Semua Mahasiswa UGM yang Tersesat di Merapi Ditemukan Selamat

Semua mahasiswa Fak Ekonomi UGM yang tersesat saat melakukan pendakian di Gunung Merapi, berhasil ditemukan kondisi selamat. Dua mahasiswa yang ditemukan terakhir ditemukan di lereng Merapi sisi utara daerah Kabupaten Boyolali, Jateng, dalam kondisi lemas.

Seperti diberitakan sebelumnya, 4 mahasiswa Fak Ekonomi UGM melakukan pendakian ke Gunung Merapi, dimulai Kamis (27/12) sore, berangkat melalui rute Selo, Boyolali, atau rute sisi utara. Keempatnya kemudian diketahui tersesat karena cuaca buruk dan kurang menguasai medan. Dua diantaranya, Chandra dan Seto, telah lebih dulu diketemukan.

Sedangkan dua orang lainnya, Fatah dan Mario, juga sudah ditemukan kemudian oleh tim pencari di lereng Merapi sisi utara yang berada di daerah Selo, Boyolali. Mereka ditemukan dalam kondisi lemas dan kedinginan.

"Kondisinya sudah membaik setelah mendapatkan pertolongan pertama dan perawatan, rencananya siang ini nanti keduanya akan kami pulangkan ke Yogyakarta," ujar Ketua Tim SAR Barameru, Selo, Boyolali, Syamsuri, saat dihubungi Sabtu (29/12) pagi.

Dengan diketemukannya Fatah dan Mario maka keempat mahasiswa UGM yang tersesat di Merapi telah ditemukan dengan selamat.

Sumber : detikNews

12.56 | Posted in , , , | Read More »

Jelang Natal, Penumpang Kereta Yogyakarta Turun

YOGYAKARTA - Penumpang di wilayah kerja PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta menjelang Natal 2012 hingga hari ini menurun 38% dibanding periode yang sama pada 2011.

Itu dikatakan Asisten Manajer Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VI Kuswardoyo di Yogyakarta, Senin (24/12).

Pada H-2 Natal 2011 tercatat sebanyak 9.644 penumpang. Tahun ini hanya 5.933 penumpang yang terdiri atas 1.373 penumpang kereta kelas eksekutif, 1.156 penumpang bisnis, dan 3.404 penumpang ekonomi.

Menurut dia, menurunnya jumlah penumpang itu diperkirakan karena tidak tersedianya kereta tambahan terkait dengan libur Natal tahun ini.

Tambahan dua kereta api yaitu Argo Lawu dan Argo Dwi Pangga untuk melayani penumpang saat libur akhir tahun nanti masih belum signifikan, karena tidak dioperasionalkan secara bersamaan.

"Kalau tahun lalu, dua kereta api tambahan dikeluarkan secara bersamaan mulai 21 Desember hingga 6 Januari. Sekarang secara bergantian," katanya.

Untuk penambahan kereta api menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2013, kereta Argo Lawu dioperasionalkan pada 20 Desember hingga 31 Desember dari Stasiun Solo Salapan.

Argo Dwi Pangga baru dioperasionalkan pada 1 Januari sampai 6 Januari 2013. Pengoperasian kereta tambahan secara bergantian tersebut disesuaikan dengan permintaan pasar.

Menurunnya penumpang juga kemungkinan karena adanya peraturan terkait dengan kapasitas tempat duduk penumpang yang berlaku mulai tahun ini.

"Tahun lalu masih ada toleransi apabila terjadi kelebihan penumpang, yakni untuk KA kelas bisnis 25 persen dan KA ekonomi 25 persen dengan tiket tanpa tempat duduk," kata Kuswardoyo.

Saat ini tiket kereta api reguler yang berangkat dari Daop VI Yogyakarta yang sudah habis terjual yakni KA kelas ekonomi untuk keberangkatan 22 Desember hingga 9 Januari 2013 dan eksekutif, bisnis, serta ekonomi AC untuk keberangkatan 1 dan 2 Januari 2013.

Puncak kedatangan penumpang di Daop VI saat libur panjang akhir tahun ini diperkirakan terjadi pada 26 Desember dan arus balik terjadi pada 1 Januari 2013 dengan penumpang bisa mencapai 8.500 orang.

Sumber : Media Indonesia

18.47 | Posted in , , | Read More »

Yogyakarta Siapkan Dua Kereta Tambahan

YOGYAKARTA - PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta menyiapkan dua kereta tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada libur akhir tahun, yaitu Argo Lawu dan Argo Dwipangga relasi Solo-Jakarta.

"Kereta tambahan itu akan mulai dijalankan pada hari ini hingga 6 Januari 2013," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta Sri Winarto, Kamis (20/12).

Ia mengatakan pada 20-31 Desember 2012, kereta yang dijalankan adalah Argo Lawu yang diberangkatkan dari Solo Balapan pada pukul 09.30 WIB dan Argo Dwipangga diberangkatkan pada pukul 21.30 WIB dari Solo mulai 1-6 Januari 2013.

Penggunaan kedua jenis kereta api tambahan itu untuk menyesuaikan dengan permintaan masyarakat pengguna moda transportasi darat itu.

Selain itu, tiket reguler, tiket untuk kereta api tambahan tersebut juga bisa diperoleh secara dalam jaringan saat tiket untuk kereta reguler sudah habis terjual.

Tiket kereta api reguler yang sudah habis terjual adalah untuk keberangkatan pada 25 Desember, 31 Desember, 1 dan 2 Januari 2013, untuk semua kelas kereta mulai ekonomi, ekonomi AC, bisnis, dan eksekutif.

"Dengan demikian, reservasi tiket kereta api tambahan yang sudah terbuka adalah untuk keberangkatan 25 Desember," katanya.

Mengenai tiket untuk keberangkatan di luar tanggal tersebut, kata Winarto, masih tersisa sedikit namun ketersediannya akan semakin menurun karena permintaan dari masyarakat juga terus mengalir.

Puncak kedatangan penumpang di Daop VI untuk libur panjang akhir tahun diperkirakan terjadi pada 26 Desember dan arus pulang terjadi pada 1 Januari 2013, dengan penumpang masing-masing mencapai 8.500 orang.

Selama libur Natal dan Tahun Baru 2013, PT Kereta Api Daop VI Yogyakarta juga telah membuka posko di sejumlah stasiun besar seperti posko kesehatan di Stasiun Tugu, Klaten, Solo Balapan.

"Posko ini disediakan untuk penumpang yang bisa memanfaatkannya dengan gratis," katanya.

Selain itu, juga telah disiapkan petugas keamanan di dalam kereta, yang terdiri atas petugas keamanan, Polisi Khusus Kereta Api, dan personel bantuan dari kepolisian.

"Nanti akan ada pengaturan sendiri mengenai petugas dari masing-masing personel keamanan itu disesuaikan kondisi di lapangan," katanya.

PT KA Daop VI Yogyakarta juga sudah menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) yang terdiri atas bantalan beton, kayu, besi, batu kricak, dan pasir.

"Peralatan itu akan digunakan sebagai bentuk kesiap-siagaan apabila sewaktu-waktu terjadi ambles atau banjir di jalur kereta. Ada empat titik yang rawan ambles dan banjir di Daop VI," katanya.

Sumber : Media Indonesia

14.33 | Posted in , , , , , | Read More »

5 Pendaki Dilarikan ke RS

Sleman - Setelah ditemukan selamat, 5 pendaki yang tersesat di Merapi langsung di bawa menuju Rumah Sakit (RS) Panti Nugroho, Pakem, Sleman. Mereka diperiksa kesehatannya karena mengalami kelelahan fisik dan hipotermia.

"Semua survivor (pendaki) sudah kami evakuasi turun melalui Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan Sleman," kata Komandan SAR DIY, Ferry Ardianto, ketika dihubungi detikcom, Kamis (20/12/2012).

Setelah dievakuasi turun pada pukul 09.00 WIB, lanjut Ferry, ke-5 pendaki tersebut langsung dibawa ke RS Panti Nugroho untuk diperiksa kondisi kesehatannya. Mereka adalah Ipung (30), Aris (28), Resa (24), Dayan (35) dan Sayid (30). Salah satu dari kelima orang tersebut sempat mengalami sakit dan pingsan.

"Semua kita cek kesehatannya karena mereka berpotensi terkena hipotermia dan saat dibawa masih lemas," katanya

Sementara berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan di RS Panti Nugroho, beberapa anggota keluarga dan rekan-rekan dari kelima pemuda yang tersesat itu sudah berkumpul siap menjemput dan membawa pulang ke kampung Terban, Kecamatan Gondokusman, Kota Yogyakarta.

Ke-5 pemuda itu melakukan pendakian sejak Senin (17/12/2012). Laporan pengaduan diterima SAR DIY, Rabu (19/12/2012) pukul 13.45 WIB. Setelah disisir, tim SAR menemukan mereka di sekitar puncak Plawangan.

Sumber : detikNews

21.24 | Posted in , , | Read More »

Paku Alam IX Buka lagi Tugu Pal Putih

YOGYAKARTA - Tugu Pal Putih dibuka kembali untuk umum setelah direvitalisasi. Pembukaan tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Paku Alam IX.

Tugu pal putih menjalani proses revitalisasi selama lebih kurang 3,5 bulan. Setelah direvitalisasi, selain kondisinya menjadi lebih baik, di sekitar tugu dibuat pedestrian yang mengeliling tugu berjarak 0,5 meter sehingga pengunjung tidak dapat menyentuh tugu yang dibangun pada 1889. Peresmian revitalisasi tugu tahap pertama yang menelan biaya Rp688.862.000.

Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY Nursatwika di Yogyakarta, Selasa (18/12), menjelaskan pemasangan buffer space selebar dua meter persegi mengelilingi tugu dan ditanami pohon Cempaka Mulya dimaksudkan agar pondasi tugu kuat dari getaran kendaraan yang melintas. "Buffer space juga berfungsi meredam getaran yang terlalu dekat dari pondasi ketika kendaraan melintas," paparnya.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY GBPH Yudhaningrat menambahkan, pohon Cempaka Mulya di taman yang terdapat dalam buffer space memiliki makna agar bunga yang mekar hampir tak kenal musim dan beraroma wangi diharapkan membawa kemuliaan warga Yogyakarta dan DIY pada umumnya.

Revitalisasi tahap dua akan dimulai pada 2013 dengan pembuatan outdoor diorama Tugu Golong Gilig di tenggara Tugu Pal Putih.

Sumber Berita & gambar : Media Indonesia

12.01 | Posted in , , | Read More »

Penyelundupan Sabu dari Malaysia ke Yogyakarta Digagalkan

SLEMAN - Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Yogyakarta bersama Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY menggagalkan penyelundupan sabu di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

"Barang bukti yang kami sita berupa narkoba jenis sabu seberat 1.032 gram, yang jika diasumsikan satu gram dipakai empat orang maka barang bukti ini mengancam merusak 4.128 jiwa," kata Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Yogyakarta Munadi Radiani, Sabtu (15/12).

Menurutnya, barang bukti tersebut disita dari seorang penumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK-1320 dari Kuala Lumpur, Malaysia, tujuan Yogyakarta, Jumat (14/12). Pelaku berinisial SN, 43, kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur.

"Setelah dilakukan analisa terhadap passenger list dan pemeriksaan infra merah terhadap barang bawaan penumpang, petugas mencurigai bungkusan yang disembunyikan di dalam LCD TV 40," katanya.

Ia mengatakan, penumpang berinisial SN dan LCD tersebut kemudian dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Dari hasil pemeriksaan kedapatan ada tujuh bungkusan berbentuk kristal dengan berat kotor 1.032 gram. Kemudian dilakukan pemeriksaan dengan narkotest dan hasilnya diduga kuat bahwa barang tersebut merupakan narkoba jenis methamphetamine atau sabu," katanya.

Untuk memastikan barang tersebut adalah sabu, KPPBC Yogyakarta mengirimkan contoh barang tersebut ke Balai Pengujian dan Identifikasi Barang di Jakarta untuk pemeriksaan laboratorium. "Hasil uji laboratorium sementara diperoleh keterangan bahwa barang tersebut adalah methampethamine yang termasuk dalam narkotika golongan I," ujar Munadi. (Ant/OL-01)

Sumber : Media Indonesia

13.23 | Posted in , , , | Read More »

Pedagang Beras Dirampok, Rp100 Juta Amblas

SLEMAN – Rumah milik seorang pedagang beras di Dusun Tengahan, Sendangagung, Minggir, Sleman, dirampok dini hari kemarin sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam aksinya, perampok juga menyakiti korbannya.

Humas Polsek Minggir,Aiptu Iswanto mengatakan, awal kejadian, perampok yang diduga berjumlah lima orang tersebut, masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pagar depan rumahnya.

Saat itu, seluruh anggota keluarga di dalam rumah,yaitu Sumardi,56, Mujirah, 50, dan Anang, 25, sedang tertidur pulas. Para pelaku kemudian masuk ke kamar tidur Sumardi dan Mujirah,membangunkannya untuk dipaksa memperlihatkan letak harta yang disimpannya. “Sempat diancam, namun meski takut,kedua korban menolak permintaan mereka,”kata dia,kemarin.

Akibat penolakan tersebut, keduanya dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan linggis. Bahkan, sempat salah satu pelaku menggunakan alat setrum untuk menyiksa korban hingga pingsan. “Kedua korban pingsan, dan kemudian diikat. Setelah itu, pelaku mendatangi kamar Anang (anak korban) untuk disekap,”ujarnya.

Setelah berhasil menyekap korban, para pelaku mengambil uang Rp100 juta dan dua ponsel milik korban. “Anang yang disekap bisa meloloskan diri dan minta bantuan para tetangga. Sementara para pelaku sudah lolos.Kedua korban, suami istri tersebut kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Hidayatullah Yogyakarta,” paparnya.

Sementara, Panit Reskrim Polsek Minggir,Aiptu Sukatidjo mengatakan, pelaku perampokan diduga dilakukan oleh lima orang.Selain itu,dari olah tempat kejadian, diduga kuat mereka sudah mempelajari terlebih dahulu lokasi yang akan dirampok. ridho hidayat

Sumber : Seputar Indonesia

13.48 | Posted in , , | Read More »

Dimintai Uang, Bapak Tega Bacok Anak Sendiri

KULONPROGO – Wintolo, 26, Warga Dusun IX Jalan, Banaran, Kecamatan Galur tak pernah menduga akan bernasib sial. Niatnya menagih janji uang untuk pembangunan rumah justru dibalas bacokan parang oleh ayah kandungnya sendiri.

Wintolo menderita luka cukup parah di bagian tangan dan punggung. Peristiwa memilukan ini bermula saat Wintolo datang ke rumah kontrakan ayahnya Mujiono,50, di Dusun Sorogaten, Desa Karangsewu, Galur,Rabu (12/12) malam pukul 20.00 WIB.Wintolo hendak menagih janji kepada ayahnya. Maklum,sang ayah sempat mengobral janji akan membantu pembangunan rumahnya. “Bapak janji mau bantu kerja bakti dan bantu uang untuk pembangunan rumah, Senin (10/12).

Tapi,waktu itu tidak jadi datang. Makanya, Rabu malam itu saya datang ke kontrakannya.Bapak juga pinjam uang dan belum dikembalikan,” ungkap Wintolo kemarin. Bukannya memberi uang, Mujiono justru marah.Dia mengaku tidak memiliki uang yang berujung adu mulut antara keduanya.Ayah yang tengah emosi ini kemudian meninggalkan anaknya di ruang tamu.

Bukannya mengambil uang, Mujiono justru mengambil parang dari dapur. Terlanjur emosi, pria yang doyan kawin ini tanpa ragu mengayunkan parang yang baru diambilnya.Wintolo yang tak menduga mencoba menangkis serangan sang ayah dengan tangan kirinya.Mujiono kembali mengayunkan parang yang mendarat di punggung Wintolo.

“Kami sempat adu mulut. Bapak sempat masuk ke dalam rumah,tapi saya tidak tahu kalau ternyata mengambil parang dan langsung menyerang saya,”papar Wintolo. Tak terima dengan perlakuan sang ayah,Wintolo langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Galur malam itu juga. Petugas berupaya mengejar pelaku tapi belum berhasil menangkapnya.“ Kami masih berupaya menangkap pelaku,” ujar Kapolsek Galur Kompol Boifiasius Slamet. sodik

Sumber : Seputar Indonesia

19.29 | Posted in , | Read More »

Akhirnya, Kasus Pembunuhan dengan Mercon Terungkap

YOGYAKARTA, Pelaku pelemparan mercon yang mengakibatkan tewasnya Harju Pambudi (17) warga Bedilan, Margokaton, Seyegan, Sleman, akhirnya dibekuk jajaran Sat Reskrim Polres Sleman tadi malam, Rabu (12/12/2012). Sebelumnya polisi sempat mengaku kesulitan mengungkap kasus ini karena minimnya saksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban Harju Pambudi mengalami luka parah di dada kanannya karena terkena lemparan mercon banting pada Selasa (11/12/2012) kemarin. Korban tewas saat sampai di RS PKU Muhamadiyah Gamping Sleman.

Kepala Polres Sleman AKBP Hery Sutrisman mengatakan, pelaku utama pelemparan mercon yang ditangkap di rumahnya berinisial Wd (16) warga Godean Sleman. Turut ditangkap juga beberapa rekan tersangka yang saat itu membantu aksinya yaitu Gt (17) warga Godean, Ds (17) warga Bantul, dan Tt (18) warga Sleman.

Ke empat tersangka yang diringkus merupakan satu gank di salah satu SMA di Sedayu Bantul. "Awal kami menangkap Wd sebagai pelaku utama, namun ketika dikembangkan akhirnya kami mengamankan juga tiga rekan Wd yang turut dalam aksi pelemparan," kata Hery saat diwawancarai di Mapolres Sleman, Kamis (13/12/2012).

Hery menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengejar dua tersangka lain berinisial Hr dan Wa. Berdasarkan keterangan Wd kedua rekannya tersebut adalah perakit mercon bantingan yang digunakan untuk melempar korban.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Heru Muslimin menjelaskan, sebelumnya Tt sempat dianiaya dan dirusak motornya oleh salah satu oknum siswa SMA di Seyegan. Tak terima dianiaya, Tt bersama tersangka lainnya berniat untuk membalas dendam ke SMA Seyegan dengan membawa mercon bantingan sebesar bola tenis.

Namun ketika mereka mendatangi sekolah tersebut pada Selasa (11/12/2012) beberapa siswa sekolah yang diserang sudah siap melakukan perlawanan, akhirnya ke empat tersangka kabur. Sampainya di TKP, ke empat tersangka berpapasan dengan korban Harju yang saat itu sedang pulang dari sekolah. Mengira salah satu siswa sekolah yang ingin diserang, tiba-tiba Wd melemparkan mercon kepada Harju. Lemparan itu tepat mengenai dada kanan korban hingga terjatuh dan meninggal meninggal dunia.

"Awalnya Wd hanya membantu Tt membalas dendam, sedangkan Harju merupakan korban salah sasaran. Dugaan sementara para pelaku melakukan aksinya lantaran kecewa karena gagal menyerang siswa yang menganiaya Tt," kata Heru.

Ke empat tersangka saat ini sudah diamankan di Polres Sleman untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sumber : Kompas Online

20.28 | Posted in , , , , | Read More »

Pelajar Tewas Dilempar Mercon-Dada Korban Berlubang Tembus Paru-paru

SLEMAN– Siswa kelas X SMK 3 Jetis Yogyakarta, Harju Pambudi, 17, meregang nyawa akibat dilempar petasan berdaya ledak tinggi saat mengendarai motor di Jalan Sayegan, Dusun Margo Mulyo, Sayegan, Sleman kemarin.

Warga Bedilan, Margokaton, Seyegan,tersebut tewas akibat benda yang diduga petasan meledak mengenai dada kanan hingga menimbulkan lubang dan menembus paru-paru. Berdasarkan penelusuran SINDO, tindak kejahatan ini dialami korban seusai pulang sekolah sekitar pukul 14.30 WIB. Pelajar kelas X Jurusan Bangunan SMK 3Jetis Yogyakarta tersebut seperti biasa pulang sekolah mengendarai sepeda Honda Beat warna hitam bernopol AB 2175 RI.

Saat melaju diJalan Sayegan, korban bertemu dengan beberapa pemuda.Selanjutnya para pemuda tadi melempar petasan (mercon). Lemparan itu tepat mengenai dada sebelah kanan korban,dan langsung meledak. Diduga,pelemparan mercon itu dilakukan oleh kelompok siswa atau geng sekolah. Ayah korban, Rumantiyo, 66, baru mengetahui anaknya mengalami musibah pukul 15.00 WIB. Tak lama setelah kejadian.

Kabar tersebut didapatkan dari telepon petugas kepolisian yang meminta dirinya datang ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping,Sleman karena anaknya mengalami kecelakaan. Sesampai di rumah sakit, keadaan Harju Pambudi sudah kritis.”Dia dalam kondisi kritis saat saya sampai di rumah sakit, tidak sempat berkomunikasi dengan saya,” katanya sambil menerawang saat ditemui di rumah sakit tadi malam.

Sepengetahuannya, benda misterius tersebut merupakan petasan.Dugaannya itu berasal dari cerita saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Mengingat mereka mendengar suara ledakan. ”Sepertinya petasan yang dilemparkan.Motornya tidak apa-apa,”ujarnya. Rumantiyo tidak mengira kalau Harju Pambudi akan meninggalkan keluarga begitu cepat. Sebab, paginya saat akan berangkat ke sekolah sikapnya tidak ada yang berubah.

Hanya, dua atau tiga hari belakangan Harju Pambudi sempat menceritakan kepadanya saat ini banyak terjadi tawuran antarpelajar.” Kalau paginya pamit sekolah seperti biasa.Sebelumnya, saya juga tidak mempunyai firasat apa-apa,”bebernya. Korban setelah mengalami pelemparan benda misterius, sekitar pukul 17.00 WIB dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan.Karena kondisinya parah, korban akhirnya tewas.

”Dia anak pemberani,tidak cengeng,”kenangnya. Hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, korban masih di kamar jenazah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Pihak keluarga dan teman-teman korban masih menunggu visum agar bisa dibawa pulang untuk dikebumikan besoknya. Salah satu teman sekolah korban,Juki Ibraham,17,warga Mlati,Sleman, mengatakan, korban merupakan anak periang. Sepengetahuannya di sekolah, Harju Pambudi tidak pernah berkelahi atau punya musuh di sekolahnya atau sekolah lain.

Kendati diduga petasan, tapi polisi tidak menemukan robekan kertas atau bendabenda bekas ledakan.”Ini yang menyulitkan. Kami temukan korban dipinggir jalan, motor distandar.Korban masih sadar, terus kami bawah ke RS At- Taurats terus dirujuk ke RS PKU,” ungkap Humas Polsek Sayegan Aiptu Teguh. Dia menginformasikan korban saat kejadian berpapasan dengan pengendara motor lain.Korban sendiri melaju dari timur ke barat.

”Baju seragam korban robek sementara lukanya menganga dan berlobang. Ada korban lain yang terkena percikan, tapi hanya luka ringan.Namanya Agus Triyanto, 12,warga Mlati. Saat itu dia naik motor di depan kendaraan korban,”tandasnya. Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman mengatakan pihaknya baru mengumpulkan informasi dengan memanggil saksi enam orang.

Dari keterangan mereka diketahui ada suara ledakan sejenis petasan dan mencium bau mesiu. ”Saksi- saksi dari lokasi kejadian. Belum bisa kami pastikan penyebabnya, saat ini masih didalami,” ucapnya. ridho hidayat

Sumber : Seputar Indonesia Online

17.13 | Posted in , | Read More »

Kandang Sapi Modern Dibangun di Yogyakarta

Yogyakarta - Lahan seluas 1,7 hektare di Sleman, DIY, dikembangkan untuk pertanian dan peternakan terpadu, termasuk perkandangan modern yang mampu menampung 240 ekor sapi perah.

"Perkandangan ini juga dilengkapi dengan milking equipment, laboratorium mini, cooling unit, biogas diggester dan pembuatan kompos," kata Presiden Direktur PT Sarihusada Boris Bourdin dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (11/12).

Pihaknya membangun Pusat Pelayanan Pertanian dan Peternakan Terpadu yang merupakan bagian dari program revitalisasi masyarakat korban bencana Merapi, di Padukuhan Plosokerep, Desa Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta.

Fasilitas yang dibiayai oleh Danone Ecosysteme Fund itu, peletakan batu pertamanya di lakukan pada Rabu (11/12) oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bupati Sleman Sri Purnomo dan Presiden Direktur Sarihusada Boris Bourdin.

"Di lahan ini juga terdapat fasilitas belajar bagi petani dan peternak serta lahan percontohan permanen untuk budidaya pertanian, perikanan dan peternakan ternak kecil juga akan dibangun di lokasi yang sama," katanya.

Di luar fasilitas terpadu itu, pihaknya bersama para pihak terkait akan membantu petani di 5 desa di Kabupaten Sleman, yaitu Desa Umbulharjo, Desa Kepulharjo, Desa Glagaharjo, Desa Hargobingangun dan Desa Purwobinangun untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian, peternakan non sapi perah dan usaha produktif lainnya berbasis sumber daya lokal. 

Pihaknya berharap, Pusat Pelayanan Pertanian dan Peternakan terpadu ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, keberdayaan masyarakat dan juga mampu meningkatkan status kesehatan dan gizi anak-anak serta keluarga petani.

Sumber : Media Indonesia

21.47 | Posted in , , , | Read More »

Sultan Janjikan Semua Diperbaiki

SLEMAN – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan semua rumah yang menjadi korban puting beliung di Kabupaten Sleman akan diperbaiki. Menyusul besarnya bencana puting beliung Jumat (7/12) sore, pemerintah juga memperpanjang masa tanggap darurat dari empat hari menjadi lima hari. Masa tanggap darurat akan berakhir Selasa (11/12) besok.

“Kami akan usahakan semua bisa mendapat bantuan untuk perbaikan,dan harapannya nanti bisa menjadi lebih baik,” kata Sultan saat meninjau kesiapan dapur umum di lokasi bencana puting beliung di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan,kemarin. Nantinya, rumah milik warga yang memang tidak dimungkinkan untuk ditinggali akan dibangunkan sesuai dengan standar bangunan rumah bantuan.

Bentuknya seperti yang dibangun untuk korban bencana erupsi Merapi 2010. Standar bangunannya 6 x 6 meter. Selain meninjau dapur umum, Sultan kemarin juga menyempatkan diri berdialog dengan para korban baik yang rumahnya roboh, rusak berat maupun korban luka. Sultan juga meninjau lokasi kandang ternak milik kelompok peternak Dusun Bromonilan yang mengalami rusak berat akibat terjangan puting beliung.

Bencana puting beliung di wilayah Kabupaten Sleman terjadi pada Jumat sore menerjang wilayah Kecamatan Kalasan yang meliputi Desa Purwomartani di Dusun Bromonilan, Kadisoka, Sambiroto, Sidokarto dan Sambisari. Kemudian Kecamatan Depok di Desa Maguwoharjo di Dusun Sambego/Singosutan, Tempelsari dan Grogol dan Kecamatan Ngemplak di Desa Wedomartani di Dusun Sempu.

Kejadian tersebut mengakibatkan rumah rusak sebanyak 1.050 unit dan sejumlah infrastruktur dan korban luka 17 orang, dua di antaranya harus rawat inap. Pemda DIY bersama dengan Pemkab Sleman dan perangkat desa juga membentuk tim verifikasi untuk mendata rumah yang memang membutuhkan bangunan baru. Itu untuk mengantisipasi adanya warga yang sengaja merusak rumahnya agar mendapatkan bantuan rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman,Urip Bahagia mengatakan, masih memverifikasi data jumlah kerusakan rumah roboh maupun rumah yang sudah tidak dimungkinkan untuk dihuni lagi. Pendataan rumah hari ini guna tindaklanjut kesesuaian bantuan yang akan disalurkan nantinya.

Di sisi lain,Pemda DIY siap melakukan sharing pendanaan untuk merehabilitasi korban. Bantuan untuk rehabilitasi tersebut akan diambilkan dari anggaran dana tak terduga milik Pemda DIY.Kepala BPBD DIY Gatot Saptadi mengatakan, saat ini sedang dilakukan perhitungan kebutuhan anggaran rehabilitasi.

Belasan Rumah Rusak

Sementara puting beliung Sabtu (8/12) malam kembali menerjang DIY, tepatnya di Desa Rejosari dan Karangsari, Kecamaatn Semin,Gunungkidul. Belasan rumah warga rusak akibat kejadian in. Salah satu warga Dusun Klepu, Rejosari,Yoso Semito mengatakan, sejak Sabtu siang, hujan di dusunnya turun sangat deras. Bahkan mulai petang hari, angin kencang bertiup dan mengakibatkan berbagai pohon tumbang.

Bencana angin puting beliungjugamemorakporandakan sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga, sore kemarin saat wilayah tersebut diguyur hujan lebat. “Berdasarkan informasi yang kami terima, angin puting beliung tidak hanya terjadi di wilayah kota (Kecamatan Purbalingga) tetapi juga di Kecamatan Bukateja,”kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Priyo Satmoko.Selain Purbalingga, angin puting beliung juga merusak ratusan rumah di empat desa di Banyumas, yakni Petir, Kalicupak Lor, Kalicupak Kidul,dan Klahang,Kecamatan Kalibagor.

Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, angin puting beliung masih berpotensi terjadi di Kabupaten Banyumas dan Purbalingga pada Desember. Oleh karena itu, kata dia,warga diimbau waspada terhadap kemungkinan terjadinya angin puting beliung. ridho hidayat/ maha deva/suharjono/ant 

Sumber Berita & Gambar : Seputar Indonesia

20.35 | Posted in , , | Read More »

Pasca Puting Beliung di Sleman, Warga Perbaiki Rumah

Yogyakarta, - Pasca bencana angin puting beliung di Wilayah Kalasan Kabupaten Sleman, hari ini warga mulai memperbaiki rumah yang rusak dan pohon-pohon yang tumbang, Sabtu (8/12/2012).

"Korban luka-luka akibat terkena pecahan genting rumah, kayu atau pohon sudah tertangani dan boleh pulang. Hanya rawat jalan," kata Kepala Kecamatan Kalasan, Samsul Bakri di kantor, Sabtu (8/12/2012).

Menurut Samsul, warga bersama ratusan relawan bersama anggota TNI dan Polri sejak Jumat malam hingga Sabtu siang bekerja bakti membersihkan pohon-pohon yang tumbang di jalan dan sekitar pemukiman. Rumah-rumah warga yang rusak dibagian genting juga telah diperbaiki.

Sementara itu menurut Kabag Humas Pemkab Sleman, Endah Sri Widiastuti, pemerintah menetapkan masa tanggap darurat selama 4 hari sejak Jumat hingga Senin mendatang. Selama masa tanggap darurat difokuskan pada pembersihan dan perbaikan rumah rusak dan pohon tumbang di jalan.

"Kami berharap perbaikan rumah warga bisa berjalan cepat sehingga warga kembali tenang. Arus lalu lintas jalan desa juga lancar setelah pohon-pohon tumbang dibersihkan dan sisa potongan pohon tumbang dibawa menggunakan dump truck," katanya.

Selama masa tanggap darurat lanjut dia, di dusun-dusun yang mengalami kerusakan didirikan dapur umum. Dapur umum didirikan di rumah kepala dusun setempat. Kepala dusun yang terkena bencana puting beliung diminta memnita daftar korban seusai nama dan alamat lengkap untuk memudahkan pendataan.

"Logistik berupa bahan makanan sudah disalurkan sejak Jumat malam hingga hari ini. Seng dan terpal plastik juga telah disiapkan," katanya.

Menurutnya bencana angin puting beliung menimpa di tiga kecamatan yakni Kalasan, Ngemplak dan Depok. Yang paling parah mengalami kerusakan di Desa Purwomartani, Kecamatan Ngemplak. Sebanyak lima padukuhan/dusun yang mengalami kerusakan adalah Bromonilan, Sidokerto, Sambiroto, Sambisari, Kadisoko Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan dan Dusun Sempu di Wedomartani, Kecamatan Ngemplak. Sedangkan di Kecamatan Depok yang mengalami kerusakan Padukuhan Bajeng sebanyak tiga rumah rusak, Dusun di Sembogo beberapa rumah dan satu kandang ternak juga rusak.

"Kerusakan terparah di Dusun Bromonilan, Purwomartani. Ada ratusan rumah rusak terutama bagian genting dan atap seng serta asbes rusak terbawa angin kencang," katanya.

Sumber : detikNews

15.58 | Posted in , , | Read More »

Jalur Baru Menuju Malioboro Dioperasikan Sebelum Natal

YOGYA - Jalur baru menuju Malioboro akan segera diaktifkan sebelum libur panjang akhir tahun  Natal dan Tahun Baru.

Kepala Seksi Lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Windarto Koeswandono menjelaskan Dishub telah menyiapkan rekayasa lalulintas menuju Malioboro sembari menunggu kepastian dari Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta merampungkan proyek pembangunan Jembatan Kleringan.

Setelah jembatan selesai, lalulintas warga yang menuju Malioboro akan dialihkan. Jika biasanya arus dari Jalan Mangkubumi menuju Malioboro melintasi jalan di bawah rel kereta api, maka nantinya arus akan dialihkan melalui Jembatan Kleringan, kemudian memutari air mancur (Tugu Adipura). Begitu juga arus lalulintas dari Kotabaru yang juga melintasi air mancur untuk menuju Malioboro. Lantas arus dari Jalan Pasar Kembang yang melalui Abu Bakar Ali dialihkan melalui bawah rel KA dan kembali melalui Jembatan Kleringan menuju Kotabaru.

"Semua kendaraan yang mau masuk Malioboro harus melalui Jembatan Amarta (Kleringan)," terang Windarto, Rabu (28/11/2012).

Selain itu, pada sisi barat jembatan baru tersebut, telah dipasang traffic light bantuan untuk mengantisipasi perilaku masyarakat yang belum terbiasa dengan pemberlakuan jalur yang baru. "Untuk mengantisipasi kendaraan yang tidak terbiasa mengerem agar bergantian melintas," tandasnya.

Namun, pihaknya akan terus memantau kondisi riil di lapangan. Jika kesadaran masyarakat untuk melintasi jalur yang baru sudah muncul, ada kemungkinan traffic light bantuan tersebut di nonaktifkan. Sebab, semakin sedikit traffic light, maka perjalanan lalu lintas akan semakin lancar.

Hal senada juga diutarakan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Yogyakarta, Widorisnomo. Pihaknya berharap proyek pembangunan Jembatan Kleringan bisa segera dirampungkan sebelum libur panjang akhir tahun untuk mengantisipasi kemacematan yang seringkali melanda kota Yogyakarta. "Semoga akhir tahun, (jalur lalulintas baru) bisa segera diterapkan," ucap Widorisnomo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta, Toto Suroto mengaku jika pihaknya telah memasuki proses penyelesaian akhir jembatan Kleringan. Menurut Toto, jembatan yang telah diresmikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Januari 2012 tersebut bisa rampung dalam dua minggu ke depan.

"Minggu kedua bulan Desember sudah selesai. Sehingga sebelum Natal jalur baru sudah bisa diaktifkan," ucap Toto.

Saat ini, Kimpraswil Kota Yogyakarta tengah merampungkan beberapa pekerjaan terkait pembangunan Jembatan Kleringan meliputi pembangunan Saluran Air Hujan (SAH), talud, pemindahan, pelebaran jalan di sisi utara timur jembatan sekaligus pengaspalan.(*)

Sumber Berita & Gambar  : Tribun Jogja

14.24 | Posted in , , | Read More »

Siswi SMP Dicabuli Pacar di Hutan

GUNUNGKIDUL– Yun, 13, siswa SMP swasta di Playen, Gunungkidul diduga menjadi korban pencabulan, Alf, 24, warga Semanu, yang baru dikenalnya lewat facebook.

Aksi bejat pelaku itu dilakukan dua kali, yakni di sebuah warung internet (warnet) di Kecamatan Playen dan kawasan hutan Sodong,Kecamatan Paliyan, belum lama ini. Kasus itu terungkap setelah orang tua Yun melihat keanehan sikap dan perilaku anak perempuannya itu. Karena curiga, kemudian korban ditanya dan mengaku kalau sudah dicabuli Alf.Tidak terima dengan ulah Alf, orang tua korban kemudian melaporkan kasus itu ke Polres Gunungkidul.

Sementara itu,Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Gunungkidul Iptu Ngadiranto mengatakan, setelah menerima laporan tersebut,pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Tidak berselang lama, pelaku diamankan.” Pelaku langsung kita tahan untuk penyelidikan. Selanjutnya karena korban di bawah umur, kita periksa di UPPA,”paparnya kemarin.

Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Suhadi mengatakan, kasus pencabulan ini bermula dari perkenalan Yun dengan Alf melalui media jejaring sosial facebook.Lewat situs jejaring sosial inilah keduanya mulai saling membuka diri mengenai pribadi masing-masing. Merasa sudah akrab,keduanya sepakat melakukan pertemuan langsung.Setelah beberapa kali bertemu,Alf langsung menyatakan cinta dan ditanggapi oleh Yun yang notabene masih gadis bau kencur ini.

Pencabulan pertama dilakukan di satu warnet di Kecamatan Playen. ”Di warnet ini, pelaku (Alf) sudah mulai berlaku nakal dengan ceweknya (Yun),”ucap Suhadi. Merasa mendapatkan angin, Alf semakin berani mengajak Yun berjalan-jalan.Keduanya kemudian menuju kawasan hutan Sodong di Desa Karangasem, Paliyan. ”Di tempat inilah pelaku mencabuli korban,”ujar Suhadi.

Usai mencabuli Yun,Alf mengantar korban ke rumahnya. Namun, tidak lama setelah peristiwa itu, orang tua korban melihat keanehan sikap dan perilaku anak perempuannya itu. Atas keterangan anaknya itu, akhirnya orang tua korban melaporkan kasus ini ke Polres Gunungkidul. Kemarin petugas Satreskrim mendatangi warnet yang disebutkan sebagai tempat memadu kasih tersebut.”Tadi ada polisi yang datang ke sini melihat bilik warnet kami,” ucap Fajar,pemilik warnet.

Fajar mengaku tidak tahu menahu mengenai pelaku dan korban yang sempat memadu kasih hingga di luar batas di warnetnya. ”Bilik (warnet) kami juga tidak tertutup. Namun, kalau berciuman atau apa, kami sulit mengontrolnya,”ucapnya. Fajar juga mengaku sempat mengusir salah satu pasangan yang kelewat batas dengan melakukan ciuman di bilik warnet. ”Saya memang beberapa kali memergoki anak pacaran dan ciuman,dan langsung saya usir dari warnet,”ungkap Fajar.

Sumber : Seputar Indonesia

20.25 | Posted in , , | Read More »

Baru 4 Bulan Dipakai, Puluhan Komputer Sekolah Dicuri

YOGYAKARTA, SMA Negeri 1 di Desa Jatirejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dibobol maling, Rabu (5/12/2012) pagi sekitar pukul 5.30 WIB. Pencuri menggasak semua komputer bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.

Pencuri yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang itu berhasil menggasak 18 CPU, 15 monitor, dan tiga LCD komputer. Mereka masuk ke ruang laboratorium sekolah dengan cara mencongkel pintu ruang kelas laboratorium dan ruang biologi.

Peristiwa ini diketahui pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah, Anung Sutrisno (26). Seperti biasanya, pada pukul 05.00 WIB Anung membuka semua pintu ruang kelas, ketika Sampai di ruang laboratorium, pintu sudah dalam keadaan terbuka dan ketika dicek ternyata komputer yang ada di ruangan tersebut raib.

"Melihat komputer di ruangan laboratorium hilang, Saya lantas menyisir lokasi sekitar sekolah dan saat sampai di belakang gedung sekolah saya menemukan casing CPU berserakan," terangnya

Mengetahui peristiwa pencurian di sekolahnya Wakil Kepala Sekolah, Nuryadi Spd, langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Lendah, Kabupaten Kulonprogo.

"Mendengar kabar dari penjaga sekolah saya sempat kaget karena komputer yang dicuri itu baru empat bulan digunakan para siswa-siswi untuk belajar komputer," kata Nuryadi.

Kanit Reskrim Polsek Lendah, Aiptu Muh Winarso yang ditemui di lokasi mengatakan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) kemungkinan besar pelaku berjumlah lebih dari satu orang. "Kami masih mendalami kasus pencurian ini, berdasarkan olah TKP dan keterangan dari para saksi-saksi ," paparnya

Sementara itu, pihak sekolah SMA Negeri 1 di Desa Jatirejo, masih melakukan pendataan inventarisasi sekolah untuk melihat nominal kerugian akibat pencurian tadi pagi. 

Sumber Gambar & Foto : Kompas Online

16.28 | Posted in , , , | Read More »

BPK se-ASEAN gelar pelatihan di Yogyakarta

Badan Pemeriksa Keuangan se-ASEAN atau ASEAN Supreme Audit Institutions menggelar pelatihan jaminan kualitas hasil pemeriksaan di Yogyakarta, 3-8 Desember, dalam rangka implementasi rencana kerja organisasi yang didirikan pada 2011 itu.

Keterangan tertulis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan Ketua BPK RI Hadi Poernomo selaku Ketua ASEANSAI membuka Workshop on Quality Assurance in Financial Audit (QAFA) itu pada Senin.

Workshop itu merupakan kegiatan pelatihan pertama yang diselenggarakan oleh Komite Training ASEANSAI sejak ASEANSAI didirikan pada 2011. Kegiatan ini diadakan untuk mengimplementasikan rencana Komite Training ASEANSAI, yang menjadi bagian dari Rencana Kerja ASEANSAI 2012-2013 yang disepakati pada 28 Februari 2012 di Jaipur, India.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut Ketua Badan Pemeriksa Filipina yang juga sebagai Ketua Komite Training ASEANSAI Maria Gracia M Pulido-Tan, Anggota BPK RI Sapto Amal Damandari, Sekretaris Jenderal BPK RI Hendar Ristriawan, Inspektur Utama BPK RI Mahendro Sumardjo, para pejabat di lingkungan BPK RI Pusat, BPK RI Perwakilan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, serta para peserta workshop dari 10 negara anggota ASEANSAI .

Sekretaris Jenderal BPK yang juga Kepala Sekretariat ASEANSAI menyebutkan workshop itu mendiskusikan tentang quality assurance dalam pemeriksaan keuangan. Bidang tersebut terpilih menjadi prioritas pertama dari kebutuhan pelatihan yang ditentukan oleh Komite Training ASEANSAI.

Instruktur dan fasilitator dari workshop yang diikuti oleh 23 peserta ini berjumlah enam orang dari Badan Pemeriksa Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

"Kegiatan workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas laporan hasil pemeriksaan melalui quality assurance yang baik, sesuai dengan standard dan peraturan yang berlaku," kata Hadi Poernomo.

Menurut dia, dengan kualitas pemeriksaan yang baik, Badan Pemeriksa dapat mendukung tujuan negara, utamanya dalam meningkatkan kemakmuran rakyat.

Lebih luas lagi, kualitas pemeriksaan yang baik akan mendukung tujuan pembentukan komunitas ASEAN untuk memberi kontribusi dalam mewujudkan komunitas ASEAN yang berorientasi kepada rakyat dan memiliki tanggung jawab secara sosial untuk mencapai solidaritas di antara negara-negara ASEAN.

Sementara itu Maria Gracia M Pulido-Tan memaparkan program yang telah dan akan dilakukan oleh Komite Training ASEANSAI. Melalui survei yang dilakukan oleh Komite, kebutuhan pelatihan meliputi "quality assurance", "risk based financial audit", "evaluation of internal control", "audit of procurement", "fraud investigative and legal evidence", serta audit kinerja. Bidang pelatihan tersebut akan berlangsung pada 2013 sampai 2015.

"Saya senang bahwa kerja sama ini dapat berlangsung, sehingga kita dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk menunjang tugas sebagai pemeriksa," kata Maria Gracia.

Materi yang dibahas pada workshop ini antara lain tentang fungsi jaminan kualitas pemeriksaan, proses kaji ulang jaminan kualitas dan proses pemeriksaan keuangan.

Sumber : AntaraNews

17.42 | Posted in , , , | Read More »

Tanah Pesisir DIY Terus Melambung

Perkembangan wisata dan megaproyek di pesisir selatan DIY, tepatnya di kawasan Gunungkidul dan Kulonprogo mendongkrak harga tanah.

Tidak tanggung-tanggung,harga tanah yang awalnya berkisar Rp30.000 per meter,kini sudah lebih dari Rp200.000. Tidak heran, banyak warga berlomba-lomba melepaskan tanah kepada investor.

Dalam satu tahun terakhir, lonjakan harga tanah tidak bisa dihindari lagi.Sugeng,salah satu warga Bruno, Ngestirejo, Tanjungsari mengatakan, dua tahun yang lalu harga tanah masih berkisar Rp35.000 setiap meternya. “Namun, saat ini harganya lebih dari Rp200.000 untuk tanah bersertifikat,”ungkapnya. Dia pun menunjukkan beberapa lahan yang siap dilepas pemiliknya. Selain itu, dalam satu tahun terakhir banyak warga luar yang mulai melirik untuk membeli tanah di sekitar pantai.

“Belum lagi dengan rencana pengembangan Pantai Krakal. Sudah banyak orang yang pesan kalau ada tanah yang mau dijual,”ucapnya. Saat ini di sekitar Pantai Krakal sudah banyak berdiri bangunan layaknya wisma atau penginapan. Meski demikian, warga setempat tidak ada yang memilikinya.“Kalau warga ya hanya bermukim di pinggir pantai dan berdagang kecilkecilan di tanah Sultan Ground (SG),”ucapnya. Beberapa alasan warga yang mau melepas aset tanah di sekitar pantai lantaran tawaran harga yang mulai tinggi. Selain itu,kebutuhan alat transportasi seperti sepeda motor menjadi alasan tersendiri warga menjual lahan mereka.

Sakih,salah satu warga yang bermukim di pinggir Pantai Krakal menuturkan, banyak warga yang harus membelikan sepeda motor bagi anaknya. Lantaran tidak ada tabungan, mereka melepas aset tanah mereka. “Kalau anak sudah memintasepedamotor, ya mauapalagi. Lha wong punyanya tanah ya dijual.Apalagi,banyak orang luardaerahyangseringmencari tanah di sekitar pantai, jadi ini gayung bersambut,”ucapnya.

Sakih mengaku sering memberikan informasi tentang tanah yang akan dijual kepada pengunjung atau orang yang sengaja datang ke tempatnya untuk menanyakan mengenai tanah di sekitar Pantai Krakal. Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul Dwi Haryanto menyebutkan lahan seluas lima hektare di sekitar pesisir Pantai Drini, Desa Banjarejo, Tanjungsari telah dibeli oleh investor.Tanah tersebut merupakan tanah pribadi milik beberapa warga setempat. Ironisnya,warga justru senang ketika tanah mereka dibeli investor.“Informasi yang saya terima, investor yang membeli tanah beberapa warga tersebut berasal dari Jakarta,” ucapnya. Dwi berharap ada penyadaran terhadap warga.

Dia khawatir perkembangan kawasan pantai di Gunungkidul yang sangat cepat, membuat warga justru terpinggirkan. Upaya menahan warga agar tidak melepaskan tanah di pinggir pantai pun dilakukan pemkab.Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan tanah di sekitar pantai memiliki nilai ekonomis yang tinggi. ”Apalagi dengan prospek wisata yang sudah di depan mata. Jadi memang sayang kalau dilepas begitu saja,” ucapnya. Dia berharap warga mulai membuat kesepakatan dengan investor. Paling tidak, lahan yang ada tidak dijual tapi disewa.

“Kalau dijual, memang lama- lama mereka hanya menjadi penonton. Berbeda kalau di sewa,warga mendapatkan nilai tambah yang berarti,” kata Immawan. Jika masyarakat terlalu mudah menjual tanah untuk kepentingan pemodal, nantinya justru masyarakat tidak bisa terlibat jauh di tengah kemajuan pariwisata dan ekonomi. “Pepatah Jawa bilang, Ana rejaning jaman ora menikmati malah dadi penonton (jika ada zaman kemakmuran tidak menikmati malahan jadi penonton saja),”kata Immawan.

Bandara Picu Harga Tanah Mahal

Seiring rencana pembangunan bandara internasional di Kulonprogo memberikan dampak terhadap melonjaknya harga tanah.Harga tanah yang dulunya hanya Rp50.000 kini sudah mencapai Rp200.000– 350.000.Apalagi di Desa Paliyan Temon yang akan menjadi lokasi bandara. “Pinggir jalan yang harganya paling tinggi, bahkan ada yang menawarkan hingga Rp500.000.Tetapi di selatan sekitar Rp175 hingga Rp350.000,” ungkap Budi Prasetyo, warga Temon.

Sudah banyak investor yang datang untuk mencari tanah. Hal inilah yang memicu harga jual ikut tinggi. Apalagi, banyak warga yang terbentur kebutuhan dan terpaksa menjual lahannya. Belum lagi makelar dan calo tanah yang mencari tanah dengan harga murah untuk dijual kembali. Pemicu dari melambungnya harga ini tidak lepas dari pemberitaan di media.Warga banyak yang menahan tanahnya agar harganya bisa lebih tinggi ketika bandara terealisasi. Warga sendiri banyak yang mendukung akan kehadiran bandara.

“Banyak warga yang sadar dan tidak mudah tergiur imingiming investor. Mereka memilih menunggu kepastian bandara,” ujarnya. Budi mengaku tidak sedikit warga rela melepas tanahnya untuk mencari di lokasi lain.Juga tidak sedikit di antara mereka takut akan kehilangan tanah dan menolak rencana bandara. Sebab, mereka selama ini hanya mengandalkan hidup dari mengolah lahan pertanian.

Sementara itu,Ketua Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY Lilik Syaiful Ahmad mengatakan kehadiran bandara akan mendongkrak perekonomian warga.Hal ini harusnya bisa dimanfaatkan warga untuk menyiapkan investasi dan usaha. Mereka jangan sampai tergiur dengan harga rendah. Jika bandara terealisasi,mereka bisa mengembangkan usahanya. Mahalnya tanah di bandara sudah menjadi wacana umum di suatu daerah.Harus diingat, mahalnya harga ini justru bisa menjadi bumerang. Kasus di Bali, karena harga tanah mahal, justru menjadikan investor membatalkan pembangunan bandara.

“Pengusaha berharap harga bisa wajar agar pertumbuhan ekonomi lebih merata,” ucapnya. Ketua DPRD Kulonprogo Yuliardi meminta warga tidak tergiur dengan spekulan tanah. Masyarakat harus berpikir rasional dan menunggu fakta yang jelas. Jangan sampai mereka justru terpinggirkan dan tidak merasakan pembangunan yang ada. suharjono/ kuntadi

Sumber : Seputar Indonesia

19.17 | Posted in , | Read More »

Drainase Buruk, Pemkot Yogya Diminta Bersikap

YOGYAKARTA – Pemkot Yogyakarta diminta segera memperbaiki infrastruktur saluran air hujan (SAH) dan drainase untuk mencegah terulangnya banjir, seperti yang terjadi pada Kamis (29/11) sore.

Banjir yang menggenangi permukiman Klitren dan sebagian Umbulharjo itu terjadi selain akibat buruknya infrastruktur, juga akibat Sungai Belik dan Manunggal tidak mampu menampung air.“Bukan itu saja, jika tidak segera diselesaikan, anggaran dipastikan tidak akan dapat terserap secara optimal,” kata Ketua Komisi C DPRD Yogyakarta Zuhrif Hudaya kemarin

Hingga saat ini dari beberapa titik pengerjaan pembangunan jalan, talut dan SAH belum selesai 50%.Perbaikan jalan dan SAH dari 54 titik,saat ini baru selesai 24 titik atau 44,5%. Sementara sisanya 30 titik belum digarap. “Karena itu, kami harapkan Pemkot dapat segera menyelesaikan perbaikan titik-titik jalan, talut, dan SAH yang rusak tersebut,” ujarnya.

Menurut Zuhrif, sebenarnya titik-titik infrastruktur yang mengalami kerusakan lebih dari itu. Sebab, belum semua warga mengusulkan wilayahnya yang rusak untuk diperbaiki, terbukti di beberapa tempat masih terlihat ada jalan, talut, dan SAH yang mengalami kerusakan,tapi belum tersentuh pembangunan. “Terlepas dari semua itu, Pemkot harus fokus menyelesaikan pembangunan yang sudah teragendakan pada tahun anggaran 2012 ini,terutama infrastruktur yang rusak maupun meneruskan pekerjaan pembangunan baru,”tandasnya.

Kepala Dinas Kimpraswil Yogyakarta Toto Suroto mengakui untuk mengantisipasi terjadinya genangan dan luapan air di permukiman warga, perlu adanya perbaikan atau normalisasi SAH. Jadi saat hujan, air bisa langsung masuk ke sungai. “Selain dengan normalisasi SAH,untuk mengantisipasi luapan air, juga perlu adanya sudetan di beberapa titik agar air langsung dapat menuju ke sungai,” ucapnya.

Menurut Toto, titik-titik yang perlu ada sudetan di antaranya di Jambon dan Bulaksumur atau Mirota Kampus serta di sisi utara rel kereta api (KA) dekat STPMD Timoho.“Kemudian di bagian tengah sudetan bisa dibangun di sekitar RS Ludiro Husodo untuk mengalirkan air hujan ke Sungai Winongo dan di daerah Gayam ke arah timur agar air masuk sungai Gadjah Wong,”paparnya.

Di wilayah selatan barat, sudetan bisa dibangun di Jalan Parangtriris dan Dongkelan, Sementara di bagian selatan timur sudetan dibangun di sekitar Terminal Bus Giwangan agar air hujan langsung ke Sungai Gadjah Wong.“Soal kerusakan tanggul di bantaran Sungai Code akan ditanggulangi dengan pemasangan beronjong,” tandasnya. ● priyo setyawan

Sumber : Seputar Indonesia

16.33 | Posted in , , | Read More »

Blog Archive

Labels