|

Warga Tempel Ciptakan Kompor Bahan Bakar Lilin

SLEMAN (KRjogja.com) - Siswanto (45) warga Jalan Gendol, Cemoro, Tempel, Sleman berhasil menciptakan kompor dengan bahan bakar lilin. Penemuan kompor energi alternatif ini diharapkan bisa menjadi solusi ditengah mahalnya bahan bakar kebutuhan rumah tangga.

Kompor buatannya ini oleh Siswanto dinamai Biosis, nama tersebut diambil dari kata 'Bio' yang berarti hidup dan 'Sis' yang merupakan bagian dari nama dirinya. Prinsip dasar kerja Biosis ini sama seperti dengan kompor minyak pada umumnya, hanya saja yang membedakan adalah bahan bakarnya yang bisa mencair disaat panas dan bisa pula menjadi zat padat ketika suhu tabung kompor menjadi dingin.

“Kompor Biosis sangat aman dan anti meledak. Api yang dihasilkannya berwarna biru, sehingga tidak meninggalkan noda hitam hangus pada alat masak,” kata Siswanto kepada KRjogja.com di rumahnya, Minggu (11/9).

Kompor yang terbuat dari plat stainless steel ini terdiri dari dua bagian. Bagian bawah sebagai tabung penyimpan parafin (bahan dasar lilin) dan bagian atas sebagai tempat sumbu beserta tungku pemasakan.

Dengan tabung dasar penyimpanan parafin berbentuk melingkar berdiameter sekitar 30 cm ini, setidaknya 1,5 liter hingga 3 liter parafin cair dapat tersimpan di dalamnya. Sementara itu, sumbu yang dipergunakan dalam kompor ini merupakan sumbu khusus yang terbuat dari bahan asbes.

Kompor dengan tinggi sekitar 30 cm ini juga terbilang cukup sederhana dalam pengoperasiannya. Pertama-tama, parafin yang sebelumnya telah dicairkan dengan cara dipanaskan terlebih dahulu ini dimasukkan kedalam tabung penampungan bahan bakar di bagian bawah kompor.

Setelah parafin mencair, kemudian dipasanglah bagian atas kompor yang berisi sumbu. Dari sumbu khusus yang berjumlah sekitar 15 hingga 20 sumbu ini, cairan parafin akan diserap dan dihantarkan untuk siap dinyalakan api.

“Dinding kompor dari stainless steel ini menghantarkan panas yang baik bagi parafin, sehingga parafin akan awet mencair dan akan selalu terserap ke sumbu secara terus menerus. Dengan demikian, nyala api akan maksimal,” terangnya.

Siswanto mengungkapkan, sebagai pembanding panas, Biosis ini setidaknya dapat mencapai titik didih 100 derajat celcius 2 liter air dalam waktu sekitar 10 menit. Sementara itu, satu liter parafin dalam kompor Biosis ini akan mampu dipakai untuk memasak kebutuhan rumah tangga selama seminggu.

Oleh penemunya, kompor Biosis ini dibuat dalam dua model yang masing-masing memiliki daya tampung 1,5 liter parafin yang dijual dengan harga Rp 225 ribu dan Biosis dengan daya tampung parafin 3 liter seharga Rp 250 ribu. Rencananya, kompor alternativ yang masih diproduksi dalam jumlah terbatas ini akan mulai dipasarkan dan diproduksinya secara massal. (Van)
Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction

Temple Residents Create Stove Fuel Paste Wax

SLEMAN (KRjogja.com) - Siswanto (45) residents Gendol Road, Cemoro, Tempel, Sleman managed to create a fuel stove with wax. The discovery of alternative energy stoves is expected to be a solution amid the expensive fuel domestic demand.

This homemade stove by Siswanto named BIOSIS, the name was taken from the word 'Bio' means life and 'Sis' which is part of the name itself. BIOSIS these basic principles are the same as with the oil stove in general, only difference is the fuel that can melt when hot and can also be solid when the temperature of the stove to cool down the tubes.

"BIOSIS Stove is very safe and anti-burst. The resulting flame is blue, so do not leave black stains on cooking utensils charred, "said Siswanto to KRjogja.com at his home on Sunday (11 / 9).

Stoves are made of stainless steel plate is composed of two parts. The bottom of the tube store of paraffin (wax base material) and the top as a cooking stove and its axis.

With a tube-shaped paraffin deposit base of about 30 cm diameter circle, at least 1.5 liters to 3 liters of liquid paraffin can be stored in it. Meanwhile, the axes used in this stove is a special wick made of asbestos.

Stove with a height of about 30 cm is also quite simple in its operation. First of all, paraffin which had previously been melted by heating the first tube is inserted into the fuel reservoir at the bottom of the stove.

After the paraffin melts, then the top of the stove was installed which contains the axis. Of particular axis which amounts to about 15 to 20 of this axis, the liquid paraffin to be absorbed and delivered ready to lit the fire.

"The walls of the stainless steel stove is a good dissipates heat to the paraffin, so that the melted paraffin will be durable and will always be absorbed into the axis continuously. Thus, the flame would be maximized, "he explained.

Siswanto revealed, as a comparison of heat, BIOSIS it can at least reach the boiling point of 100 degrees Celsius, 2 liters of water in about 10 minutes. Meanwhile, a liter of paraffin in BIOSIS stove will be able to be used for household cooking needs for a week.

By the inventor, BIOSIS stove was made in two models each have a capacity of 1.5 liters of paraffin are sold at a price of USD 225 thousand and BIOSIS with a capacity of 3 liters of paraffin worth USD 250 thousand. The plan, stove alternativ still produced in limited quantities this will begin to be marketed and mass produced.

Posted by Wawan Kurniawan on 21.00. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented