Muncul Tiga Alur Baru Merapi

Sleman - Muncul tiga alur berwarna putih di puncak Gunung Merapi sebelah barat menuju hulu Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, pascaletusan freatik gunung berapi itu Senin pagi. Petugas Pengamatan Gunung Merapi Pos Babadan, Purwono, Senin, mengatakan tiga alur baru itu diduga bekas lontaran material berupa lumpur atau mungkin karena awan panas.

Ia mengatakan, tiga alur putih itu berada di hulu Sungai Senowo dengan panjang sekitar 700 meter dari puncak Merapi.
"Kejadian pagi tadi secara visual tidak terpantau dari Pos Babadan karena tertutup kabut. Kami hanya mendengar suara gemuruh," katanya.
Ia mengatakan, tiga alur putih itu terlihat pukul 08.58 WIB setelah kabut menghilang dari puncak Merapi sisi barat.
Menurut dia alur putih tersebut sangat berbahaya jika penduduk mendekat ke wilayah tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo mengatakan, alur baru itu adalah bentukan hasil erupsi tadi pagi dan semua mengarah ke aliran Sungai Senowo.
Ia mengimbau masyarakat di kawasan lereng Gunung Merapi untuk selalu waspada, tetapi tidak usah resah.
Menurut dia, masyarakat perlu memahami karakter Gunung Merapi pascaerupsi 2010 karena tidak ada tanda-tanda meletus secara tiba-tiba.

Sumber: Antara News

20.00 | Posted in | Read More »

Merapi Alami Letusan Freatik

Yogyakarta, - Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah kembali meletus pada Senin sekitar pukul 04.53 WIB, namun dengan jenis letusan freatik yakni yang terjadi akibat adanya akumulasi gas di permukaan, berbeda dengan jenis letusan terakhir pada awal November 2010 yaitu berjenis eksplosif.

"Jenis letusan kali ini adalah freatik, yaitu letusan yang terjadi akibat adanya akumulasi gas di permukaan dan bukan disebabkan oleh aktivitas magma," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Subandriyo di Yogyakarta, Senin.

Oleh karena itu, lanjut dia, material vulkanik yang disemburkan oleh gunung api aktif tersebut berupa gas dan material kecil seperti abu dan kerikil, bukan lava atau awan panas.

Subandriyo menengarai, gempa tektonik yang terjadi di Ciamis Jawa Barat pada pukul 04.52 WIB dengan kekuatan 4,7 skala richter menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya letusan freatik tersebut.

"Karena sifatnya adalah letusan permukaan dan bukan karena aktivitas magma, maka sebelum letusan tidak ada gejala awal yang terjadi dan tidak ada letusan lanjutan," katanya.

Subandriyo menambahkan, kondisi kubah lava yang terbuka pascaletusan 2010 dan banyaknya gas yang terkandung di dalam gunung membuat gunung kerap mengeluarkan hembusan asap apabila ada pemicu.

Pascaletusan 2010, Gunung Merapi sudah mengalami tiga kali hembusan asap namun letusan freatik pada Senin (18/11) adalah yang terbesar.

Letusan tersebut menyebabkan kolom asap setinggi sekitar dua kilometer (km) dan hujan abu yang terjadi hingga jarak 61,9 kilometer dari puncak ke arah timur atau dirasakan hingga ke Sragen Jawa Tengah.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan aktif normal, namun BPPTKG mengimbau agar aktivitas pendakian ke puncak gunung tidak dilakukan dan hanya dilakukan hingga satu kilometer di bawah puncak.

Sumber Berita & Gambar : Antara News

17.56 | Posted in | Read More »

Temuan Struktur Candi di Sleman, Umur Belum Dapat Diduga

YOGYAKARTA — Temuan struktur candi di kompleks perumahan Griya Tiara Indah di Dusun Bedingin Wetan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai diteliti. Belum dapat diperkirakan, usia ataupun masa pembuatan struktur itu.

Ekskavasi alias penggalian di tempat yang diduga mengandung benda purbakala dilakukan oleh tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta. Penggalian melibatkan para mahasiswa Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ekskavasi dilakukan untuk mengumpulkan lebih banyak data dari struktur tersebut. "(Struktur itu) ditemukan dalam keadaan runtuh. Ekskavasi penyelamatan ini untuk mencari data struktur candi," ujar salah satu staf Perlindungan BPCB DIY, Anjar Nugroho, di lokasi ekskavasi, Jumat (15/11/2013).

Terlihat 19 batu jenis andesit berukuran 40 x 20 sentimeter dan tumpukan batu bata merah di lokasi tersebut. Sebelumnya, temuan batu candi berukir (makara) dan balok vertikal yang mengakhiri ubin ornamen (antefiks) sudah lebih dahulu diangkat dari lokasi itu.

Anjar mengatakan, dari temuan yang ada, usia ataupun masa pendirian candi itu belum dapat diperkirakan. "Datanya masih sedikit sekali," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, reruntuhan candi ditemukan oleh pekerja bangunan perumahan itu pada Jumat (27/9/2013) pagi. Struktur ditemukan saat para pekerja menggali lubang untuk septic tank.

Pada kedalaman 50 sentimeter, cangkul para pekerja membentur benda keras yang ternyata batu berbentuk kotak dengan pahatan rapi menyerupai batu candi. Temuan langsung dilaporkan ke BPCB DIY.

Sumber Berita & Gambar : Kompas Online

15.26 | Posted in | Read More »

Komplotan Pencuri Sepeda Motor di Yogya Diringkus

YOGYAKARTA - Sebuah komplotan pencuri sepeda motor diringkus jajaran Reskrim Polresta Yogyakarta, Jumat (1/11/2013). Dari komplotan Bagong dan kawan-kawan itu, polisi menyita 15 sepeda motor keluaran tahun 2012-2013.

"Dalam melakukan aksinya Bagong cs ini menggunakan alat letter T. Targetnya motor-motor keluaran terbaru," terang Kapolres Kota Yogyakarta, AKBP Slamet Santoso, Rabu (6/11/2013).

Slamet menjelaskan, pihaknya meringkus tiga anggota komplotan, yakni SN, TN, dan BG. Penangkapan itu komplotan berawal dari anggota polisi yang menemukan barang bukti satu sepeda motor yang dicuri di daerah Gondokusuman, Yogyakarta. Dari barang bukti itu, polisi akhirnya bisa membongkar komplotan itu.

Komplotan Bagong biasa beraksi di malam hari dan tidak pernah mematok lokasi khusus. Target mereka adalah motor keluaran terbaru yang tidak dikunci pengaman oleh pemiliknya. "Aksinya tak hanya di Sleman, tapi seluruh wilayah DIY bahkan Magelang dan Klaten," ungkap Slamet.

Berdasarkan pengakuan ketiga tersangka, motor hasil curian itu dijual di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Merapi. Harga per unit sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, bergantung pada jenis motor.

"Dari para tersangka kita amankan 15 sepeda motor keluaran terbaru. Kita juga masih berusaha menangkap satu tersangka utama berinisial SK," kata Slamet.

Kapolres Kota Yogyakarta, AKBP Slamet Santoso mengatakan warga yang pernah kehilangan sepeda motor bisa mengecek ke markas Polresta Yogyakarta. Bila di antara sepeda motor yang disita dari Bagong cs, warga bisa mengambilnya dengan membawa surat-surat kendaraan.

"Gratis tidak dipungut biaya. Silakan jika ada warga masyarakat yang merasa kehilangan dan mau mengambil datang ke Mapolresta," kata Slamet

Sumber : Kompas Online

19.55 | Posted in | Read More »

Persaingan Perhotelan di Yogyakarta Semakin Ketat

YOGYAKARTA - Persaingan industri perhotelan di wilayah Yogyakarta semakin ketat seiring munculnya hotel-hotel baru. Hotel non-bintang paling terdampak pembangunan hotel baru tersebut. Mengantisipasi penurunan okupansi, hotel kelas Melati didorong menerapkan pemasaran secara elektronik atau e-commerce.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab M Danunegoro, mengatakan, hingga saat ini jumlah hotel di wilayah Yogyakarta tercatat sebanyak 1.160 hotel. Sebanyak 60 di antaranya merupakan hotel bintang dengan 6.000-an kamar dan 1.100 hotel lainnya merupakan hotel kelas Melati dengan 12.660 kamar.

Istidjab mengatakan, pada tahun ini saja terdapat 12 hotel yang baru beroperasi dan 30 lainnya sudah keluar izin pendiriannya. "Dengan munculnya hotel-hotel baru ini yang paling terdampak hotel melati. Kami khawatir okupansi rata-rata hotel kelas ini tahun depan tersisa 5 persen saja," ujar Istidjab, di Yogyakarta, Rabu (30/10/2013).

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, pada Januari-Agustus 2013 rata-rata okupansi hotel berbintang sebesar 54,98 persen. Sementara okupansi hotel kelas melati hanya 29,14 persen.

Sedangkan turis asing yang menginap di hotel bintang periode itu sebanyak 98.071 orang dan wisatawan domestik 696.762 orang. Adapun jumlah tamu menginap di hotel melati terdiri dari 24.134 wisatawan asing dan 1.484.376 wisatawan nusantara. "Kalau tidak disiasati, okupansi hotel melati akan terus merosot," ucapnya.

Agar bertahan di tengah gempuran hotel-hotel baru di Yogyakarta, hotel melati perlu melakukan strategi pemasaran, di antaranya memanfaatkan e-commerce. Pemasaran secara online akan membantu mendongkrak okupansi.

"Sayangnya saat ini hotel-hotel kelas melati banyak yang masih melakukan pemasaran secara konvensional. Mereka cenderung menunggu tamu datang," imbuhnya.

Menurut Istidjab, wisman backpacker sebenarnya suka menginap di hotel melati. "Jika dipasarkan online ini tentu akan membantu pemasaran hotel melati," katanya.

Dia mencontohkan, hotel melati yang telah menerapkan e-commerce adalah Hotel 1001 Malam di kompleks Jalan Pasar Kembang. Hotel 16 kamar ini bisa mencapai okupansi rata-rata 70-75 persen. "Padahal lokasinya tidak di pinggir jalan besar. Mereka menerapkan e-commerce," ucapnya. (Tribun Jogja)

14.05 | Posted in | Read More »

Turis Rusia yang Hilang di Merapi Akhirnya Ditemukan

Sleman - Tim SAR DIY yang didukung sejumlah elemen akhirnya menemukan posisi Ehbrehnin Yevgeniy di pinggir patahan sebelah barat Srimanganti.

"Sudah ditemukan dalam kondisi lemah, tapi masih mampu berjalan. Saya harap bisa berjalan sampai pos," kata Komandan SAR DIY, Brotoseno kepada Tribunjogja.com, Kamis (15/8/2013).

Wakil Komandan SAR DIY, Wisnu Windharto menambahkan, saat ini kondisi survivor masih lemas. Untuk itu dikerahkan tim lengkap untuk menjemput korban.

"Semoga sore nanti sudah bisa sampai pos," harapnya. (*)

Evakuasi Turis yang Tersesat Diperkirakan Butuh Waktu Hingga Lima Jam

Komandan SAR DIY, Brotoseno mengatakan, Ehbrehnin Yevgeniy pertama kali ditemukan di sebelah barat Pos Srimanganti atau sebelah utara Jantungan oleh sru 9 dari sisi utara.

Namun medannya tak bisa diakses karena terhalang jurang. Lalu Sru 9 meminta sru 7 dan sru 8 mendekati korban dari sisi selatan.

Lalu pukul 13.46 WIB, sru 8 menemukan korban di koordinat S 7 • 33' 56,7" dan E 110 • 26' 17,5".

"Kondisinya lemah dan terdapat beberapa luka lecet. Lalu dilakukan pemulihan dengan memberikan makan minum secukupnya," katanya.

Evakuasi penjemputan dilakukan pukul 14.14 WIB dengan mengikuti jalur yang ditentukan dan dibantu dengan sru lain yang berdekatan, yaitu sru 7, sru 9, dan sru 11.

"Diperkirakan evakuasi sekitar 3-4 jam," paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga negara Rusia bernama Ehbrehnin Yevgeniy, dinyatakan hilang setelah mendaki Gunung Merapi sejak Sabtu (10/8/2013) lalu.

Sebelumnya, pada pencarian hari ketiga atau empat hari sejak pendakian Ehbrehnin Yevgeniy, Tim SAR Gabungan telah menyisir titik duga di sekitar Pos Srimangati, Rabu (14/8/2013). Namun pencarian tersebut belum menemukan hasil maupun petunjuk tentang keberadaan turis asal Rusia itu.

Komandan SAR DIY, Brotoseno mengatakan, Tim SAR DIY yang mengomandoi pencarian dipaksa harus memulai dari awal lagi, lantaran posisi survivor yang selalu bergerak. Ia berharap survivor tetap berada di satu titik hingga dijemput oleh tim.

Sumber : Tribun Jogja

17.27 | Posted in | Read More »

Warga Jakarta Sesaki Yogyakarta

YOGYAKARTA, Di saat musim liburan Lebaran seperti ini, tak hanya menyisakan lengangnya jalan-jalan utama Jakarta, melainkan juga pertanyaan, ke mana warga Ibu Kota  berwisata?

Ternyata, warga Jakarta memadati Yogyakarta. Setelah Bali, kota ini merupakan destinasi favorit yang kerap dikunjungi lebih dari satu kali oleh pelancong asal Jakarta. Apalagi dalam momen Idul Fitri, selain aktifitas rutin silaturrahim dengan keluarga, event budaya dan reliji seperti Gerebek Syawal, ikut mendongkrak tingkat kunjungan ke kota ini.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, Istidjab M Danunagoro, pengunjung ber-KTP Jakarta mendominasi fasilitas penginapan, baik di pusat kota maupun pinggiran.

"Tamu yang menginap di hotel-hotel berbintang Yogyakarta, mayoritas berasal dari Jakarta. Sisanya dari Bandung, Semarang dan Surabaya. Mereka bermalam cukup lama, 2 sampai 3 hari," ujar Istidjab kepada Kompas.com, Jumat (9/8/2013).

Kunjungan mereka berkontribusi terhadap rerata tingkat hunian hotel. Pada tanggal 8 Agustus 2013 kemarin atau hari pertama Lebaran, tingkat hunian mengalami lonjakan sebesar 20 persen menjadi 70 persen. Pada musim reguler, kinerja tingkat hunian hotel Yogyakarta terutama bintang 3,4 dan 5, hanya mencapai 50 persen hingga 55 persen. Sementara pada H-4 dan H-3 sebelum Lebaran, anjlok 35 persen hingga 40 persen.

Grand Quality, contohnya. Hotel bintang 4 ini mencatat tingkat okupansi sebesar 75 persen. Jauh lebih tinggi ketimbang tiga hari sebelum Lebaran yang mampu menjual 50 persen dari total 191 unit kamar.

Sementara hotel kelas menengah di bawah pengelolaan Tauzia Group, seperti Harris Hotel mencatat kinerja 80 persen-100 persen. Menurut Corporate Communications Manager Tauzia Hotel Management, Yani Sinulingga, libur Hari Raya yang termasuk peak season, memacu perbaikan kinerja tingkat hunian.

"Hotel-hotel yang dioperasikan Tauzia Group saat hari biasa membukukan keterisian 70 persen-80 persen. Kami selalu menyesuaikan kondisi hotel, terutama F and B dengan tema Idul Fitri untuk menarik minat tamu," ungkap Yani.

Selain momen istimewa Idul Fitri dan Gerebek Syawal, Istidjab mensinyalir, paket-paket khusus yang dirancang pengelola hotel ikut mempengaruhi perbaikan kinerja. Surcharge yang diberlakukan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 300.000 di luar tarif resmi tak menjadi halangan buat para pelancong menikmati kekhasan kota, seistimewa Yogyakarta ini.

Sumber : Kompas Online

17.41 | Posted in , , , | Read More »

Gembira Loka Tambah Tenaga Pengamanan Libur Lebaran

Yogyakarta  - Kebun Binatang Gembira Loka menambah tenaga pengamanan selama libur Lebaran untuk memastikan keamanan bagi para pengunjung di objek wisata tersebut yang diperkirakan akan mencapai lebih dari 25.000 orang per hari.

"Akan ada tenaga pengamanan tambahan sebanyak 18 orang. Pengamanan intenal tersebut akan didukung tiga petugas dari Polsek Umbulharjo dan Kotagede, serta tambahan personel dari koramil dan Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta," kata Humas Gembira Loka Zoo Resty Anita di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, tenaga pengamanan internal dari kebun binatang akan disiagakan di sejumlah lokasi strategis untuk menjamin keamanan pengunjung.

Selain menambah tenaga pengamanan, manajemen kebun binatang juga sudah memasang sejumlah "closed circuit television" (CCTV) sehingga petugas bisa memantau seluruh sudut kebun binatang dengan lebih mudah.

Sebelumnya, Manajer Marketing Gembira Loka Zoo Joseph Kurniawan mengatakan, manajemen menargetkan jumlha kunjungan wisatawan selama libur Lebaran mencapai sekitar 150.000 orang terhitung sejak 8-18 Agustus.

"Puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada Jumat (9/8), Sabtu (10/8) dan Minggu (11/8). Diperkirakan akan ada sekitar 25.000 wisatawan yang datang setiap harinya," katanya.

Selama libur Lebaran akan diberlakukan harga tiket khusus yaitu Rp25.000 per pengunjung. Pada saat hari H Lebaran, Gembira Loka baru akan mulai membuka layanan pada pukul 09.00 WIB hingga 17.30 WIB, sedang hari berikutnya mulai buka pukul 08.00 WIB.

Salah satu daya tarik baru di Gembira Loka adalah Taman Burung yang menampilkan 50 spesies burung dengan koleksi mencapai 300 ekor, seperti Pecuk Hitam, Cendrawasih dan berbagai burung eksotis lainnya.

Sementara itu, tempat wisata lain di Kota Yogyakarta, Taman Pintar juga sudah menyiapkan petugas keamanan yang akan membantu pengunjung menyeberan jalan terutama dari arah Taman Parkir Senopati.

"Arus kendaraan di Jalan Senopati biasanya sangat padat saat libur Lebaran. Adanya petugas keamanan yang membantu menyeberangkan pengunjung diharapkan bisa menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung," kata Kepala Kantor Pengelola Taman Puntar Yunianto Dwisutono.

Puncak kunjungan ke Taman Pintar diperkirakan terjadi pada Sabtu (10/8) dengan jumlah wisatawan bisa mencapai sekitar 10.000 orang.

Sumber : AntaraNews

18.31 | Posted in , | Read More »

SAR DIY Siaga di Tiap Kawasan Wisata

YOGYAKARTA, Tim SAR Daerah Istimewa Yogyakarta menerjunkan personelnya di beberapa titik yang berpotensi dikunjungi wisatawan selama Lebaran. Langkah itu diambil terkait peningkatan suhu di Samudera Hindia yang menimbulkan gangguan cuaca di wilayah tersebut.

Humas SAR DIY Teguh Supriyadi mengatakan selama libur lebaran semua potensi yang ada di SAR DIY akan disiagakan, mengingat meningkatnya pengunjung ke setiap destinasi wisata di DIY selama lebaran.

"Semua potensi yang ada akan diturunkan ke beberapa obyek wisata yang memiliki resiko cukup besar seperti pantai dan gunung. Terlebih lagi cuaca saat ini kurang bersahabat," Teguh menegaskan, Jumat (2/8/2013).

Ia menjelaskan total 20 personel akan disiagakan di sekitar lokasi wisata Merapi, Pantai Baron dan Parangtritis. Untuk tempat wisata pantai akan disiagakan personel water rescue, selain beberapa personel lain. Sementara itu, untuk Merapi ditugaskan personel rescue hutan/gunung.

"Personel akan mulai diterjunkan mulai H-1 - sampai dengan H+7 dan sifatnya hanya mem-backup Sarlinmas yang ada di setiap destinasi wisata," tandasnya.

Sebelumnya, Kamis (1/7/2013), Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Yogyakarta Toni Agus Wijaya, mengatakan, selama sepekan mendatang wilayah DIY masih berpotensi turun hujan, akibat dari meningkatnya suhu di Samudra Hindia.

Toni menjelaskan, akibat gangguan cuaca itu, ombak yang biasanya hanya mencapai dua meter menjadi tiga sampai empat meter. "Wisatawan yang sedang menikmati wisata di pantai, terutama pantai di wilayah selatan harus mewaspadai tingginya gelombang yang datang," ujar dia.

Sumber : Kompas/Wijaya Kusuma

18.39 | Posted in | Read More »

Razia Jelang Lebaran, BPOM DIY Temukan Makanan dan Minuman Kedaluwarsa

Yogyakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY melakukan pemeriksaan di Terminal Penumpang Yogyakarta (TPY). Di tempat itu ditemukan puluhan botol minuman beberapa merek dan makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa.

Pemeriksaan di TPY Giwangan dilakukan karena di tempat itu banyak pedagang yang menjual makanan dan minuman. Sidak dilakukan dengan memeriksa makanan dan minuman yang dijual para pedagang di kios-kios terminal.

Saat memasuki salah satu kios pedagang, petugas menemukan beberapa botol minuman kemasan bermerek yang telah kadaluwarsa. Tanggal atau batas waktu edar minuman ringan itu tertulis tahun 2012, namun ternyata masih dijual. Botol-botol tersebut diletakkan di tengah meja tempat makan/minum penumpang.

Di kios pertama yang didatangi petugas mengamankan sekitar 10 botol. Satu persatu botol-botol tersebut diperiksa tanggal kedaluwarsanya. Setelah dipisahkan, botol-botol tersebut dicoret di bagian tubuh dan tutup botol dengan spidol.

Dari tempat itu, petugas masuk ke kios yang berada disebelahnya. Petugas juga menemukan beberapa minuman ringan bermerek yang sudah kedaluwarsa. Botol-botol tersebut kemudian dikumpulkan menjadi satu.

Setelah terkumpul semua, isi dalam botol minuman ringan itu dibuang. Sedangkan botol-botol tersebut dikembalikan kepada pemilik. Selain menemukan minuman kedaluwarsa, petugas juga menemukan beberapa kaleng biskuit yang juga kedaluwarsa. Ada juga produk makanan olahan produksi industri rumah tangga (IRT) yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsanya.

"Makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa ini berbahaya bila dimakan atau diminum. Kami harus memusnahkannya," kata petugas Diah Sulistyorini.

Selain kedaluwarsa, beberapa produk makanan mengandung bahan kimia berbahaya. Pengawasan ini dilakukan untuk melindungi konsumen agar jangan sampai dirugikan. Selama bulan puasa, petugas dari BPOM DIY melakukan pemeriksaan di sejumlah toko, pasar swalayan dan minimarket.

"Biasanya menjelang Lebaran atau bulan puasa ini permintaan makanan dan minuman meningkat. Karena itu kami melakukan pemeriksaan agar konsumen tidak rugi," katanya.

Sumber : detikNews

18.51 | Posted in , | Read More »

"Jogja Kembali" Perkuat Keistimewaan Yogyakarta

Yogyakarta  - Peristiwa sejarah "Jogja Kembali" 64 tahun silam menjadi bagian penting dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia dan turut menjadi bagian yang memperkuat keistimewaan Yogyakarta, kata Sri Paduka Paku Alam IX.

"Peristiwa ini menjadi titik awal Indonesia bebas dari cengkeraman penjajah Belanda sekaligus menjadi faktor keistimewaan Yogyakarta seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 13/2012," kata Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam IX saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Jogja Kembali di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, Yogyakarta selalu memiliki peran dalam sejarah perjuangan Indonesia termasuk saat pemindahan ibu kota dari Jakarta.

Selain itu, Yogyakarta dengan para negarawan dan pejuangnya tampil sebagai penyangga Republik Indonesia yang saat itu masih sangat muda.

"Peristiwa bersejarah ini seharusnya senantiasa harus dikenang dan dipelajari, khususnya untuk generasi muda," katanya.

Ia menambahkan, semangat perjuangan Jogja Kembali hendaknya bisa diaktualisasikan dalam dalam konteks kekinian sehingga mampu menjadi kekuatan bagi generasi muda, yang akan mengemban tanggung jawab sangat besar.

"Tanggung jawab generasi muda bukan lagi bertempur mengangkat senjata tetapi mengisi kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita bangsa yang belum tercapai," katanya.

Salah satu pelaku sejarah yang juga menjadi Ketua Badan Pengurus Pusat Paguyuban Wehrkreis, Mayjend Sukotjo Tjokroatmodjo, menuturkan peran masyarakat Yogyakarta dalam peristiwa bersejarah 64 tahun lalu.

"Masyarakat Yogykarata memiliki peran yang sangat penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini diakui sebagai peristiwa internasional untuk memukul mundur Belanda dari Indonesia," katanya.
Sumber : Antara News

18.45 | Posted in , | Read More »

Pernikahan Agung Adat Yogyakarta ditampilkan di Beijing

Pernikahan agung adat Yogyakarta ditampilkan di Beijing, untuk memperkenalkan salah satu kebudayaan Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya China.

Pernikahan agung adat Yogyakarta tampil dalam rangkaian "Indonesian Cultural Heritage Exhibition 2013", di hadapan sekitar 200 tamu yang terdiri atas duta besar perempuan, para isteri duta besar asing, anggota ASEAN Ladies Circle, demikian siaran pers KBRI Beijing, Sabtu.

Prosesi pernikahan diawali dengan acara siraman pengantin puteri, yang dimulai dengan sungkeman sebagai permohonan izin dan wujud bakti anak terhadap orang tua, serta restu orang tua terhadap anak sebelum memasuki masa pernikahan.

Orang tua pengantin puteri mencampurkan air yang berasal dari tujuh sumur sebagai simbol kesejahteraan. Acara siraman pengantin dimulai dari orang tua pengantin diikuti oleh para tamu kehormatan, yang diawali oleh Ibu Sri Nuraeni Cotan serta diikuti Duta Besar Kamboja, Mme. Khek Caimealy Sysoda, dan isteri Duta Besar Finlandia, Mme. Brigitta Backstrom.

Upacara siraman diakhiri dengan pemotongan rambut pengantin dan pemecahan kendi sebagai simbol pecahnya pamor pengantin puteri.

Prosesi dilanjutkan dengan upacara panggih adat keraton Yogyakarta. Kostum yang dikenakan peraga juga menampilkan kemegahan busana adat keraton Yogyakarta. Para peraga yang bergerak dengan khidmat menuju pelaminan mampu menumbuhkan suasana sakral yang membuat para hadirin terpukau.

Penyerahan hantaran pisang sanggan dan kembar mayang dari pihak pengantin putera yang diterima oleh kerabat pengantin puteri, mengawali rangkaian prosesi pengantin menuju pelaminan.

Pengantin dipandu menuju pelaminan, kemudian saling melempar sirih. Pengantin puteri mencuci kaki pengantin putera sebagai simbol penghormatan isteri terhadap suami. Kerabat pengantin puteri memecah telur sebagai simbol doa dan harapan bagi kebahagiaan kedua mempelai.

Prosesi dilanjutkan dengan pondhongan, atau menjunjung pengantin puteri yang dilakukan oleh pengantin putera dan kerabat pengantin puteri, tompo koyo dan dahar walimah sebagai simbol tanggung jawab seorang suami dan diakhiri dengan sungkeman terhadap kedua orang tua.

Ibu Sri Nuraeni Cotan, isteri Duta Besar RI untuk China selaku tuan rumah, mengatakan Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam, termasuk tata upacara adat pernikahan.

Selain pagelaran upacara pernikahan adat, dalam acara tersebut juga ditampilkan tari Sekar Pudyastuti dari Yogyakarta dan  tari Terunajaya dari Bali.
Sumber : AntaraNews

19.56 | Posted in , | Read More »

Pegadaian di Yogya Dirampok, Kerugian Ditaksir Rp 6,7 M


Yogyakarta - Pegadaian Syariah Unit Ngampilan, Yogyakarta, dirampok. Pelaku mengancam karyawan dengan senjata api. Mereka berhasil membawa kabur uang dan perhiasan. Kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Keterangan saksi mata, saat kejadian, sekitar pukul 10.00 WIB, kondisi tak terlalu sepi. Ada beberapa konsumen di Pegadaian yang terletak di Jalan Letjen Suprapto itu. Pelaku datang dan langsung menodongkan senjata api.

"Mereka mengambil uang Rp 13 juta dan perhiasan yang totalnya kira-kira Rp 6,7 miliar," kata salah satu karyawan Pegadaian, Slamet, sesaat sebelum dibawa aparat Polresta Yogyakarta di lokasi, Selasa (2/4/2013).

Setelah memasukkan hasil rampokan ke tas ransel, pelaku pergi sambil tetap menodongkan senjata api. Karyawan dan warga sekitar tak berkutik.

Seorang tukang parkir yang juga dibawa polisi, Supardi menyatakan, pelaku berjumlah 5 orang. Mereka datang dengan menggunakan 5 sepeda motor. "Sebagian yang masuk, sebagian berjaga di luar," katanya.

Saat ini, polisi telah mengamankan lokasi. Mereka menggelar olah Tempat Kejadian Pekara (TKP). Sejumlah orang yang dimungkinkan mengetahui peristiwa itu dibawa ke Mapolresta Yogyakarta. Warga berkerumun di lokasi.

Sumber : Detiknews.com

13.35 | Posted in , | Read More »

Ikan Amfibi Langka Ditemukan di Yogyakarta


YOGYAKARTA, - Ragam fauna samudra Indonesia bertambah dengan ditemukannya dua genera dari ikan rockskipper di pesisir selatan Yogyakarta. Keduanya, Andamia dan Alticus, ditemukan tahun 2012 oleh peneliti muda, Gatot Nugroho Susanto.

Rockskipper atau biasa disebut cathal oleh warga lokal, terdiri dari tiga genera yaitu, Alticus, Andamia, dan Entomacrodus. Namun, karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, ikan amfibi ini belum banyak diteliti.

Jenis dari Andamia yang ditemukan di pesisir Yogyakarta adalah Andamia heteroptera yang terakhir kali ditemukan pada tahun 1857 di Ambon. Sedangkan dari Alticus yang ditemukan bersamaan, kemungkinan adalah jenis baru.

Gatot mengatakan bahwa Andamia heteroptera yang terdapat di pesisir selatan Gunungkidul, memang sudah ada sejak dulu. Spesies langka ini memilih tinggal di struktur batuan gunung api karena memiliki permukaan yang halus sehingga memudahkan pergerakannya.

"Pergerakan mereka menggunakan sirip pelvik, sirip pektoral, dan sucker disk (pelebaran bibir bawah) menyebabkan ikan ini harus menempel ke substratnya. Hal ini menyebabkan rockskipper memerlukan substrat yang halus untuk mempermudah pergerakannya," ujar Gatot dalam surelnya, Rabu (26/3/2013).

Bagi mata yang tidak awas, rockskipper mirip anak ular yang menempel di batu. Habitat bebatuan memang penting karena rockskipper hidup di batuan dan tidak pernah berada di air.

Ikan ini hanya memanfaatkan cipratan air laut untuk membasahi badannya dan akan menjauhi air dengan cara memanjat batuan ke arah yang lebih tinggi. "Ikan ini lebih banyak menggunakan kulit dibandingkan insang untuk bernafas," tambah Gatot, lulusan Pascasarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

Andamia heteroptera pertama kali ditemukan oleh Bleeker tahun 1857 di perairan Ambon. Namun demikian, karena masih jarangnya penelitian jenis ini, menyebabkan informasi sebaran di daerah lain belum pernah dilakukan. Ini berdampak pada kurangnya penelitian mengenai rockskipper.

Penelitian terakhir mengenai Andamia heteroptera hanya dilakukan oleh Rao dan Hora tahun 1938 di Kepulauan Andamandan hingga sekarang belum ada penelitian kembali, baik di Kepulauan Andaman maupun Indonesia.

"Perlu adanya tindakan langsung untuk mendata dan mengetahui informasi biologi jenis ikan ini. Penelitian saya diharapkan mampu memberikan sumbangan informasi kekayaan hayati di Indonesia," papar Gatot.

Sumber : Kompas Online

20.12 | Posted in , , | Read More »

Toko Listrik Disatroni, Uang Rp 100 Juta Raib


YOGYAKARTA, - Kawanan pencuri beraksi di sebuah toko listrik di Gondomanan, Yogyakarta, Jumat (15/3/2013) pagi. Kawanan itu menggondol uang sebesar Rp 100 juta yang disimpan di laci karyawan.

Peristiwa pencurian itu pertama kali diketahui oleh Pujiantara (64) pemilik toko. Bangun pagi sekitar pukul 07.00 WIB, dia langsung menuju ruang depan yang digunakan sebagai toko. Ia terkejut saat melihat ruangan toko listrik miliknya sudah berantakan. "Posisi mobil yang biasanya menutupi pintu sudah bergeser dan rolling door depan sudah terbuka," tutur Pujiantara, Jumat (15/3).

Merasa curiga dengan keadaan yang tidak seperti biasanya, Pujiantara lalu mengecek bagian dalam toko. Laci meja karyawan sudah terbuka. Setelah dicek, uang tersimpan dalam laci Rp 100 juta sudah raib. Selain itu sekitar 30 gulungan kawat tembaga juga hilang.  Pujiantara mengaku malam hari tidak mendengar suara gaduh pada malam harinya.

"Setelah tahu uang di dalam laci hilang, Saya langsung menghubungi Polsekta Gondomanan," Pujiantara mengatakan.

Sementara itu Kapolsekta Gondomanan, Kompol Abdulrochman mengatakan, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang. Menurut Abdulrochman, kesimpulan itu berdasarkan barang yang dicuri tidak mungkin dibawa oleh satu orang.

Melihat rusaknya gerendel pintu, Abdulrochman menduga pencuri menggunakan gunting besi untuk memotongnya. "Dari olah TKP kami menemukan bekas ban mobil dan obeng yang digunakan untuk mencongkel laci," ungkap dia.

Sampai saat ini polisi masih meminta keterangan dari beberapa saksi yang berada tidak jauh dari lokasi pencurian. "Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, saat ini kami sedang meminta keterangan dari para saksi," ujarnya.

Sumber : Kompas Online

14.31 | Posted in , , | Read More »

Terungkap, Identitas Jasad Waria Cantik


Sleman - Identitas waria yang ditemukan tewas di saluran air irigasi persawahan di Kampung Klurak, Tamanmartani, Kalasan, Sleman tepatnya di belakang kantor objek wisata Candi Prambanan, Sleman sudah diketahui. Jenaah itu adalah Slamet Surihantono (33).

"Selesai Olah TKP kita memanggil salah satu saksi yang ternyata adalah teman korban. Ia datang ke polsek bersama keluarga korban. Dari keluarga itulah akhirnya identitas korban diketahui," kata Kepala Polsek Kalasan Kompol Suparjo, Sabtu (16/2/2013).

Seperti diberitakan, jenazah waria berparas cantik itu ditemukan oleh Sutrisman dan Podo Warga Karangmojo,Tamanmartani,Kalasan pada pukul 07.00 Wib saat mengecek air irigasi. Jenazah ditemukan dalam kondisi setengah bugil dengan luka sobek sayatan benda tajam di bawah telinga kanan dan kiri, serta adanya luka di dahi.

Penemuan mayat yang diduga menjadi korban pembunuhan ini merupakan kali kedua terjadi di wilayah Sleman selama bulan Februari. Sebelumnya, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan oleh warga di Kebun Salak, pada Senin (4/2/2013) lalu.

Di tempat berbeda Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Heru Muslimin saat dihubungi mengatakan, mayat yang ditemukan di Kebun Salak, daerah Dusun Kemput, Candibinangun, Pakem, tersebut masih belum ada perkembangan penyelidikan. "Jenazah yang di irigasi sudah diketahui identitasnya dan akan segera ditindaklanjuti sedangkan untuk mayat yang di Kebun Salak, masih belum ada perkembangan karena tidak ada identitasnya. Namun demikian kita akan terus selidiki," ujarnya. 

Sumber : Kompas Online

21.18 | Posted in , , | Read More »

WN Italia Terdakwa Peneror Lion Air Meninggal Dunia di Sleman

Yogyakarta - Warga Italia yang menjadi terdakwa peneror pesawat Lion Air, Andrea Giovani Soreti (49) meninggal dunia. Diduga, ia mengalami dehidrasi akut dan menderita sejumlah penyakit dalam.

Giovani menghembuskan nafas terakhir di RSUD Sleman pada Senin (11/2/2013) sekitar pukul 02.00 WIB. Dia menderita penyakit ginjal dan diabetes. Saat ini, jenazah Giovani masih berada di kamar mayat RSUD Sleman di Jl Magelang, Murangan, Sleman.

"Dia juga menderita infeksi, gula dan ginjal," kata Direktur RSUD Sleman, Djoko Hastaryo kepada wartawan di kantornya, Senin (11/2/2013).

Giovani ditangkap Polda DIY dan Polda Bali karena melanggar Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Pada tanggal 14 Oktober 2012 sekitar pukul 17.20 WIB, dia menelepon petugas Lion Air di Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan mengatakan ada tas berbahaya berisi bahan peledak. Namun setelah diperiksa tidak ada bahan peledak apapun.

Setelah ditangkap, Giovani menjalani pemeriksaan di Polda DIY. Selama lebih kurang 5 bulan diproses, dia dititipkan di Lapas Sleman. Pria yang sudah lama tinggal di Bali dan beristri warga Solo itu sudah diajukan ke meja hijau dan menjalani sidang pertama kali di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Kamis (7/2/2013) lalu.

Sumber Berita : detikNews

16.02 | Posted in , | Read More »

Tunggakan PBB Kulonprogo Capai Rp 600 juta

Kulonprogo -  Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Kulonprogo hingga akhir Desember 2012 mencapai Rp600 juta.

Kepala Bidang Pendapatan Kabupaten Kulonprogo Budi Hartono mengatakan pada 2012, Kulonprogo menargetkan pemasukan dari PBB sebesar Rp9,9 miliar. Namun realisasinya mencapai Rp9,3 miliar atau 93%.

"Tunggakan itu berasal dari 36.334 SPPT," katanya. Pada 2012 Kulonprogo membagikan 326.931 lembar Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT).

Sementara untuk 2013 ini menyebarkan lebih dari 365.000 lembar SPPT. Meski terjadi penambahan SPPT yang cukup besar, target penerimaannya naik kecil dari Rp9,9 miliar menjadi Rp10,5 miliar.

Sumber Berita & Gambar : Metrotv News

18.52 | Posted in , | Read More »

Ortu Siswa Keluhkan "Game Online" Dekat Sekolah

YOGYAKARTA, - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta akan segera melaporkan beberapa foto temuannya terkait keluhan masyarakat mengenai lokasi game online atau warung internet di Yogyakarta yang dekat dengan gedung sekolah.

Temuan itu hasil pemantauan Forpi pada hari Rabu (6/2/2013) di warung internet (warnet) kawasan Jalan Hayam Wuruk, Kota Yogyakarta. Tim itu terdiri dari Winarta, FX Harry Cahya dan Baharuddin Kamba.

Tak hanya itu tim Forpi juga mendapati anak-anak sekolah yang masih mengenakan seragam sedang asik bermain di warnet tersebut, padahal warnet sudah ditempeli stiker yang bertuliskan "siswa berseragam dilarang bermain". Stiker itu berlogo Pemkot Kota Yogyakarta

"Kami melakukan penyelidikan karena ada laporan dan keluhan dari para orang tua mengenai keberadaan warnet dan game online di kawasan sekolahan," terang Baharuddin Kamba, salah satu anggota tim Forpi Kota Yogya, Jumat (08/02).

Baharudin menjelaskan, para orang tua mengeluh karena seringkali mendapati anak mereka sedang bermain game seusai pulang sekolah. Yang lebih ironisnya lagi, lokasi warnet dan game online tersebut tak jauh dari kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

"Dalam hal ini terlihat Pemkot lemah dalam regulasi dan pengawasan. Pemkot seharusnya mempunyai peraturan yang jelas mengenai lokasi game online dan warnet," tegasnya.

Lemahnya pengawasan dari Pemkot mengenai game online dan warnet, menurut Baharudin, akan berimbas pada tindakan penyimpangan dan koruptif. Forpi rencananya akan melaporkan hasil temuannya ke Pemkot Kota Yogya dan dinas-dinas terkait agar permasalahan tersebut bisa segera ditindaklanjuti.

Sumber : Kompas Online

20.05 | Posted in , | Read More »

Penerbang Senior Peserta Jogja Air Show Tewas Kecelakaan di Bantul

Bantul - Hertriono Karwisastro alias Nono, salah satu peserta Jogja Air Show (JAS) 2013 tewas dalam kecelakaan. Korban tewas dan menabrak sedikitnya 4 pengendara sepeda motor dari arah berlawanan.

Nono yang mengendarai mobil Toyota Avanza silver nopol AB 1467 GK melaju dari arah utara ke selatan di kawasan Ringroad Timur Banguntapan, Bantul, Jumat (8/2/2013). Pensiunan pilot itu hendak menuju Pantai Depok, kawasan Parangtritis Bantul untuk mengikuti acara JAS. Di tengah jalan, mobilnya menabrak 4 pengendara motor di jalur lambat.

Oleh warga, 4 pengendara motor yang mengalami luka-luka langsung dilarikan menuju RS Hidayatullah Umbulharjo dan RSU Dr Sardjito. Mobil korban diamankan polisi. Ke-4 sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan di antaranya Honda Kirana AB 4099 VT, Honda Supra Vit AB 3592 YT, Honda Vario 6727 Y, dan Suzuki Smash AB 5140 UG. Sampai saat ini, nama-nama korban pengendara sepeda motor belum diketahui.

"Kejadian sekitar pukul 07.30 WIB. Tadi pagi ada beberapa anggota TNI AU yang datang mengecek ke sini," ungkap Sunarto, warga Jaranan Banguntapan Bantul.

Berdasarkan data yang dikumpulkan di lokasi, mobil Avanza mobil Nono menabrak pembatas sebelah kanan, lalu masuk ke jalur cepat arah berlawanan, dan akhirnya menabrak pengendara motor di jalur lambat.

Pengendara motor mengalami luka b
erat dan kritis dibawa ke rumah sakit. Diduga, Nono mengalami serangan jantung sebelum menabrak para pengendara sepeda motor.

Sumber : detikNews

14.39 | Posted in , , | Read More »

Cegah Praktik Joki, UN 2013 Gunakan 20 Jenis Soal

YOGYAKARTA - Tindak perjokian pada pelaksanaan ujian nasional (UN) 2013 diperkirakan tidak akan ada. Pasalnya pada UN tahun ini pemerintah akan menerapkan 20 jenis soal berbeda.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan  Kota Yogyakarta, Edy Hery Suasana, dengan 20 jenis soal ini maka tidak akan ada soal yang sama dalam satu ruang ujian. "Setiap ruang berisi 20 siswa, sehingga dengan 20 jenis soal ini tidak akan ada soal yang sama di satu ruangan," terangnya usai rapat persiapan UN dengan Komisi D DPRD Kota Yogyakarta.

Diakuinya, jenis soal pada UN kali ini memang meningkat dari 2012 lalu. Sebab pada 2012 hanya ada 5 jenis soal yang dibagikan ke peserta UN. Meski ada 20 jenis soal kata dia, namun hal tersebut justru lebih memudahkan panitia dalam pembagian soal maupun pengawasannya.

Pasalnya pada 2012 lalu, pembagian soal dilakukan secara zig zag untuk mengantisipasi tindak kecurangan siswa. Namun dengan 20 jenis soal maka pembagian dilakukan sevara bebas karena setiap anak dipastikan memperoleh soal yang berbeda.  Meskipun bobot soalnya tetap sama. "Kuncinya, setiap siswa jangan lupa mencantumkan seri soal di lembar jawab komputer (LJK)," tambahnya.

Pelaksanaan UN tahun ini menurut Edy, akan dilaksanakan pada 15-18 April untuk tingkat SMA/MA/SMK. Tanggal 23-26 April untuk tingkat SMP/MTs serta 6-8 Mei untuk tingkat SD/MI. Ujian susulan dilakukan pada 22-25 April untuk SMA/MA/SMK, 30 April - 4 Mei untuk tingkat SMP/MTs serta 13-15 Mei untuk tingkat SD/MI.

Peserta UN 2013 di Kota Yogyakarta sendiri sebanyak 26.978 siswa. Terdiri dari 7.882 siswa SMP/MTs, 6.366 siswa SMA/MA, 5.046 siswa SMK dan 7.684 siswa SD/MI. "Kita siap menggelar UN tahun ini," tandasnya. Selain 20 jenis soal, perbedaan lain pada pelaksanaan UN kali ini adalah, digunakannya hasil UN ditambah nilai raport semester 1-5 sebagai bahan pertimbangan masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui SNMPTN.

sumber : Republika Online

20.04 | Posted in , | Read More »

58 sekolah di Yogyakarta jadi "Green School"

Yogyakarta - Sebanyak 58 sekolah di Yogyakarta akan menjadi green school atau sekolah berwawasan lingkungan, atas dukungan Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Secercah Harapan Indonesia.

"58 sekolah tersebut masing-masing terdiri dari 29 sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas atau sederajat," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pemulihan Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Ika Rostika di Yogyakarta, Minggu.

Pada tahun ini, program sekolah berwawasan lingkungan diluncurkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Yogyakarta dan SMP Pangudi Luhur 1, yang ditandai dengan penanaman pohon di sekolah dan di lingkungan sekitarnya.

Menurut dia, program sekolah berwawasan lingkungan sudah ada sejak 2009, namun pada tahun-tahun sebelumnya belum ada keterlibatan lembaga swadaya masyarakat.

Jumlah sekolah yang disasar program green school rata-rata tiga hingga lima sekolah per tahun.

"Namun, karena ada keterlibatan dari LSM pada tahun ini, maka jumlah sekolah yang disasar pun bertambah cukup banyak," katanya.

Sekolah yang berwawasan lingkungan, lanjut Ika, adalah sekolah yang telah menerapkan pendidikan tentang lingkungan melalui kurikulum maupun praktik.

Di antaranya, tersedianya tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik, pohon, sumur resapan air hujan, biopori dan pengolahan sampah.

"Penanaman nilai-nilai tentang lingkungan hidup, akan lebih mudah bila sudah dimulai sejak dini. Karenanya, sekolah menjadi sarana yang strategis untuk penanaman nilai-nilai ini," katanya.

Guna mendukung program sekolah berwawasan lingkungan, BLH Kota Yogyakarta juga akan membagikan 10.000 bibit pohon ke 58 sekolah tersebut yang wajib ditanam di sekolah dan lingkungan sekitar.

"Harus ada sinergi antara sekolah dan lingkungan agar program ini bisa berjalan dengan baik," katanya.

Sumber Gambar & Berita : Antara News

17.07 | Posted in , , | Read More »

Mayat Perempuan Membusuk di Kebun Salak

Sleman - Sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan tergeletak di tengah kebun salak, Dusun Kemput, Candibinangun, Pakem, Sleman, sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (4/2/2013) .

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Heru Muslimin mengatakan, mayat perempuan ditemukan oleh pemilik kebun, Sarjiono (45) warga Sidosari Rt 04/17, Wonokerto, Turi saat akan memanen salak.

Saat memasuki kebun, Sarjino mengaku mencium bau menyengat. Saksi kemudian mendekat ke arah sumber bau. Dia lalu menemukan ada gundukan daun, yang ketika dibuka ternyata ada sesosok mayat perempuan yang sudah membusuk.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat yang ditindaklanjuti dengan melapor ke Polisi. "Mayat perempuan berumur sekitar 25 tahun tersebut diduga kuat menjadi korban pembunuhan. Itu terlihat dari bekas luka yang ada di lehernya. Tulang leher juga patah," tegas Heru.

Di tempat berbeda Kepala Polsek Pakem, Kompol Wiratno mengatakan, mayat perempuan tersebut, memiliki ciri-ciri berkulit kuning langsat, tinggi sekitar 150 cm, dan memakai baju bermotif garis-garis. "Jika ada warga maupun kepala desa yang mengetahui ada salah satu keluarga yang hilang harap segera melapor," ungkap Wiratno.

Usai dilakukan olah TKP, mayat tersebut kemudian langsung dibawa ke RSUP Sardjito untuk divisum. 

Sumber : Kompas Online

19.00 | Posted in , , | Read More »

Pencuri Spesialis Sekolah Masih Berkeliaran

Sleman -  Polisi belum menemukan titik terang pelaku pencurian komputer sekolah yang marak terjadi di Kabupaten Sleman. Terakhir grombolan pencuri spesialis komputer sekolah beraksi di SD Purwomartani, Karangmojo, Kalasan, tanggal 2 Februari 2013. Sebanyak 20 unit komputer digasak. Sekolah diperkirakan merugi sekitar Rp 300 juta.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Heru Muslimin mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan titik terang pelaku pencurian komputer sekolah di Sleman.

"Kami belum menemukan petunjuk dan belum bisa memastikan apakah pelaku memiliki satu jaringan atau tidak. Namun, kami akan terus dalami dan selidiki kasus tersebut," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (3/2/2013).

Sementara itu, kriminolog sekaligus dosen Universitas Janabadra, Yogyakarta, Hartanti, mengatakan, para pelaku sebelum beraksi sudah mempelajari suasana dan mengetahui kondisi sekolah. Selain itu, pencurian tersebut bersifat komersial karena yang diambil bukan data-data sekolah.

"Ada perubahan motif pencurian. Dulu yang diincar brankas uang milik perkantoran, sekarang memilih kamputer-komputer yang ada di sekolah," tuturnya, Minggu.

Ia menambahkan, jika diamati polanya, para pelaku kejahatan sudah semakin lihai. Sebab, pelaku lebih memilih tempat yang sistem keamanannya kurang memadai, seperti sekolah.

"Kita jangan pernah mau kalah dengan pencuri. Kewaspadaan dan pengamanan harus terus ditingkatkan," katanya.

Sumber : Kompas Online

22.44 | Posted in , , | Read More »

Penderita DBD Meningkat, Dinkes Sleman Kaji Status KLB

Sleman - Meningkatnya penderita demam berdarah di Kabupaten Sleman membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman segera mengkaji penetapan kejadian luar biasa (KLB) penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinkes Sleman, Mafilindati Nuraini mengatakan, dalam kurun waktu seminggu terakhir pengidap DBD mencapai 70 orang.

"Karena meningkat terus, maka kita akan segera mengkaji mengenai waspada KLB," terangnya, Sabtu (02/02).

Ia menambahkan bahwa sebelum menetapkan KLB, pihaknya perlu mengecek apa benar 70 orang tersebut positif diagnosis DBD atau bukan.

Di tempat berbeda, Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Linkungan (P2PL) Cahya Purnama memaparkan, pada pertengahan Januari kemarin sudah ada 35 kasus demam berdarah.

"Sosialisasi ke masyarakat terus kita lakukan untuk mewaspadai musim hujan. Pencegahan berupa pemberantasan sarang nyamuk secara rutin juga terus kami dilakukan," ujarnya.

Sumber : Kompas Online

21.09 | Posted in , | Read More »

Pindah Kependudukan ke Sleman Tanpa SKP Asal

Sleman - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan dispensasi pengurusan surat pindah kependudukan dari luar daerah tanpa menyertakan surat keterangan pindah dari daerah asalnya.

"Siapapun yang ingin masuk ke Sleman, silakan mengajukan pindah penduduk tanpa harus menyertakan surat keterangan pindah (SKP) dari daerah asal, baik itu dari luar Sleman maupun dari luar DIY," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sleman Supardi.

Menurut dia, dispensasi ini diberikan sejak Agustus 2012 hingga Desember 2012, dan kemudian diperpanjang hingga 31 Desember 2013 dengan berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.471.13/4184/SJ/2013 tentang Pelaksanaan Perekaman E-KTP Reguler.

"Tujuan dari dispensasi ini adalah untuk mengejar realisasi target perekaman E-KTP," katanya.

Ia mengatakan, pemohonan pindah kependudukan tanpa surat keterangan pindah di Disdukcapil Sleman pada 2012 tercatat sebanyak 103 orang.

"Di Sleman ini banyak terdapat perguruan tinggi, sesuai dengan aturan siapapun yang telah berdomisili di satu tempat lebih dari satu tahun, wajib untuk pindah kependudukan," katanya.

Supardi mengatakan, dalam pengurusan pindah penduduk ini, biaya yang dikenakan sama seperti yang diberlakukan bagi warga Sleman yakni Rp6.000 untuk KTP dan Rp 3.000 untuk KK.

"Bagi warga luar daerah yang masuk ke Sleman tanpa surat keterangan pindah ini, maka KTP dan KK lama wajib diserahkan keDisdukcapil. Kami kemudian akan mengkonfirmasi ke daerah asal dan meminta untuk dicoret dari daftar kependudukan setempat," katanya. (ANT)

Sumber : Antara News

19.45 | Posted in , , | Read More »

Sudah 624 Calon Penumpang Batavia Air Komplain ke Adisutjipto

YOGYAKARTA, Ratusan calon penumpang Batavia Air masih mengantre di eks Kantor Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto, DI Yogyakarta, Kamis (31/1/2013).

Sampai pukul 13.30, tercatat 624 calon penumpang ke Bandara Adisutjipto untuk mempertanyakan kepastian ganti rugi tiket yang sudah mereka bayar.

Sudarisman, warga Yogyakarta, mengungkapkan, pada 26 Januari ia membeli tiga tiket Batavia Air rute Yogyakarta-Pontianak seharga Rp 2,6 juta. Karena itu, ia langsung menuju counter Batavia Air untuk mendapat kejelasan tentang ketiga tiket yang ia beli.

"Begitu mendengar berita Batavia Air pailit tadi malam, hari ini saya langsung ke bandara untuk minta kejelasan. Ternyata di bandara kami hanya ditemui pihak PT Angkasa Pura dan sekadar didata," ujarnya, Kamis di Yogyakarta.

Sementara itu, pihak PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta juga tak bisa memberi kepastian bagaimana nasib tiket para calon penumpang sebab keputusan ganti rugi tiket menjadi wewenang Batavia Air.

Sampai sore hari, masih banyak calon penumpang yang berdatangan ke bandara. Pihak Angkasa Pura masih terus mendata calon penumpang sampai waktu yang belum ditentukan.

Sumber Berita & Gambar : Kompas Online

15.03 | Posted in , , | Read More »

Pesta Ganja, 11 Mahasiswa Ditangkap

YOGYAKARTA, Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap 15 pengguna narkoba jenis ganja dan sabu. Sebanyak 11 di antaranya masih berstatus mahasiswa. Mahasiswa-mahasiswa itu ditangkap pihak berwajib saat melakukan pesta ganja di dua tempat berbeda.

Tujuh mahasiswa, yakni Fadli, Khairul, Azis, Fuad, Junaidin, Yudirangga, dan Gafron, serta Nur (wiraswasta) ditangkap di daerah Kasihan, Bantul. Sedangkan empat lainnya, yakni Yulius, Yogi, Totok, serta Nadya, ditangkap di daerah Sewon Bantul.

Direktur Resnarkoba Polda DIY Kombes Widjanarko mengatakan, penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan dan memastikan bahwa benar ada pesta narkoba, polisi lalu melakukan penyergapan.

"Untuk pengguna narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan yakni Hermanto (wiraswasta), ditangkap di Kalasan, Sleman. Sasongko (wiraswasta), dan Arya Adi (wiraswasta) ditangkap di Gondokusuman, Yogyakarta," ujar Widjanarko, Rabu (30/1/2013).

Dari tangan tersangka pengguna narkoba, polisi mengamankan barang bukti ganja seberat lebih kurang 200 gram. "Barang bukti sabu saat ini sudah dikirim ke laboratorium di Semarang guna pengecekan," kata Widjanarko.

Dia menambahkan, penangkapan terhadap ke-15 tersangka pengguna narkoba dilakukan selama satu minggu terakhir pada bulan Januari 2013. "Ini merupakan upaya dari kepolisian untuk menekan dan mengurangi peredaran narkoba di DIY," tegas Widjanarko.

Widjanarko menambahkan, selain melakukan penangkapan terhadap pengguna dan bandar, polisi juga berupaya melakukan pencegahan dini dengan menyelengarakan penyuluhan terkait bahaya narkotika. "Masih banyak pengguna dan pengedar yang belum tertangkap. Karena itu, kami akan terus melakukan razia di beberapa tempat, seperti kos-kosan, hotel, tempat hiburan malam, dan lokalisasi," ujar Widjanarko.

Sumber Berita & Gambar: Kompas Online

19.51 | Posted in , , , | Read More »

Dua Rumah Rusak Tersambar Petir

YOGYAKARTA - Dua rumah milik Marno (37) dan Warno (80) di Desa Ngangring, Girikerto, Turi rusak akibat tersambar petir, Senin (28/01) sore sekitar pukul 14.30 WIB.

Marno (37), pemilik rumah yang sempat terpental sekitar 3 meter mengatakan, setelah hujan reda tiba-tiba petir menyambar. "Saat itu keluarga sedang di dalam rumah, tiba-tiba ada suara seperti bom dan atap rumah berjatuhan. Saya sendiri saat itu terpental sekitar 3 meter dan kasur yang saya pakai terbakar," terangnya saat ditemui di rumahnya.

Marno menjelaskan sebelum menyambar rumah, petir sempat menyambar pohon kelapa dan tanah hingga membuat lubang sekitar 20 cm dan panjang sekitar 3 meter.

"Setelah memastikan keluarga baik-baik saya lalu keluar rumah untuk melihat kondisi. Di samping rumah ada beberapa pohon salak yang ambruk dan tanahnya berlubang. Batang pohon kelapa yang disampingnya juga tergores," paparnya.

Akibat dari sambaran petir tersebut, atap rumah dan beberapa barang di kedua rumah rusak berat. Sampai malam ini lampu di wilayah kejadian masih mati karena instalasi rusakan berat.

"Malam ini tidur seadanya saja, baru besok malam keluarga rencananya akan memperbaiki atap rumah," katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan saat dihubungi mengatakan pihaknya sudah memberikan bantuan berupa dua terpal untuk menutup atap yang bolong.

"Kita tadi sudah meninjau lokasi, dan memberikan bantuan terpal. Paling tidak, bisa untuk menutup sementara waktu. Kita juga mengimbau agar warga tetap waspada karena cuaca akhir-akhir ini sangat ekstrem," ujarnya.

Sumber : Kompas Online

14.33 | Posted in , , , | Read More »

Dua Turis Rusia Nyaris Jadi Korban Ombak Parangendog

Yogyakarta - Dua turis asal Rusia nyaris jadi korban keganasan ombak laut selatan. Keduanya tergulung ombak saat mandi di Pantai Parangendog.

Dua warga Rusia, Alena Egorova (22) yang beralamat di St Stahanocev 17, Saint Petersburg dan Dmitriy Ignatov (21) beralamt di St Gagarina 16, Komi Republic terseret ombak hingga 300 meter dari lepas pantai Parangendok Minggu (27/01/2013) sekitar pukul 13.00 WIB. Beruntung keduanya berhasil diselamatkan Tim SAR Parangtritis sebelum ombak benar-benar menenggelamkan.

Komandan SAR Parangtritis Ali Sutanta menyatakan, dua turis itu terlihat di Pantai Parangtritis bersama empat rekannya sekitar pukul 11.30 WIB. Enam turis itu lalu berjalan menyusuri bibir pantai ke arah Parangendog yang berada di ujung timur Parangtritis .

"Mungkin mereka merasa lebih nyaman di Parangendog karena lebih sepi. Lalu mereka mandi sambil bergurau di deburan ombak. Tapi karena kami yakin mereka tidak tahu karakter ombak laut selatan, personel SAR ada yang terus memantau dari kejauhan", kata Ali.

Menurut Ali, keenam orang itu dipantau karena berdasar pengalaman selama ini, biasanya para turis lebih berani saat mandi di laut.

"Mungkin menganggap ombaknya tidak berbahaya, jadi kadang turis-turis berani berenang lebih ke tengah. Dan rombongan bule Rusia ini juga begitu (berenang ke agak ke tengah) hingga dua diantaranya terseret", tambah Ali.

Kedua bule itu selamat setelah enam personel SAR terjun dan berenang mengejar, saat gelombang besar belum sempat menenggelamkan keduanya.

"Yang cewek (Alena) sempat pingsan, kalau yang cowok ( Dmitriy Ignatov) kondisinya lemas. Mungkin karena sudah banyak minum air laut", terang pria berperawakan gempal ini.

Diantar menggunakan mobil SAR keduanya sempat jadi menjalani perawatan di klinik Dharma Husada sekitar 1 km dari Pantai Parangtritis.

"Tadi sempat dirawat di klinik tapi hanya sebentar. Setelah membaik mereka berenam segera kembali ke Yogyakarta", pungkas Ali.

Sumber : detikNews

14.02 | Posted in , , | Read More »

Jogja Air Show Bakal Lebih Semarak

Yogyakarta - Federasi Aerosport Indonesia (FASI) DIY memastikan penyelenggaraan Jogja Air Show (JAS) tahun 2013 di Pantai Parangtritis, bantul, 8-10 Februari 2013 mendatang bakal lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya.

Kadis Ops TNI AU Lanud Adisutjipto, Kolonel Minggit Triwibowo menjelaskan bahwa 19 FASI dari berbagai daerah di seluruh Indonesia sudah memastikan keikutsertaannya.

"Kami juga rencananya akan ada pemecahan rekor MURI untuk Aeromodelling RC sebanyak mungkin dalam waktu bersamaan," jelasnya ketika ditemui di Hanggar Lanud Adisutjipto pada Minggu (27/01/2013) pagi.

Untuk menyemarakan acara tersebut, pihaknya akan mempersiapkan heli colibri, sembilan unit pesawat trike, 20 unit paramotor, dan 30 unit paralayang. Sedangkan kegiatannya diisi dengan kegiatan gantole, paralayang, paramotor, aeromodelling, demonstrasi, kejuaraan, serta joy flight.

"Selain untuk keolahragaan juga untuk mempromosikan pariwisata daerah terutama di wilayah Bantul dan Gunungkidul," imbuhnya.

Penyelenggaraan JAS tahun ini merupakan kali ke delapan sejak pertama kali digelar. Minggit berharap, melalui kegiatan itu bisa ikut serta memperkenalkan olahraga aerosport kepada masyarakat luas.

"Kebetulan sekarang pas angin barat, sehingga bisa semakin menarik lantaran angin sejajar dengan garis pantai," pungkasnya.

Sumber : Kompas Online

15.13 | Posted in , | Read More »

Puluhan Warga Gunungkidul Terjangkit DBD

Yogyakarta: Puluhan warga Gunungkidul, Yogyakarta, terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). Celakanya, bukannya berkurang, dari hari ke hari penderita DBD di kabupaten itu terus bertambah.

Data Dinas Kesehatan setempat menunjukkan, penyebaran penyakit ini masif sejak awal tahun. Setidaknya kini ada 24 kasus DBD di kabupaten itu. Kasus paling banyak terjadi di Kecamatan Wonosari, Karang Mojo, dan Kecamatan Semin.

Penderita umumnya anak-anak usia di bawah 15 tahun. Sebanyak 16 pasien dirawat di RSUD Wonosari, sementara sisanya tersebar di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.

Kasus DBD pada awal tahun ini terbilang tinggi dibandingkan tahun kemarin, yang hanya tercatat total 50 kasus DBD selama 2012.

Dinkes akan berupaya mencegah penyebaran DBD dengan melakukan fogging di sejumlah lokasi. Juga terus memantau penyebaran DBD, mengingat curah hujan tinggi yang membuat nyamuk Aedes aegypti berkebang biak.

Kabupaten Gunungkidul sendiri belum menetapkan tingginya penyebaran DBD sebagai KLB (kondisi luar biasa).(DNI)

Sumber : Metrotvnews

20.51 | Posted in , , | Read More »

Gembira Loka datangkan Flamingo dan Penguin

Yogyakarta  - Objek wisata Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta pada akhir Mei atau awal Juni 2013 akan menghadirkan taman burung yang dilengkapi koleksi satwa burung penguin dan flamingo .

"Gembira Loka Zoo (GLZoo) nantinya bakal dilengkapi koleksi 12 ekor burung penguin dan 12 ekor burung flamingo. Kami terus komunikasi dengan pihak-pihak yang akan membantu di antaranta Singapura Zoo yang sudah menjanjikan membantu enam ekor penguin. Enam penguin lainnya nanti akan kami cari di Amsterdam, Belanda," kata Dirut GLZoo, KMT A.Tirtodiprojo di Yogyakarta, Selasa.

Diminta konfirmasinya tentang persiapan hadirnya taman burung di GLZoo Yogyakarta, ia mengatakan pembangunan tahap pertama ini dilakukan di atas tanah seluas 4.500 M2.

"Diperkirakan pembangunan taman burung ini menelan dana Rp5 miliar, yaitu Rp3,5 miliar untuk biaya pembangunan fisik dan Rp 1,5 miliar sisanya untuk melengkapi pengadaan burung," kata Tirtodiprodjo.

Menurut dia, berbagai jenis burung eksotis siap didatangkan dari kebun binatang luar negeri, misalnya angsa leher hitam dan bebek mandarin. Sedangkan jenis burung lokal yang akan mengisi kandang burung ini yaitu merak, jalak bali, cendrawasih, rangkok, julang emas, maleo, lori, nuri, dan lainnya.

Sumber Berita :Antaranews

16.16 | Posted in , , | Read More »

Pedagang Daging di Kranggan dan Sentul Juga Mogok

YOGYAKARTA -  Aksi mogok penjual daging sapi tidak hanya terjadi di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Para pedagang daging sapi di pasar lain, seperti pasar Kranggan dan Pasar Sentul, melakukan aksi serupa.

Cempluk, pedagang makanan, tak menemukan pedagang daging sapi sama sekali di Pasar Kranggan. Padahal, sehari sebelumnya ia masih berbelanja daging sapi.

"Harganya sekarang tinggi sekali, sampai Rp 110.000 per kg. Padahal, seminggu lalu masih Rp 80.000," ungkap Cempluk, Kamis (17/1/2013).

Di Pasar Beringharjo, puluhan penjual daging sapi mogok berjualan sejak Kamis (17/1/2013)  pukul 02.00. Aksi mogok itu merupakan protes terhadap kenaikan drastis harga daging sapi dalam dua pekan terakhir.

Edi Santosa, salah seorang pedagang daging sapi, mengungkapkan, harga daging sapi dua pekan lalu hanya Rp 80.000 per kg. Namun, dalam dua minggu terakhir harga naik sampai Rp 90.000 per kg.

"Kenaikan harga ini sudah tak wajar. Sebagai bentuk protes, kami akan mogok sampai besok pagi," ujarnya.

Sumber Gambar & Berita : Kompas Online

14.10 | Posted in , , , , | Read More »

BMKG Yogya: Waspadai Banjir di Puncak Musim Hujan Bulan Januari

Yogyakarta - Puncak musim hujan di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan hingga akhir bulan Januari. Warga diimbau waspada kemungkinan terjadinya banjir, tanah longsor dan bencana alam lainnya.

"Sampai akhir Januari masih merupakan puncak musim hujan," ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, Tony Agus Wijaya kepada wartawan seusai acara Sosialisasi Siaga Bencana Cuaca Ekstrim di Kodim 0732 Sleman, Kamis (17/1/2013).

Menurut Tony, tingginya curah hujan bisa menimbulkan banjir dan tanah longsor. Meski curah hujan di Yogyakarta dan sekitar masih normal, kemungkinan terjadinya gangguan cuaca skala jangka pendek seperti angin kencang tetap harus diwaspadai. Potensi angin kencang masih mungkin terjadi hingga 3 bulan ke depan atau sekitar bulan April.

"Untuk potensi terjadinya angin seperti beberapa hari terakhir ini tetap ada dan harus kita waspadai," ungkap Tony.

Dia mengatakan khusus para nelayan di Pantai Selatan Jawa diminta untuk waspadai. Sebab ombak tinggi lebih dari 2 meter sering terjadi.

"Hasil pengamatan dari BMKG akan selalu kami informasikan ke instansi terkait dan masyarakat," kata Tony.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan & Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Prasetyo Budi Leksono menambahkan BPBD DIY terus melakukan sosialisasi agar mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam saat cuaca esktrim seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY akan segera bergerak dan melakukan kerja-kerja teknis bila terjadi peristiwa bencana. Tim tersebut juga akan bekerjasama dengan berbagai instansi dalam penanganan bencana melalui posko-posko bersama.

"Masyarakat di seluruh DIY harus sadar akan bencana. Sebab di DIY ada Gunung Merapi yang masih aktif. Ancaman banjir lahar, tsunami di Pantai Selatan," jelas Prasetyo.
Sumber : detikNews

22.25 | Posted in , , | Read More »

DIY Siapkan 50 Agenda Wisata

YOGYAKARTA, - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta akan menyiapkan 50  agenda wisata pada 2013. "Tahun ini kami berencana untuk menambah agenda wisata menjadi 50  kegiatan dibanding tahun lalu yang hanya berjumlah 30  agenda wisata," kata Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tazbir Abdullah di Yogyakarta, Senin (14/1/2013).

Tazbir mengatakan penambahan agenda wisata tersebut merupakan hasil koordinasi dengan seluruh pihak pengelola wisata yang ada di daerah setempat. Tazbir menyebutkan agenda wisata baru yang akan dikeluarkan pada tahun ini di antaranya adalah festival andong serta festival layang-layang.

Upaya penambahan agenda wisata tersebut dilakukan untuk semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang telah dibuktikan pada peningkatan tahun lalu. "Agenda wisata seperti halnya yang terjadi tahun lalu terbukti efektif menarik wisatawan untuk lama berkunjung di Yogyakarta," katanya.

Tazbir juga berharap agar tiap-tiap hotel di DIY turut bersinergi mempromosikan agenda wisata yang akan diadakan di DIY.

Tazbir mengatakan, kegiatan budaya yang diadakan tahun 2012 telah membawa peningkatan jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara dibanding 2011.

Sesuai data statistik yang dihimpun Dispar DIY, jumlah wisman pada periode Januari-Juni 2012 meningkat 33,56 persen yaitu sebanyak 93.219 pengunjung, dibanding periode yang sama 2011. Sementara untuk wisatawan nusantara pada periode Januari-Juni 2012 meningkat 65,76 persen yaitu sebanyak 1.097.922 pengunjung dibanding periode yang sama 2011 yang hanya mencapai 662.339 pengunjung.

Sumber Berita & Gambar : Kompas Online

14.30 | Posted in , , | Read More »

Hujan-Angin Kencang Masih Landa DIY

YOGYAKARTA– Angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan menerjang sejumlah daerah di DIY hingga pertengahan bulan ini.Terkait itu, warga terutama yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Yogyakarta Tony Agus Wijaya mengatakan cuaca ekstrem berupa angin kencang terjadi akibat pengaruh badai tropis Narelle. Badai ini diprediksikan akan muncul hingga Kamis (17/1) di sekitar perairan Nusa Tenggara Barat. Badai ini menyebabkan angin kencang dengan kecepatan sekitar 30 km per jam dan terjadi merata di seluruh wilayah daratan.

Kecepatannya hanya separuh dari kecepatan puting beliung.“Kalau puting beliung berdampak merusak karena berupa pusaran yang terfokus di wilayah sempit sekitar 1 kilometer persegi dengan kecepatan 40 kilometer per jam,” paparnya. Meski demikian, dampak yang mengkhawatirkan akan terjadi apabila banyak pohon rapuh atau berusia tua yang belum dipangkas.

Selain itu, badai tersebut memicu gelombang tinggi di wilayah laut selatan Jawa hingga 3–4 meter.Gelombang laut setinggi itu cukup berbahaya bagi pelayaran, terutama kapal nelayan berukuran kecil. Selain angin kencang, sejumlah wilayah di DIY juga akan dilanda hujan deras.Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Yogyakarta M Riyadi mengatakan akhir Januari ini intensitas hujan di DIY berpotensi tinggi.

Hal tersebut dipengaruhi gangguan cuaca penjalaran tekanan udara rendah yang melintas di selatan Jawa. “Dalam satu hari hujan bisa mencapai lebih dari 100 milimeter,” ucapnya. Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan mengantisipasi penuh terutama mereka yang tinggal di kawasan bantaran sungai.

Angin kencang yang menerjang Bantul pada Kamis (10/1) lalu mengakibatkan dua orang terluka. Seorang di antaranya anak, yakni Candra Adriansyah Maulana, 6,5. Dia harus menjalani operasi dua kali akibat organ bagian dalam, yakni ginjal dan limpanya luka setelah perutnya tertimpa pohon tumbang.

Kejadian yang menimpa putra pasangan Purwanto dan Endang ini bermula saat dia dijemput pamannya,Mariyadi, 24, usai pulang sekolah menggunakan sepeda motor merek Yamaha Mio hitam di Dusun Kalinongko,Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Saat melintasi di jalan itu, sebuah pohon tumbang dan mengenai korban, sedangkan sang paman yang bekerja sebagai perajin gamelan selamat.

Kepala Bangsal ICU Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah, dokter Zaenal Arifin mengatakan, setelah menjalani operasi,korban yang masih tercatat sebagai siswa Taman Kanak- kanak Mardi Putra ini tinggal menunggu pemulihan kesehatan.

“Sejak awal masuk rumah sakit kondisinya memang mengkhawatirkan, namun kini sudah stabil,”ungkapnya. Pemerintah akan menanggung semua biaya perawatan korban selama di rumah sakit. “Pemerintah akan menanggung semua biaya perawatan rumah sakit melalui Jamkesda atau Jamkesmas,” ujar Bupati Bantul Sri Suryawidati.

 Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, angin kencang Kamis sore itu merusak 18 rumah warga yang tersebar di 12 kecamatan, yakni Bantul, Imogiri, Sewon, Dlingo, Srandakan, Bambanglipuro,Pandak,Sedayu, Piyungan,Jetis,Kretek,dan Pleret. Pemkab Kulonprogo memberlakukan status tanggap darurat penanganan bencana cuaca dan iklim ekstrem.

Status ini akan berlaku selama tujuh hari ke depan,pascabencana angin kencang yang merusak puluhan rumah akibat tertimpa pohon tumbang. Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kulonprogo Eko Susanto mengatakan surat keputusan (SK) bupati terkait status tanggap darurat sudah ditandatangani. “Latar belakangnya karena bencana angin kencang yang membuat banyak rumah rusak,dan hampir merata di 12 kecamatan,” ujarnya.

Status tanggap darurat untuk sementara waktu akan berlaku hingga tujuh hari ke depan sesuai rekomendasi dari BMKG Yogyakarta. “Tapi ini tentantif, tergantung kejadian,” kata Eko. BPBD menerima sedikitnya 32 laporan kerusakan akibat pohon tumbang pascaangin kencang, sepanjang Kamis sore lalu. Kerusakan rumah mencapai 40 unit.BPBD masih terus memverifikasi untuk memastikan jumlah kerusakan.

Kabid Sosial Dinsosnakertrans Kulonprogo Arif Prastowo mengatakan sudah menyalurkan bantuan logistik berupa mi instan,peralatan mandi,peralatan kesehatan, dan family kit ke lokasi yang terkena bencana angin kencang. Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo juga meninjau beberapa rumah warga miskin yang tertimpa pohon. “Bencana seperti ini menjadi beban warga, makanya kita berikan bantuan agar tidak menambah KK miskin,” ucap Hasto.

Di Gunungkidul, puluhan nelayan di Pantai Baron terpaksa tidak melaut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di laut selatan Jawa. Mereka memilih memperbaiki kapal serta jaring yang akan digunakan untuk menangkap ikan ketika cuaca mendukung mereka. ”Anginnya sangat kencang, bisa-bisa kapal kami terbalik.Lagi pula, terkadang gelombang laut juga naik sampai 5 meter.Itu berbahaya bagi kami,” kata Wasito, 42,salah satu nelayan di pantai tersebut.

Hingga kemarin gelombang besar masih menghantui para nelayan dan wisatawan. Para nelayan terpaksa menarik perahu mereka lebih jauh dari bibir pantai untuk menghindari kerugian yang lebih besar lantaran terkena gelombang laut tersebut. SAR Pantai Baron juga langsung menginstruksikan wisatawan untuk waspada dan tidak berenang di laut.Koordinator Wilayah 2 SAR Pantai Baron Suyoto mengatakan angin yang cukup kencang sudah terjadi sejak dua hari lalu.

Di Sleman,upaya mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat pohon tumbang dilakukan Pemkab setempat.Petugas kebersihan mulai kemarin memangkas pohon peneduh jalan yang sudah berusai tua dan rawan tumbang. Dengan pemangkasan itu diharapkan pengguna jalan merasa nyaman saat melintas di jalan raya. yos naiobe/maha deva/sodik/suharjono/ridho hidayat/ant

Sumber : Seputar Indonesia

18.17 | Posted in , | Read More »

DIY Ajukan 1.074 Formasi PNS

YOGYAKARTA – Pemprov DIY tahun ini mengajukan 1.074 formasi pegawai negeri sipil (PNS) kepada pemerintah pusat.Jumlah tersebut diklaim sesuai kekurangan PNS yang saat ini terjadi setelah diberlakukannya moratorium penerimaan PNS yang berakhir 2012 lalu.

Dari catatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY,setiap tahun Pemprov DIY harus kehilangan sekitar 400-an PNS karena pensiun. Dengan demikian, pascamoratorium yang berlangsung semenjak 2010 lalu,jumlah kekurangan pegawai tercatat mencapai 1.074 orang. ”1.074 ini jumlah kekurangan pegawai kita saat ini. Setiap tahun PNS kita yang pensiun mencapai 400 orang,” kata Kepala BKD DIY Agus Suprianto kemarin. Kendati kebutuhan pegawai yang diajukan cukup banyak, Agus tidak yakin seluruh formasi tersebut akan mendapatkan restu dari pemerintah pusat.

Dari pengajuan yang diberikan ke pemerintah pusat, setiap tahun tidak lebih dari 25% formasi yang akan mendapatkan izin untuk dilakukan rekrutmen. Jika memperhatikan proporsi keberadaan pegawai, saat ini formasi pegawai struktural masih mendominasi. Adapun kebutuhan pegawai fungsional dinilai masih membutuhkan tenaga lebih banyak. Hasil evaluasi BKD, formasi ideal PNS di Pemprov DIY adalah 4.000 orang tenaga struktural dan 3.000 tenaga fungsional. Saat ini dengan jumlah sekitar 7.300 PNS, sekitar 5.000 di antaranya berstatus sebagai tenaga struktural.

”Menurut kami, jumlah idealnya sekitar 8.000 PNS dengan porsi staf fungsional diperbanyak.Hambatannya adalah persetujuan dari pusat. Jumlah yang diajukan berapa yang disetujui berapa,” papar Agus. Menurut anggota Komisi A DPRD DIY Arif Noor Hartanto, penambahan PNS harus mendapatkan pertimbangan secara penuh. 

Sumber : Seputar Indonesia

19.00 | Posted in , | Read More »

1.121 Korban Merapi Dapat Sertifikat Tanah Gratis

YOGYAKARTA - Sebanyak 1.121 keluarga korban letusan Gunung Merapi mendapat sertifikat tanah dari pemerintah. Sertifikat diberikan secara simbolis oleh Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X di Balai Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Senin (7/1/2012).

Kepala Kanwil BPN DIY Arie Yuriwin mengatakan, warga yang mendapat sertifikat tanah terbagi di empat desa yakni Kepuharjo, Umbulharjo, Glagaharjo, dan Wukir Sari. "Semua sertifikat diberikan gratis," ujar Arie.

Dalam sambutan, Sri Sultan berharap agar masyarakat yang mempunyai tanah di Kawasan Rawan Bencana (KRB) untuk segera berkoordinasi dengan perangkat desa masing-masing supaya dapat dilakukan pendataan. "Saya minta untuk masyarakat yang mempunyai lahan di daerah KRB agar segera berkoordinasi, sehingga pendataan luas tanah kepemilikan bisa segera dilakukan," tegas Sultan.

Sultan Jamin Tanah Warga di KRB Tak "Diganggu"

YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menjamin tanah warga yang berada di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB), sebanyak 3.000 bidang, dengan luas kurang lebih 300 hektar tidak akan diganggu oleh pemerintah. Selanjutnya, lahan itu akan segera disertifikatkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY.

Sri Sultan seusai acara penyerahan sertifikat tanah gratis kepada korban erupsi Merapi mengatakan, pihak pemerintah tidak akan melakukan pembelian terhadap tanah kepemilikan warga. "Saya jamin Pemerintah tidak akan membeli tanah yang berada di KRB," kata Sultan, di Kantor Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, pada Senin (7/1/2012).

Sri Sultan berharap, warga yang sampai saat ini belum bersedia direlokasi dengan alasan takut tanahnya dibeli oleh pemerintah, bisa segera turun dari wilayah KRB dan mau tinggal di hunian tetap. "Tanah tersebut statusnya masih milik warga dan warga masih membutuhkan lahan tersebut jadi tidak akan dibeli," tegas Sultan lagi.

Di tempat yang sama, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan, lahan milik warga yang tertimbun lava material lahar dingin ada sekitar 300 hektar. "Lahan tersebut akan segera disertifikatkan, karena seiring berjalannya waktu jumlah penduduk terus meningkat dan membutuhkan tempat tinggal," paparnya

Ia mengharapkan, BPN bisa bekerja dengan mengelola administrasi lahan yang tertimbun sehingga pendataan segara bisa dilakukan.

Sumber Berita & Gambar : Kompas Online

21.09 | Posted in , , | Read More »

Dana BOS DIY 2013 Mulai Cair

YOGYAKARTA – Anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) untuk Provinsi DIY 2013 menurun dibanding tahun sebelumnya. Ini disebabkan adanya sisa anggaran 2012 sekitar Rp3,124 miliar yang kemudian dialokasikan tahun ini.

“Penurunan anggaran dikarenakan adanya kesalahan rekap data jumlah siswa pada alokasi dana BOS 2012. Surat keputusan (SK) alokasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hampir semua siswa sekolah swasta dihitung sampai dua kali,” ungkap Ketua Tim Manajemen BOS DIY Singgih Raharja kemarin. Ditemui di ruang kerjanya, Singgih menuturkan total anggaran BOS yang diterima DIY tahun kemarin mencapai Rp263,7 miliar.

Sementara alokasi BOS 2013 Rp260,6 miliar. Untuk penerimanya, tahun ini terhitung 426.745 siswa SD dan SMP. Untuk 2013, BOS dianggarkan untuk 420.934 siswa. ”Meski ada kesalahan,sisa anggaran tersebut tidak langsung dikembalikan di pusat, tapi dikelola di Kas Umum Daerah (KUD),” papar Singgih. BOS 2013 triwulan pertama saat ini sudah cair. Dana disalurkan langsung melalui rekening sekolah,Rabu (2/1).

Jumlah dana yang dicairkan pada triwulan pertama ini sekitar Rp65 miliar. Anggaran BOS 2013 masih sama dengan 2012, yakni Rp580.000/siswa/tahun untuk SD dan Rp710.000/siswa/tahun bagi siswa SMP.Penyalurannya tetap empat kali setahun. Pihaknya berharap anggaran BOS yang cair dari pusat bisa lebih dari yang telah dialokasikan.

Hal ini terkait rencana realisasi BOS bagi SMA dan SMK yang diwacanakan Rp1 juta/siswa/tahun. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, alokasi BOS 2013 dari pusat berbeda dengan dana BOS 2013 untuk triwulan pertama. Perbedaannya pada jumlah siswa penerima. Data dari pusat dianggarkan untuk 420.934 siswa, sedangkan BOS triwulan pertama diberikan bagi 419.920 siswa. ratih keswara            

Sumber : Seputar Indonesia

21.04 | Posted in , , | Read More »

Tiga Pengunjung Pantai Indrayanti Hilang

Gunung Kidul - Tiga pengunjung Pantai Pulang Syawal atau Kafe Indrayanti di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hilang terseret ombak.

Koordinator Tim Search and rescue (SAR) Korwil II Pantai Baron, Sunardi di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan, kejadian menghilangnya tiga pengunjung sekitar 12.00 WIB.

"Saat ini, kami sedang melakukan pencarian dan hingga kini belum kami temukan. Dalam pencarian ini, kami dibantu tim dari Pos Angkatan Laut Pantai Sadeng untuk mencari tiga orang hilang tersebut," kata Sunardi.

Petugas Pos Angkatan Laut Pantai Sadeng, Serma Suhirta merilis nama-nama pengunjung yang hilang yakni Dodo (23) dari Kuningan (Jawa Barat), Aci (23) dari Karawang (Jawa Barat) dan Tridadi (30) dari Klaten (Jawa Tengah).

"Sampai saat ini, kami masih melakukan pencarian lewat kapal dan pemantauan dari darat," kata dia.

Sebelumnya, Tim Search and rescue (SAR) Korwil II Pantai Baron menerjunkan 50 personel di seluruh kawasan pantai di Kabupaten Gunung Kidul.

Sumber : Antara News

14.06 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Labels