|

Seks Bebas Merajalela

GUNUNGKIDUL– Aksi seks bebas di kalangan pelajar dan warga di Gunungkidul semakin merajalela. Ini terbukti dari hasil razia yang dilakukan jajaran Polres Gunungkidul, kemarin.

Petugas berhasil mengamankan beberapa pasangan mesum, satu di antaranya adalah pelajar salah satu SMA swasta di Wonosari. Dia adalah ER, 18, warga Wonosari yang tertangkap basah saat melakukan aksi mesum dengan pasangan prianya berinisial Pr,20 warga Semanu, di salah satu losmen, Jalan Baron, Wonosari. Keduanya kemudian digelandang ke Mapolres Gunungkidul untuk dimintai keterangan.

Selain pasangan pelajar, polisi juga mengamakan tiga pelaku yang diduga melakukan pesta seks. Aksi ini melibatkan satu wanita dan dua pria dalam satu kamar di losmen tersebut. Ketiga orang itu adalah Tm,31, Bd,30,warga Desa Mulo,Wonosari dan Su,34,warga Desa Hargosari, Tanjungsari. Razia juga diteruskan hingga kawasan wisata pantai. Di pantai Krakal, petugas mengamankan tiga pasangan mesum.

”Semuanya kita bawa ke polres dan kita mintai keterangan. Dari data awal mereka semua termasuk pemain baru. Karena belum pernah kena razia sebelumnya.Karena kita lemah di aturan, maka mereka hanya kita berikan pembinaan. Untuk siswa, orang tua sudah kita panggil dan kita serahkan anaknya untuk dibina,” ujar Kasat Sabhara Polres Gunungkidul AKP Tri Pudjo Santoso, kemarin.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ihsan Amin menyatakan, razia ini untuk antisipasi prostitusi di Gunungkidul sekaligus untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.”Kita antisipasi (prostitusi) saja agar tidak ada pelacuran di Gunungkidul,” katanya. Ihsan juga mengaku prihatin dengan kasus seks bebas yang kini mulai kerap terjadi dan melibatkan pelajar.Karena itu,dia berharap orangtua memberikan pengawasan kepada anak-anak sehingga kasus seks bebas pelajar bisa diminimalisasi.

Dari data di Polres Gunungkidul, beberapa kasus seks bebas diantaranyaa adalah kasus pesta seks yang melibatkan pelajar dan dilakukan di ruang kelas salah satu sekolah SMA di Karangmojo. Kemudian pesta seks pelajar di hutan Rongkop yang melibatkan sembilan pelajar. Aktivis Women Research Institut (WRI) Tri Asmiyanto mengatakan, kasus seks bebas pelajar ini sudah selayaknya mendapatkan penanganan serius dari Pemkab Gunungkidul.

Paling tidak, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mulai berani membuat inovasi pembelajaran yang memasukkan muatan kesehatan reproduksi. ”Ini sangat penting sekali, sehingga para pelajar akan sadar mengenai kesehatan reproduksi sehingga bisa menjauhi hal-hal yang buruk tersebut,” tandasnya. suharjono

Sumber : Seputar Indonesia

Posted by Wawan Kurniawan on 08.20. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels