DEWAN PENDIDIKAN SAMBUT POSITIF; Pembebasan Biaya Tantangan Sekolah - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sunday, 11 January 2009

DEWAN PENDIDIKAN SAMBUT POSITIF; Pembebasan Biaya Tantangan Sekolah

YOGYA (KR) - Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta menyambut positif rencana pembebasan biaya sekolah SD dan SMP Negeri di Kota Yogyakarta mulai Januari 2009. Hal ini sekaligus menjadi tantangan pihak sekolah dalam memenej anggaran untuk mendapatkan kualitas bagus. "Walaupun anggarannya terbatas tapi harus memperhatikan mutu pendidikan. Jangan dumeh adanya sekian terus hasilnya juga seadanya. Ini tantangan bagi sekolah dan orangtua," pesan Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta Drs Wahyuntono kepada KR Jumat (9/1).

Tantangan ini tak hanya bagi pihak sekolah tapi juga para orangtua. Dengan kebijakan ini para orangtua tidak boleh bersikap konsumtif tapi harus memiliki jiwa menabung. Jangan sampai biaya SD dan SMP bebas namun kesulitan saat menginjak jenjang berikutnya. Diakuinya dengan pembebasan biaya ini anggaran untuk sekolah cukup minim bahkan menurut sejumlah sekolah dikatakan standar ala kadarnya tapi layak. Jika ingin mendapatkan nilai plus memang sekolah membutuhkan biaya lebih. Ia mengingatkan kepada pihak sekolah jika ingin menarik iuran harus dibicarakan dengan orangtua. "Kalau ingin menambah anggaran harus dibicarakan secara transparan dan digunakan untuk apa saja," katanya. Pembebasan biaya yang akan dimulai Januari ini menurut Wahyuntono di tingkat pendidikan dasar (dikdas) cukup bagus. Hal ini seiring dengan komitmen Pemkot Yogyakarta bahwa tidak boleh ada satu anak di kota yang tidak bisa sekolah karena kesulitan biaya. Agar program ini tepat sasaran dibutuhkan mekanisme pengawasan karena menyangkut tata kelola manajemen.

Dengan anggaran terbatas sekolah harus memikirkan kualitas pendidikan yang bermutu. Tidak mudah untuk melakukan hal itu sehingga membutuhkan sinergi berbagai pihak. "Ukuran cukup khan relatif, tidak setiap sekolah memiliki standar sama. Misal SD A cukup dengan anggaran tersebut sementara SD lain ingin menambah layanan bagi siswanya. Yang perlu diingat adalah tujuan akhir pendidikan mencetak generasi berkualitas tidak boleh lupa," tambahnya. (Nik)

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)