|

Kementerian LH Dorong Berdirinya Bank Sampah Tiap Daerah

DetikNews - Kementerian Lingkungan Hidup (LH) terus mendorong berdirinya bank sampah di tiap-tiap daerah. Hal itu dilakukan untuk mengurangi banyaknya timbunan sampah terutama dari rumah tangga.

"Baru sekitar 7 persen sampah kita yang dimanfaatkan. Selebihnya belum dan masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir)," kata Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta saat membuka Rakernis Bank Sampah di Hotel Yogyakarta Plaza di Jl Affandi, Yogyakarta, Senin (12/9/2011).

Untuk mengurangi timbunan sampah tersebut kata dia, masyarakat diminta memanfaatkan kembali sampah-sampah yang ada. Salah satu caranya yakni memisahkan antara sampah organik dan non organik.

Di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (jateng) sampah-sampah yang dimanfaatkan sudah mencapai 40-50 persen. Sedangkan untuk Yogyakarta dan Bantul sudah terbentuk bank sampah yang dikelola masyarakat.

"Hampir 50 persen sampah di Kota Yogya dan Bantul telah berhasil dimanfaatkan serta diolah menjadi barang yang bernilai guna dan bernilai ekonomis. Salah satu pelopornya adalah Koperasi Gemah Ripah di Badegan, Bantul yang dikelola Pak Bambang," kata Gusti.

Gusti menargetkan setiap tahun di kabupaten dan kota akan mempunyai 5 bank sampah. Pada tahun 2014 nanti diharapkan 25 bank sampah akan dimiliki di tiap kota dan kabupaten. Idealnya ada 750 sampai 1 juta bank sampah.

"Namun pelan-pelan terus kita dorong untuk berdiri. Target separuh kota di Indonesia punya bank sampah," harapnya.

Bila target itu tercapai, efeknya minimal akan ada lebih dari Rp 50 miliar/tahun perputaran uang dari bisnis sampah itu yang kemudian mendorong perekonomian masyarakat.

Kota-kota yang meraih Adipura diminta jangan hanya memindahkan atau membuang sampah ke tempat lain dengan tujuan agar kota menjadi bersih. Namun sampah-sampah dari rumah tangga itu dapat dimanfaatkan. Jangan sampai kota peraih Adipura ini tampak bersih hanay karena sampah di pindah ke tempat lain.

Prinsip dasar dari bank sampah itu sendiri yakni dengan cara memilah dan memilih sampah-sampah sehingga dapat dimanfaatkan secara ekonomis. Sampah organik nantinya akan diproduksi menjadi pupuk kompos. Sedang sampah anorganik seperti plastik akan didaur ulang.

"Gerakan 3R (reduce, reuse dan recycle) merupakan salah satu langkah nyata yang dilakukan bank sampah. Ini akan mengurangi timbunan sampah rumah tangga," katanya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara pemerintah Kabupaten Bogor Bandar Lampung, Surabaya, Batam dan Palembang dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Pemerintah Kota Tangerang, KLH dan PT Garuda Indonesia untuk pengelolaan sampah di wilayah Tangerang.(bgs/gus)
Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction

Encourage the establishment of the Bank's Environment Ministry Trash Each Region

DetikNews - Ministry of Environment (LH) continue to encourage the establishment of bank litter in each area. This was done to reduce the amount of landfill waste, especially from households.

"Only about 7 percent of our waste is utilized. The rest have not and go into the landfill (Final Disposal)," said Environment Minister, Gusti Muhammad Hatta when opening a bank Rakernis Trash in Jogjakarta Plaza Hotel on Jl Affandi, Yogyakarta, on Monday (12 / 9 / 2011).

To reduce landfill waste that he said, people should reuse the existing rubbish. One way that is split between organic and non organic waste.

In the Special Province of Yogyakarta (DIY) and Central Java (Central Java) garbage that used already reached 40-50 percent. As for the Yogyakarta and Bantul already established community-managed waste bank.

"Nearly 50 percent of garbage in the city of Yogyakarta and Bantul has been successfully utilized and processed into valuable goods to and economic value. One of the vanguard is Cooperative Gemah Ripah in Badegan, Bantul managed Pak Bambang," Gusti said.

Gusti target each year in the county and city will have 5 banks of garbage. Expected later in 2014 will be owned 25 banks waste in each city and county. Ideally there are 750 to 1 million bank trash.

"But slowly we continue to push for the stand. Target half the cities in Indonesia have a bank garbage," he hoped.

When the target was reached, the effect is minimal there will be more than Rp 50 billion / year business turnover from the trash which then encourage the community's economy.

Cities that took Adipura asked not only to move or dispose of waste to another place in order for the city to be clean. However, the waste from households that can be utilized. Do not let the city look clean winner this Adipura Hanay because the waste in moving to another place.

The basic principle of the bank's own waste by sorting and selecting the waste that can be exploited economically. Organic waste will be produced into compost. Being inorganic waste like plastic will be recycled.

"Movement of the 3R (reduce, reuse and recycle) is one concrete step by the banks of garbage. This will reduce the pile of household trash," he said.

In the event, also made the signing of cooperation between government Bogor Regency Bandar Lampung, Surabaya, Batam and Palembang with the National Gas Company (PGN) and Tangerang City Government, Ministry of Environment and PT Garuda Indonesia to waste management in Tangerang.

Posted by Wawan Kurniawan on 19.25. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented