BUNTUT KASUS 'IJAZAH ILEGAL' ; FRI: Jangan Jadi Alasan Tarik Kewenangan PTS - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sunday, 11 January 2009

BUNTUT KASUS 'IJAZAH ILEGAL' ; FRI: Jangan Jadi Alasan Tarik Kewenangan PTS

YOGYA (KR) - Munculnya kasus 'ijazah ilegal' yang dikeluarkan PTS di DIY sesungguhnya merupakan ekses dari otonomi pendidikan tinggi. Meski demikian yang dibutuhkan selanjutnya adalah mekanisme pengawasan dan kontrol dari lembaga yang mempunyai otoritas memantaunya (Kopertis). Kopertis-lah yang memiliki kewenangan untuk lebih mencermati pelaporan kelulusan dan mahasiswa yang masuk ke PTS. "Kasus ini hendaknya jangan dijadikan alasan untuk menarik kewenangan yang sudah diberikan kepada PT dalam mengeluarkan ijazah. Karena yang perlu diperbaiki adalah pengawasannya," tandas Ketua Forum Rektor Indonsia (FRI) Prof Dr Edy Suandi Hamid kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (9/1).

Edy yang juga Rektor UII juga meminta pada Kopertis untuk mengungkap identifikasi PTS. Ketua FRI dalam pernyataannya mengharapkan agar Kopertis tidak perlu ragu-ragu melakukan sanksi yang tegas. Karena apa yang terjadi ini bukan saja merusak citra Yogyakarta sebagai kota pendidikan. "Tetapi apa yang terjadi ini sudah merusak citra dunia pendidikan umumnya. Dan ini sangat memprihatinkan," tambah Edy Suandi. Dikatakan, sebetulnya sangat sulit terjadi ijazah aspal yang demikian banyak kalau ada kontrol dari dalam PTS itu sendiri. "Untuk sampai kepada pengeluaran ijazah itu terkait dengan administrasi akademik fakultas, ketua program studi, dekan, biro akademik di universitas, wakil rektor, sampai ke rektor. Ada pula pantauan dari yayasan. Jadi sebenarnya kalau satu dua orang saja yang terlibat rasanya aneh untuk jumlah (lebih 1.400 ijazah ilegal) yang demikian besar," tambahnya. Hal ini bisa terjadi menurutnya kecuali kalau iklim kerja di sana sudah rusak, dan tidak ada kepedulian staf PT tersebut pada lembaganya. "Situasi ini hanya bisa terjadi pada PT yang sudah demikian bobrok, dan tidak berorientasi pada pendidikan," tambahnya. (Fsy)-m

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)