|

Tamu Sultan Banjiri Yogya

YOGYAKARTA– Hari ini, puncak prosesi pernikahan GKR Bendara dengan KPH Yudanegara akan digelar. Ribuan tamu Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri acara yang langka ini.

Pernikahan ini juga menjadi pesta rakyat. Di beberapa tempat, rakyat menggelar pesta sebagai wujud kebahagiaan atas gawe Raja Keraton Yogyakarta ini.Selain menggelar pentas seni, warga secara sukarela juga memasang penjor di Jalan Malioboro hingga menyediakan 200 angkringan bagi warga saat kirab pengantin sore ini. Di dalam keraton, suasana hajatan megah semakin kental terasa.

Mulai kemarin pagi dilakukan pemasangan tarub, yang identik dengan aneka janur kuning dan beberapa tuwuhan. Tarub ini dipasang di hampir semua pintu masuk ke KeratonYogyakarta.Tarub merupakan salah satu tradisi yang ada di keraton dan masyarakat Yogyakarta ketika menggelar pesta pernikahan. Tarub ini terdiri dari janur kuning yang dirangkai.

Kemarin, sejumlah tamu undangan termasuk VVIP telah tiba di Yogyakarta.Wakil Presiden Boediono telah tiba pukul 11.00 WIB .Sore harinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama istri juga datang menyusul. Sehari sebelum acara puncak,mantan Presiden Megawati Soekarnoputri kemarin juga sudah berada di Kota Solo.


Koordinator Panitia Pernikahan, KRT Suryohadiningrat mengatakan, mantan Wapres Jusuf Kalla, Hamzah Haz, dan Try Sutrisno dan sejumlah duta besar negara sahabat telah memastikan hadir. ”Mereka sudah memberikan kabar,”jelasnya kemarin. Menurutnya, untuk tamu VVIP akan didudukkan di emperan Bangsal Kencono. Di kursi utama hanya disediakan enam tempat duduk,yakni untuk Sri Sultan beserta GKR Hemas, dan Presiden SBY Wapres Boediono beserta istrinya masing-masing.

Khusus mantan presiden dan wapres, akan berada di sisi kanan dan kiri. Kemegahan pesta pernikahan ini, juga akan dihadiri sejumlah raja-raja dari keraton nusantara. Malam ini, Sultan juga akan menggelar resepsi pernikahan kepatihan. Sementara ijab kabul pernikahan GRAj Nurastuti Wijareni (GKR Bendara) dengan Achmad Ubaidillah (KPH) Yudanegara dilaksanakan pagi ini di Masjid Panepen kompleks keraton.

GKR Bendara sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk menikah denganYudanegara. Kesediaan Jeng Reni-panggilan akrabnya ini-disampaikan dalam tantingan di Tratag Proboyekso, tadi malam. ”Sendiko,” jawab GKR Bendara ketika diminta kesanggupan oleh Sultan. Prosesi tantingan ini dilaksanakan secara singkat.

Sultan yang datang dengan GKR Hemas langsung duduk di Tratag Proboyekso, didampingi GRAj Nurabra Juwita, kakak Jeng Reni yang belum menikah.Tidak lama berselang Sultan mengutus abdi dalem untuk memanggil para Abdi Dalem Kaji atau biasa disebut Abdi Dalem Penghulu. GKR Bendara kemudian datang diantar oleh ketiga kakaknya, GKR Pembayun, GKR Condrokirono dan GKR Maduretno.

Prosesi tantingan ini sendiri disaksikan keluarga dan para abdi pengulon. Usai menyatakan siap untuk melepas masa lajangnya, petugas dari KUA kecamatan keraton mengajukan beberapa lembar administrasi untuk ditandatangani oleh GKR Bendara dan Sultan.Administrasi inilah yang akan dijadikan dasar pada pelaksanaan ijab dan kabul pada hari ini. ”Itu tadi hanya berkas administrasi yang akan dipakai untuk menikah,”jelas Wedana Muclis Abdullah, petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kraton.

Tadi malam juga digelar midodareni di Bangsal Sekar Kedhaton. Malam midodareni dilakukan oleh GKR Bendara didampingi para abdi dalem. Malam midodareni merupakan tradisi menunggu turunnya bidadari dari khayangan.

Sebelum midodareni, pasangan pengantin kemarin juga melakukan siraman di dua tempat terpisah.GKR Bendara melakukan siraman di Bangsal Sekar Kedhaton, sedangkan Yudanegara di Gedhong Pompa. Prosesi ini dilakukan secara terbatas dan pengamanan ketat.

Kirab Sore Hari

Usai ijab dan kabul, kedua pengantin putri hari ini akan ke Bangsal Kedhaton dan pengantin pria ke Bangsal Kasatriyan. Setelah berganti pakaian, pasangan pengantin ini akan melakukan pethukan, dengan diawali dengan tradisi edanedanan. Prosesi ini merupakan permulaan dari acara panggih yang akan dilaksanakan di Bangsal Kencono.

Kedua pengantin yang bertemu akan melakukan tradisi mbalang gantal dan menginjak telur. Barulah akan dilakukan tradisi pondongan pengantin putri oleh pengantin pria dan paman pengantin putri. Acara diakhiri dengan prosesi naik ke pelaminan, yang diikuti doa restu dari para undangan.

Pada siang harinya,akan dilakukan upacara tampa kaya yang dilanjutkan dengan Dahar Klimah. Barulah pada sore harinya akan dilakukan kirab, pengantin dari keraton menuju ke Bangsal Kepatihan.Kirab ini akan dilakukan dengan kirab lima kereta kuda. Sebelum tamu undangan datang memberikan doa restu, akan dilaksanakan beksan Bedhaya manten dan Beksan lawung Ageng. kuntadi

Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction

Guests Yogya Sultan Flood

YOGYAKARTA-Today, the top of the wedding procession with GKR Bendara Yudanegara KPH will be held. Thousands of guests lane X attend this rare event.

Marriage is also the party of the people. In some places, the people held a party as an expression of happiness over King Sultan Palace gawe ini.Selain held art performances, citizens also volunteered to put in the Jalan Malioboro Penjor to provide 200 famous place for residents as bridal procession this afternoon. Inside the palace, a magnificent celebration atmosphere more viscous feel.

As of yesterday morning Tarub installation done, which is identical with a variety of yellow coconut and some Tuwuhan. Tarub is installed in almost all entrances to the KeratonYogyakarta.Tarub is one tradition that is in the palace and the people of Yogyakarta when it held a wedding party. Tarub consists of yellow coconut strung together.

Yesterday, a number of invited guests including VVIP had arrived in Yogyakarta.Wakil President Boediono has arrived at 11.00 am. In the afternoon, President Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) with his wife also came to follow. The day before the top event, former President Megawati Sukarnoputri yesterday also already in the city of Solo.

The Coordinating Committee for Marriage, said KRT Suryohadiningrat, former Vice President Jusuf Kalla, Hamzah Haz, and Try Sutrisno and a number of ambassadors of friendly countries have confirmed attendance. "They've given the news," he explained yesterday. According to him, for VVIP guests will be seated on the patio Kencono Ward. In the main seat was reserved six seats, namely for the Sultan and GKR Hemas, vice president and the president and his wife respectively.

Special ex-president and vice president, will be on the right and left. The splendor of this wedding, will also be attended by a number of the palace of the kings of the archipelago. Tonight, the Sultan will also hold a wedding reception kepatihan. While the consent granted marriage GRAj Nurastuti Wijareni (GKR Bendara) by Achmad Ubaidillah (KPH) Yudanegara held this morning at the mosque Panepen palace complex.

GKR Bendara himself has declared his readiness to marry denganYudanegara. Willingness Jeng-Reni-delivered this nickname in tantingan in Tratag Proboyekso, last night. "Sendiko," said RCC Bendara when prompted capability by the Sultan. Tantingan procession was held briefly.

Sultan, who came with GKR Hemas sat in Tratag Proboyekso, accompanied GRAj Nurabra Juwita, sister Susan Jeng who have recently menikah.Tidak Sultan sent to summon the courtiers Dalem Review Abdi Abdi Dalem or so-called prince. GKR Bendara then come escorted by a third brother, Pembayun RCC, the RCC and the RCC Maduretno Condrokirono.

The procession itself was witnessed tantingan family and the servants pengulon. After the states are ready to take off the bachelor, clerk of district court KUA filed several pieces of the administration to be signed by GKR Sultan.Administrasi Bendara and this is what will be the basis on the implementation of the consent and granted on this day. "That was only the administrative records that will be used to get married," explains Wedana Muclis Abdullah, officials from the Office of Religious Affairs (KUA) Sub Palace.

Last night was also held in Ward Sekar midodareni Kedhaton. Night midodareni conducted by GKR Bendara accompanied by their courtiers. Midodareni night is a tradition of waiting for an angel falling from Khayangan.

Before midodareni, couples bridal shower of yesterday also perform in two places terpisah.GKR Bendara make splash in Ward Kedhaton Sekar, while Yudanegara in Gedhong Pump. This procession is limited and security tight.

Carnival Evening

After consent and granted, both the bride today will be to Ward Kedhaton and groom to ward Kasatriyan. After changing clothes, the wedding couple will do pethukan, by beginning with edanedanan tradition. This procession is the beginning of the event to be held in Panggih Kencono Ward.

Both bride and groom who met would do mbalang gantal tradition and stepped on the eggs. Then be performed by the bride pondongan tradition of the groom and the bride's uncle. The event ended with a procession up the aisle, followed by the blessing of the invitation.

At noon, will be rich without ceremony, followed by Dahar Klimah. It was only in the afternoon will be the procession, the bride of the palace toward the Kepatihan.Kirab Ward will be at the carnival five horse-drawn carriage. Before the invited guests came to give their blessing, will be held beksan Bedhaya manten and Beksan Lawung Ageng.

Posted by Wawan Kurniawan on 11.20. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented