|

Seribu Tangkai Bunga Anti Perkosaan

YOGYA - Aktivis anti perkosaan yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Perkosaan Yogyakarta, membagikan sekitar seribu tangkai bunga kertas merah putih di kawasan titik nol Yogyakarta, Selasa (14/2). Bunga yang dibagikan pada pengguna jalan tersebut berisi pesan yang mengkampanyekan gerakan anti perkosaan.

Selain membagikan bunga, para aktivis ini juga menggenakan poster besar berisi pesan kecaman terhadap perkosaan. Sebagian dari mereka juga menggunakan kostum adat wayang Jawa untuk menarik perhatian pengguna jalan. Kampanye anti perkosaan ini juga dimeriahkan dengan gelar tarian dan nyanyian di jalanan.

Koordinator aksi, Musriyanti mengungkapkan, kejahatan perkosaan merupakan tindakan yang bertentangan dengan deklarasi universal HAM. Perkosaan dan kekerasan seksual sendiri merupakan bentuk kejahatan yang sistematis dan struktural.

Ia menyebutkan, seperti dilaporkan Rifka Annisa, pada tahun 2011 lalu tercatat 43 kasus perkosaan dan 39 kasus pelecehan seksual yang dilaporkan perempuan di Yogyakarta. Komnas perempuan melaporkan dari tahun 1998 sampai 2010 telah terjadi 4.845 kasus perkosaan di Indonesia.

"Data ini diperparah dengan terjadinya kasus perkosaan di angkutan umum. Forum keadilan perempuan di Jakarta setidaknya mencatat 6 kasus perkosaan di angkutan umum. Belum lagi perkosaan yang menyasar kaum difabel atau berkebutuhan khusus," ujarnya.

Melalui kampanye anti perkosaan ini, pihaknya berharap agar masyarakat bisa lebih peduli dengan lingkungan untuk mencegah peningkatan jumlah korban perkosaan. Termasuk mendesak aparat hukum untuk bisa menindak tegas para pelaku kejahatan perkosaan.

"Pemerintah juga harus melakukan upaya pencegahan tindak kejahatan perkosaan dengan melakukan promosi dan edukasi kepada masyarakat bahwa perkosaan adalah kejahatan kemanusiaan. Dimana pelaku harus mempertanggujawabkan perbuatannya dan korban adalah pihak yang harus dilindungi," tegasnya.

Dalam aksi tersebut, dibentangkan pula kain putih sepanjang 2 meter di kawasan gedung Agung Yogyakarta. Di kain tersebut, masyarakat yang melintas diminta untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan perlawanan terhadap perkosaan. (Aie)

Sumber : Krjogja

Posted by Wawan Kurniawan on 21.25. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels