|

Tak Ada Calon yang Dicoret

YOGYAKARTA– Panitia Pusat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) memastikan tidak ada calon mahasiswa jalur undangan yang dicoret karena tidak lulus sekolah.


Dengan begitu,kuota calon mahasiswa baru melalui jalur tersebut juga dipastikan terpenuhi semua.“Data siswa tidak lulus yang kita terima pada Sabtu (14/5) lalu setelah dicocokkan dengan daftar calon mahasiswa tidak ada yang identik, sehingga tidak ada yang dicoret,” kata Bendahara Umum SNMPTN Prof Rochmat Wahab kemarin. Menurut Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini, sebelumnya sempat muncul adanya 30 siswa dari Sulawesi yang dinyatakan tidak lulus tapi masuk dalam daftar calon mahasiswa baru jalur undangan.

Namun dari hasil konfirmasi akhir yang dilakukan dengan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendiknas, dipastikan bahwa ke-30 siswa lulus semua. Rochmat yang mendapatkan tanggung jawab mengambil data siswa tidak lulus SMA 2011 dari Puspendik mengatakan, sesuai rencana hari ini setiap Panitia Lokal (Panlok) sudah dapat mengumumkan daftar calon mahasiswa melalui jalur undangan,baik program regular maupun Beasiswa Pendidikan Mahasiswa Miskin (Bidik Misi).


Tidak adanya calon mahasiswa yang tercoret, kata Rochmat, menunjukkan bahwa proses pemilihan siswa yang mendapat rekomendasi sekolah untuk mendaftar jalur undangan, telah berlangsung sesuai kriteria. Hanya,perguruan tinggi harus benar-benar jeli dalam menyeleksi calon mahasiswa yang akan diterima karena kelulusan siswa SMA saat ini mempertimbangkan nilai sekolah.


Salah satu yang patut menjadi pertimbangan adalah asal sekolah.Menurutnya,asal-usul sekolah dapat digunakan untuk menilai kualitas inputcalon mahasiswa yang akan diterima. “Kita tidak dapat membandingkan antara siswa dari sekolah bertaraf internasio-nal, dengan yang regional, apalagi dengan yang belum terakreditasi. Tetapi dengan penilaian yang dipergunakan sekarang, nilai 9 siswa sekolah internasional dan siswa sekolah belum terakreditasi terlihat sama tidak ada bedanya,”tandasnya.


Ketua Panitia Lokal SNMPTN Regional Yogyakarta Prof Nurfina Aznam mengatakan, peserta seleksi jalur undangan dapat melihat secara langsung pengumuman hasil seleksi melalui laman PTN penyelenggara SNMPTN.“Proses upload langsung dilakukan oleh panitia pusat. Kita lihat saja langsung mulai besok pagi (hari ini) baik melalui situs PTN ataupun media masa,”ujarnya. maha deva





Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction


There are No Candidate Strikethrough


YOGYAKARTA-Selection Committee for the National Center for State Higher Education Entrance (SNMPTN) ensure that no prospective student who crossed paths because the invitation did not pass the school.


That way, the quota of new students over the line, also confirmed fulfilled all. "Student does not pass the data that we received on Saturday (14 / 5) and then after the match with a list of prospective students nothing is identical, so no one crossed out," said General Treasurer Rochmat SNMPTN Prof. Wahab yesterday. According to the Rector of the State University of Yogyakarta (UNY), previously had appeared the 30 students from Sulawesi who did not pass but on the list of prospective new students invitation line.


However, final confirmation of the results conducted by Center for Educational Assessment (Puspendik) Events Calendar, ensure that the 30 students passing all. Rochmat who gets to take responsibility for not graduating high school student data 2011 from Puspendik said, according to plan today every Local Committee (Panlok) is to announce a list of prospective students through the invitation, both the regular and Poor Students Scholarship (Shutter Mission).


The absence of prospective students who crossed, Rochmat said, showed that the process of selecting students who receive school recommendation to enroll invitations lines, has been going according to the criteria. Only, universities must be cautious in selecting prospective students will be accepted for high school students' graduation is currently considering the value of school.


One that deserves consideration is the origin school. According to, the origin of school can be used to assess the quality of input camdidat students will be accepted. "We can not compare between students from the school of international standard are criminals, with a regional, let alone with that has not been accredited. But with the assessment that is used now, the value of 9 students of international schools and students are not yet accredited schools look the same no difference, "he said.


Local Committee Chairman Prof Yogyakarta Regional SNMPTN Nurfina Aznam said, participant invitation path selection can directly see the announcement of the selection through the pages PTN SNMPTN organizers. "Directly upload process undertaken by the central committee. We'll see directly from tomorrow morning (today) either through the PTN website or news media, "he said.

Posted by Wawan Kurniawan on 04.41. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels