JAM BELAJAR MASYARAKAT PERLU DIGIATKAN ; Keluarga Harus Proaktif Mengawasi dan Sosialisasi - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 23 December 2008

JAM BELAJAR MASYARAKAT PERLU DIGIATKAN ; Keluarga Harus Proaktif Mengawasi dan Sosialisasi

YOGYA (KR) - Tayangan televisi sebaiknya menyajikan acara yang erat kaitannya dengan proses pendidikan dan pembelajaran. Namun yang terjadi saat ini banyak tayangan tidak mendidik bisa ditonton secara bebas oleh anak-anak. Agar tidak terpengaruh pada dampak buruknya perlu diberlakukan kesepakatan bersama oleh keluarga dan masyarakat.

Anggota Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta Wasis Siswanto kepada KR kemarin mengatakan, kesepakatan masyarakat tentang Jam Belajar Masyarakat (JBM) perlu diaktualisasikan dan diefektifkan untuk memacu pembelajaran di luar sekolah.
"Keluarga sebagai pelaku pertama dan utama dalam proses pendidikan mempunyai peranan penting dalam pembentukan pribadi yang dikembangkan di sekolah dan masyarakat," ucapnya.
Dikatakan, media seharusnya dapat menjadi sarana peningkatan mutu pendidikan di Yogyakarta khususnya dan pendidikan di Indonesia pada umumnya. Dalam tayangan media seharusnya juga lebih banyak menampilkan tokoh dan tema yang erat hubungannya dengan program pendidikan seperti Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan kota/propinsi, pengelola perpustakaan serta tokoh masyarakat peduli pendidikan.
"JBM perlu dicetuskan kembali untuk mengurangi dampak buruk tayangan media. Keluarga dan masyarakat bisa ikut mengontrol agar anak tidak terjebak dampak buruk tayangan media," kata Wasis Siswanto.
Di tengah maraknya tayangan sinetron yang berbau pornografi dan kekerasan menurut pencetus JBM ini masih ada tayangan yang mengandung unsur pendidikan. Ia mencotohkan acara Angkring yang disiarkan stasiun TVRI Yogyakarta belum lama ini cukup memuat unsur pendidikan mendasar yakni proses pendidikan di dalam keluarga. Bahkan, fragmen tersebut juga mendukung beberapa program di Kota Yogyakarta yang berpredikat Kota Pendidikan.
Ia menjelaskan program Pemkot Yogyakarta untuk mewujudkan visi misi sebagai Kota Pendidikan, antara lain dengan membangun Taman Pintar, perpustakaan tingkat RW yang sudah dimulai sejak tahun anggaran 2007 sebanyak 125 RW dan perpustakaan komunitas tingkat RT. "Seharusnya tayangan yang bersifat mendidik diberi porsi lebih di media," tambahnya.
Ketika dimintai komentar terkait dengan pelaksanaan jam belajar masyarakat (JBM) Kepala Dinas Pendidikan DIY, Prof Suwarsih Ma-dya PhD menjelaskan, untuk mengefektifkan pelaksanaan saat ini aturan yang terkait dengan hal itu sedang revisi.
Dengan adanya revisi tersebut pihaknya berharap sosialisasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan jam belajar masyarakat bisa lebih optimal. Pengawasan itu penting karena maraknya tayangan televisi yang disajikan hampir bersamaan dengan jam belajar efektif yang sudah disepakati. Meski secara sepintas persoalan itu terkesan sederhana, tapi tanpa adanya keseriusan dari berbagai pihak, target yang sudah ditentukan tidak akan bisa tercapai.
"Sebetulnya keberadaan jam belajar masyarakat cukup efektif untuk memotivasi pembelajaran di luar sekolah. Konsekuensinya keluarga harus terlibat aktif dalam sosialisasi dan pengawasan. Sebab kalau pengawasan jam belajar ini hanya diserahkan pada pemerintah atau aparat setempat saya khawatir targetnya tidak bisa terpenuhi," jelas Suwarsih pada KR
Suwarsih menambahkan, keberadaan jam belajar masyarakat mempunyai andil yang cukup besar dalam proses pembelajaran peserta didik. Menyadari akan hal itu Dinas Pendidikan DIY selalu berusaha untuk memperbaiki kekurangan yang ada, salah satu caranya dengan merivisi aturan. Dengan adanya revisi tersebut pengawasan dan sosialisasi jam belajar masyarakat bisa menjadi lebih baik. (Nik/Ria)-o

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)