belonging to one candidate dropped. Because the committee suspect then examine a number of participants is suspicious.


"As a result there are seven potential participants, all women who we suspect have doing fraud, "he said.


Mode is used that information to him, quite smart. Because they are not using HP. If using HP doomed to fail because HP during the test signal has been scrambled by the committee. HT is used participant is connected to HP. Furthermore, the HP is connected to the headset cable that is placed on the ear.


"The headset is plugged ears are not visible. Shawl worn to hide the earphones. While the HT and HP is inserted in the abdomen or thighs. If the committee does not fall probably will not know and suspect," said Jihad.


He said seven people suspected of it were from North Sumatra, Central Java, East Kalimantan, Sulawesi and East Java. Their participation in the testing phase I immediately canceled. "Our case has been reported to the police and let the police investigate," said Jihad.


EmoticonEmoticon